Mentan SYL Dukung Pengembangan dan Ekspor Buah Indonesia

Friday, 15 November 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Pasuruan (15/11) – Indonesia menduduki posisi kelima sebagai produsen buah mangga dunia setelah India, China, Thailand, dan Meksiko. Tahun 2018 Produksi mangga di Indonesia bahkan mencapai 2.184.399 ton. Prestasi tersebut dapat menjadi peluang besar dalam peningkatan ekspor buah di Indonesia.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengungapkan potensi mangga Indonesia yang sangat besar dapat ditangkap sebagai modal utama meningkatkan kinerja ekspor buah. Sentuhan teknologi menjadi upaya utama untuk merealisasikan potensi tersebut.

“Peningkatan kinerja ekspor buah dapat dilakukan melalui penerapan teknologi dan sistem jaminan mutu di seluruh rantai produksi melalui penerapan standardisasi produk hasil pertanian dari hulu ke hilir” tutur Syahrul saat membuka Pekan Inovasi Mangga Nasional 2019 di Instalasi Penelitian Pengembangan Teknologi Pertanian Cukurgondang, Grati, Pasuruan – Jawa Timur.

Di kebun percobaan mangga tersebesar se Asia Tenggara tersebut, Syahrul mengatakan potensi pasar mangga Indonesia sangat besar baik domestik maupun ekspor. Pasar domestik sangat potensial karena Indonesia memiliki jumlah penduduk yang sangat besar.

“Sekitar 90% dari produksi buah Indonesia dikonsumsi di dalam negeri dan 10% diekspor ke negara lain. Kondisi ini menunjukkan potensi yang tinggi untuk pasar domestik dan ekspor” terang Syahrul.

Syahrul mengaku untuk meningkatkan kinerja sektor pertanian dari hulu hingga ke hilir termasuk meningkatkan daya saing agribisnis, ia tengah mempersiapkan alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk pertanian sebesar Rp 50 triliun, dari keseluruhan Rp 190 triliun pada 2020.

“Akses harus lebih mudah, strategi perluasan KUR ke petani harus melalui pengendalian hingga ke lapangan langsung agar terorganisir, KUR ini diharapkan dapat memperkuat potensi pertanian di daerah – daerah, seperti mangga pisang di Pasuruan ini, dulu saya hanya bisa lihat diluar negeri, sekarang saya bisa lihat didepan mata saya, bahkan bisa langsung menikmatinya, ini harus ditingkatkan” ungkap Syahrul.

See also  Ke Madura, Mahfud MD mengajak Kiai Kampanye Protokol Kesehatan kepada Santri dan Masyarakat

Dalam acara yang bertemakan Percepatan Hilirisasi Inovasi Teknologi Mangga Memperkuat Swasembada dan Ekspor tersebut. Syahrul mengajak semua pihak termasuk pelaku pertanian hingga ke daerah untuk menyatukan visi dan misi membangun pertanian bangsa dan negara dengan prestasi.

“Saya terbiasa kerja dengan mengukir prestasi, dari jadi Camat hingga menjadi Gubernur, saya pernah jadi Camat terbaik, dan prestasi itu juga saya inginkan saat saya jadi Menteri sekarang ini, jadi ayo kita sama – sama ukir prestasi untuk pertanian kita” ungkap Syahrul.

Dikesempatan yang sama Wakil Bupati Pasuruan, KH Abdul Mujib Imron, mengungkapkan sebagai salah satu sentra mangga di Jawa Timur, potensi mangga diwilayahnya sangat besar khususnya dalam peningkatan pendapatan petani di Pasuruan.

“Komoditas ini berpontensi meningkatkan kesejahteraan petani karena memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi dan menjadi salah satu primadona ekspor buah segar dari Indonesia” ungkap Abdul.

Pihaknya mengaku siap untuk mendukung penuh program pemerintah pusat dalam membangun pertanian, utamanya komoditas mangga di Pasuruan.
Ia mengatakan intervensi pemerintah sangat diperlukan dalam penyediaan sarana dan prasarana poroduksi, pasca panen serta pengembangan wilayah.

Sebagai informasi Pekan Inovasi Mangga Nasional merupakan event tiga tahunan untuk mendiseminasikan inovasi teknologi mangga. Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertania (IP2TP) Cukurgondang sebagai lokasi acara merupakan kebun koleksi mangga terbesar kedua di dunia, dengan luas lahan 11,87 Ha. Koleksi mangga yang ditanam dari Januari 1941 hingga saat ini mencapai 402 aksesi terbanyak dan tertua di Indonesia.(DAE)

Berita Terkait

Kementerian PU Salurkan 12.000 Liter Air Bersih, Bantu Warga Pascabanjir Tanah Datar
Mama-mama Wondama Sulap Sampah Jadi Pupuk, Dukung Swasembada Pangan
Kementerian PU Gerak Cepat Pulihkan Konektivitas Aceh – Sumut yang Terdampak Longsor
Dasco Bantah Isu Cawapres, Kasus Penyadapan Prabowo Jadi Sorotan
Hutama Karya Raih Founders’ Honors Bentley 2026 lewat Inovasi Konstruksi Digital pada Proyek Kompleks Parlemen Nusantara
Kementerian PU Tangani Longsor di Jalur Pantai Selatan Tulungagung
Berdayakan Ekonomi Desa, Peternak Ayam Di Parigi Moutong, Sulteng, Dilatih Untuk Lebih Produktif
Pemerintah Siapkan Keppres Pemberhentian Listyo Sigit dari KSP

Berita Terkait

Sunday, 8 November 2026 - 09:33 WIB

Kementerian PU Salurkan 12.000 Liter Air Bersih, Bantu Warga Pascabanjir Tanah Datar

Sunday, 8 November 2026 - 09:30 WIB

Mama-mama Wondama Sulap Sampah Jadi Pupuk, Dukung Swasembada Pangan

Friday, 6 November 2026 - 09:46 WIB

Kementerian PU Gerak Cepat Pulihkan Konektivitas Aceh – Sumut yang Terdampak Longsor

Thursday, 5 November 2026 - 19:00 WIB

Dasco Bantah Isu Cawapres, Kasus Penyadapan Prabowo Jadi Sorotan

Thursday, 5 November 2026 - 17:50 WIB

Hutama Karya Raih Founders’ Honors Bentley 2026 lewat Inovasi Konstruksi Digital pada Proyek Kompleks Parlemen Nusantara

Berita Terbaru

News

Menanti Hoegeng di Era Modern: Oase Kapolri Suyudi

Sunday, 8 Nov 2026 - 10:28 WIB