Resmikan Jembatan Youtefa, Presiden Jokowi: Jadikan sebagai Momentum Papua Bangkit Maju

Tuesday, 29 October 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Presiden Joko Widodo meresmikan Jembatan Youtefa yang terletak di Kota Jayapura, Provinsi Papua, pada Senin, 28 Oktober 2019. Presiden Jokowi berharap Jembatan Youtefa bisa menjadi tonggak sejarah di Tanah Papua, bukan hanya simbol persatuan bangsa, tetapi juga simbol pentingnya sebuah kemajuan untuk membangun Tanah Papua.(28/10/2019)

“Tanah Papua harus maju, seperti daerah-daerah lain di Indonesia. Papua adalah surga kecil yang jatuh ke bumi. Itu adalah hal yang saya lihat setiap kali berkunjung ke Tanah Papua. Kalau tidak keliru hitung, saya sudah 13 kali hadir di Tanah Papua,” kata Presiden Jokowi dalam sambutannya.

Presiden Jokowi memandang bahwa merawat dan memajukan Papua adalah tugas bersama kita sebagai bangsa Indonesia. Itulah mengapa Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja pertama ke Papua dan Papua Barat usai dilantik pada 20 Oktober 2019 lalu.

“Semua itu saya lakukan untuk memastikan sendiri, untuk memastikan sendiri bahwa Tanah Papua dibangun dan tidak dilupakan dalam kemajuan Indonesia yang kita cintai ini,” imbuhnya.

Selama periode pertama pemerintahannya, Presiden Jokowi telah berkeliling Indonesia, sampai ke pedalaman-pedalaman di wilayah Indonesia bagian timur. Dari situlah Presiden Jokowi melihat adanya ketimpangan infrastruktur antara wilayah bagian barat, tengah, dan timur Indonesia.

“Ini kalau kita biarkan akan menyulitkan kita untuk bersatu sebagai sebuah bangsa besar. Karena itu saya selalu mendorong pembangunan infrastruktur khususnya di wilayah Indonesia bagian timur untuk dipercepat. Dan tentu saja nanti pararel dengan pembangunan sumber daya manusia yang juga ingin kita kerjakan,” jelasnya.

Pembangungan infrastruktur tersebut, kata Presiden, selain menghadirkan manfaat secara nyata bagi rakyat, juga bertujuan untuk mempersatukan bangsa Indonesia, membangun konektivitas, membangun hubungan antarpulau, provinsi, kota dan kabupaten.

Menurutnya, semua infrastruktur perhubungan, termasuk jembatan, akan membuat pergerakan barang dan pergerakan manusia menjadi lebih cepat dan lebih lancar, sehingga rakyat akan mendapatkan harga-harga barang dan harga-harga jasa yang jauh lebih murah. Ujungnya, mempersatukan masyarakat karena ada interaksi dan komunikasi yang lancar antarmasyarakat kita.

“Begitu juga halnya dengan Jembatan Youtefa yang akan kita resmikan sekarang ini. Jembatan yang telah dibangun selama empat tahun dan menghabiskan anggaran biaya Rp1,8 triliun. Ini kalau dimiliarkan, Rp1.800 miliar, silahkan kalau mau ngitung,” lanjutnya.

Jembatan Youtefa sendiri terdiri atas tiga bagian. Bagian pertama merupakan jalan akses sepanjang 9.950 meter, bagian kedua adalah jalan pendekat sepanjang 320 meter, dan bagian ketiga berupa jembatan pendekat sisi Holtekamp sepanjang 900 meter, dengan bentang utama jembatan sepanjang 433 meter.

Presiden menjelaskan, Jembatan Youtefa ini hadir sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan kepadatan penduduk di Kota Jayapura sehingga kawasan Kota Jayapura dapat dikembangkan ke arah perbatasan di Skouw. Selain itu, jembatan ini juga mempersingkat waktu tempuh sekitar 70 menit dari Kota Jayapura menuju Distrik Muara Tami dan pos lintas batas negara di Skouw.

“Saya juga mendapat laporan bahwa Jembatan Youtefa ini telah menjadi landmark, telah menjadi ikon baru Papua yang akan menjadi sarana pendukung dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) di tahun 2020 yang akan diselenggarakan di Papua, seperti cabang olah raga dayung dan ski air. Ini menunjukkan bahwa sebuah jembatan memiliki banyak fungsi bagi masyarakat dan mempunyai multiplier effect yang menguntungkan masyarakat,” paparnya.

Kepala Negara berharap masyarakat Jayapura bersama-sama dengan pemerintah daerah bersungguh-sungguh menjaga Jembatan Youtefa ini, baik dari sisi kebersihan maupun keamanannya. Ia juga berharap jembatan ini bisa ditata dan dipercantik dengan lampu-lampu dan taman-taman yang menarik.

“Karena sekarang Jembatan Youtefa sudah jadi bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat Jayapura, tidak bisa terpisahkan dari masyarakat Papua,” tambahnya.

Di pengujung sambutannya, Presiden juga meminta agar pemerintah Provinsi Papua dan pemerintah Kota Jayapura memanfaatkan dengan baik keberadaan Jembatan Youtefa ini untuk mengembangkan potensi wisata bahari yang ada di Teluk Youtefa. Imbasnya, diharapkan akan semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke Tanah Papua.

“Jadikan Jembatan Youtefa ini sebagai momentum untuk Papua bangkit maju yang melahirkan kemajuan-kemajuan, melahirkan pemuda-pemuda Papua yang berprestasi dan memiliki daya saing di kancah global,” tandasnya.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam acara peresmian Jembatan Youtefa antara lain Ibu Negara Iriana, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Selain itu turut hadir pula Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Plt. Kapolri Komjen Ari Dono, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara Hinsa Siburian, Gubernur Papua Lukas Enembe, dan Wali Kota Jayapura Benhur Tommy Mano.(red)

See also  Mardani: ORI kini mesti progresif, partisipatif, dan solutif

Berita Terkait

Dorong Tata Kelola yang Adaptif, HKA Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026
Ajak Mahasiswa UMJ Jadi Pengusaha, Mendes Yandri Siapkan 49 Negara Tujuan Desa Ekspor
Mendale Berbenah, Kawasan Wisata Danau Lut Tawar Kini Makin Nyaman
Tamsil Linrung Sodorkan Solusi Netral Fiskal ke Menkeu
Pemerintah Tetapkan Pemenang Lelang 6 Wilayah Kerja Migas
BGN Perketat Tata Kelola Penerimaan Program MBG.
Tim Ekspedisi Patriot Dongkrak Pendapatan Mama OAP Tiga Kali Lipat, Buka Akses Belajar hingga Air Bersih di Papua
Kemendes dan Bank Dunia Sepakat Percepat Realisasi Program SEHATI

Berita Terkait

Monday, 21 September 2026 - 14:35 WIB

Dorong Tata Kelola yang Adaptif, HKA Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026

Monday, 21 September 2026 - 14:05 WIB

Ajak Mahasiswa UMJ Jadi Pengusaha, Mendes Yandri Siapkan 49 Negara Tujuan Desa Ekspor

Sunday, 20 September 2026 - 17:26 WIB

Mendale Berbenah, Kawasan Wisata Danau Lut Tawar Kini Makin Nyaman

Sunday, 20 September 2026 - 00:29 WIB

Tamsil Linrung Sodorkan Solusi Netral Fiskal ke Menkeu

Sunday, 20 September 2026 - 00:05 WIB

Pemerintah Tetapkan Pemenang Lelang 6 Wilayah Kerja Migas

Berita Terbaru

foto istimewa

Olahraga

Indonesia Tekuk Vietnam 3-0, Bidik Posisi Kelima

Monday, 21 Sep 2026 - 19:16 WIB

Berita Terbaru

DPD RI, BRIN dan ICMI Siapkan Kajian RUU Kecerdasan Artifisial

Monday, 21 Sep 2026 - 18:27 WIB