Jepang Dukung Prioritas Program Pembangunan Presiden Jokowi

Tuesday, 5 November 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Jepang akan memberikan dukungan sepenuhnya pada prioritas program pembangunan Presiden Joko Widodo dalam masa pemerintahan periode kedua.

Hal ini disampaikan PM Jepang Shinzo Abe dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Joko Widodo di sela-sela KTT ke-35 ASEAN yang dihelat di Impact Exhibition and Convention Center, Bangkok, Thailand,

Di awal pertemuan, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa dalam 5 tahun ke depan, Indonesia memiliki beberapa prioritas utama pembangunan yaitu pembangunan sumber daya manusia, keberlanjutan pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi, dan reformasi kelembagaan.

“Dalam pertemuan ini, saya ingin fokus pada dua isu yaitu kerja sama infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” kata Presiden Jokowi.

PM Abe menyambut baik prioritas utama pembangunan tersebut.

“Jepang tentunya ingin bekerjasama di bidang yang merupakan prioritas utama, terutama pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia,” kata PM Abe.

Saat ini, ucap Presiden, kita sudah memiliki banyak kerja sama di bidang infrastruktur, di antaranya proyek MRT Jakarta, Kereta Cepat Jakarta-Surabaya, dan Pelabuhan Patimban.

“Ke depan, saya juga ingin mendorong peningkatan penggunaan konten lokal dan juga alih teknologi dalam kerja sama infrastruktur kita,” tandas Presiden.

Selain itu, pembangunan infrastruktur harus dapat menghubungkan sentra ekonomi di daerah pinggiran. Untuk itu, Presiden Jokowi mendorong kerja sama realisasi pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di Natuna, termasuk di beberapa pulau terluar lainnya.

Mengenai kerjasama pembangunan sumber daya manusia, Presiden Jokowi mengundang Jepang untuk meningkatkan kerjasama di bidang vokasi dan internship.

“Saya mengundang Jepang untuk meningkatkan kerjasama vokasi dan internship termasuk melalui program kewirausahaan berbasis teknologi, ekonomi kreatif, dan digital,” kata Presiden Jokowi, seperti dilansir dari siaran pers Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Erlin Suastini.

Hal lain yang dibahas kedua pemimpin adalah mengenai integrasi ekonomi. Kedua pemimpin juga memiliki harapan sama agar RCEP dapat ditandatangani tahun 2020.

Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut antara lain Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Staf Khusus Presiden Fadjroel Rahman, dan Duta Besar Indonesia untuk Thailand Ahmad Rusdi. (Humas Kemensetneg)

See also  Menteri Basuki Sambut Kedatangan PM Malaysia Yang Mulia Dato' Seri Anwar Ibrahim

Berita Terkait

Bappisus Bakal Bersihkan 532 Lapas dan Rutan
Guru Besar ITPLN Dorong PLTS 100 GWp Ciptakan 5,52 Juta Kerja
Hari Batik Nasional, Pertamina Buka Ruang Berkarya dan Kemandirian Ekonomi
Sawah Kekurangan Air, Pompa Dikerahkan di Bekasi hingga Cirebon
Dorong Ketahanan Pangan, Transmigran Gerbang Mas Perkasa dan TEP UI Sulap Lahan Tandus Jadi Pekarangan
Gunhar: Kekayaan Alam Harus Digunakan Sebesar-besarnya untuk Kesejahteraan Rakyat
Menteri Dody Sisir Titik Kekeringan, Perjuangkan Air bagi Petani demi Swasembada Pangan
Tamsil Linrung Pimpin Delegasi DPD Pantau Langsung Pemilu Rusia

Berita Terkait

Monday, 5 October 2026 - 13:04 WIB

Bappisus Bakal Bersihkan 532 Lapas dan Rutan

Saturday, 3 October 2026 - 13:53 WIB

Guru Besar ITPLN Dorong PLTS 100 GWp Ciptakan 5,52 Juta Kerja

Saturday, 3 October 2026 - 10:54 WIB

Hari Batik Nasional, Pertamina Buka Ruang Berkarya dan Kemandirian Ekonomi

Friday, 2 October 2026 - 12:41 WIB

Sawah Kekurangan Air, Pompa Dikerahkan di Bekasi hingga Cirebon

Wednesday, 30 September 2026 - 10:23 WIB

Dorong Ketahanan Pangan, Transmigran Gerbang Mas Perkasa dan TEP UI Sulap Lahan Tandus Jadi Pekarangan

Berita Terbaru