Menkop dan UKM Tekankan Pentingnya Market Intelijen kepada Para Perempuan Wirausaha ‘Aisyiyah

Saturday, 16 November 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki hadir menjadi narasumber dalam acara Tanwir II ‘Aisyiyah Periode 2015-2020 bertema Dinamisasi Gerakan Menebar Islam Berkemajuan yang dihadiri perwakilan anggota ‘Aisyiyah seluruh Indonesia di Universitas Aisyiyah Yogyakarta. Sabtu(16/11/2019) / daelpos.com

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki hadir menjadi narasumber dalam acara Tanwir II ‘Aisyiyah Periode 2015-2020 bertema Dinamisasi Gerakan Menebar Islam Berkemajuan yang dihadiri perwakilan anggota ‘Aisyiyah seluruh Indonesia di Universitas Aisyiyah Yogyakarta. Sabtu(16/11/2019) / daelpos.com

DAELPOS.com – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menekankan pentingnya market intelijen untuk mengetahui keinginan dan selera pasar sekaligus menemukenali kompetitor kepada para perempuan wirausaha yang tergabung dalam organisasi remaja putri Muhammadiyah, ‘Aisyiyah.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki hadir menjadi narasumber dalam acara Tanwir II ‘Aisyiyah Periode 2015-2020 bertema Dinamisasi Gerakan Menebar Islam Berkemajuan yang dihadiri perwakilan anggota ‘Aisyiyah seluruh Indonesia di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Sabtu (16/11/2019).

“Mengapa produk China bisa mendominasi penjualan online? Mereka melakukan market intelijen, menangkap tren, gaya seperti apa, kebutuhan, dan harga pasar. Mereka buat itu dan mereka kasih tahu ke UMKM-nya agar segera memproduksi itu lalu menaruh di Pos Lintas Batas kita kemudian masuk ke pasar Indonesia,” kata Teten.

Pada kesempatan itu, Teten menyampaikan materi berjudul Penguatan Daya Saing Koperasi dan UMKM kepada ratusan perwakilan anggota ‘Aisyiyah dari seluruh Indonesia.

Ia mencontohkan, bunga telang yang selama ini tidak disadari potensinya jika dikeringkan ternyata sangat disukai pasar luar negeri sebagai pewarna alam ungu organik sehingga nilai ekonominya tinggi tercatat Rp500.000/kg.

Oleh karena itu, ia mendorong ‘Aisyiyah sebagai organisasi melakukan market intelijen untuk kepentingan anggotanya yang menjadi wirausaha.

Ia menilai selama ini UMKM di Indonesia selalu memproduksi sesuatu tanpa ada panduan market.

“Tanpa mengarah yang dibutuhkan oleh pasar apa sehingga perlu market intelijen, tidak bisa lagi bikin sesuka kita karena kita akan kalah saing karena sekarang eranya konsumen mudah sekali tidak loyal,” katanya.

Menurut Teten Masduki, pasar saat ini mudah sekali berubah seleranya sehingga sebagai produsen harus terus berinovasi dan punya panduan membaca selera pasar.

Teten juga menjelaskan ke depan akan fokus mengembangkan UMKM dengan pola pendekatan kelompok dalam hal ini koperasi.

See also  Mendagri Sampaikan Pentingnya Pengambilan Kebijakan Berbasis Riset

“Saya akan mengembangkan factory sharing jadi ada kompleks pabrik mesin modern yang bisa diakses UMKM-UMKM dengan biaya melalui skema tertentu sehingga UMKM bisa bersaing dengan usaha besar,” katanya.

Teten mangatakan hal tersebut telah berhasil diterapkan di Thailand. “Kita bisa beli ini secara kolektif sehingga playing fieldnya sama dengan usaha besar,” katanya.

Teten pada kesempatan itu menyatakan komitmennya untuk mendukung ‘Aisyiyah yang selama ini banyak mewadahi para perempuan wirausaha.

“Silakan dirancang skema yang lebih konkret sehingga kita bisa MoU yang lebih realistis dan fokus pada produk yang punya nilai ekonomi tinggi. Saya juga mendorong Universitas ‘Aisyiyah untuk melakukan studi mana produk-produk dari anggota ‘Aisyiyah yang bisa kita upgrade untuk go internasional,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Teten juga menyempatkan berdialog dengan anggota ‘Aisyiyah terkait kendala dalam berwirausaha sekaligus inspirasi untuk pengembangan usaha.

Ia kemudian meminta agar dibentuk tim kecil antara ‘Aisyiyah dengan Kementerian Koperasi dan UKM untuk merumuskan kerja sama yang lebih konkret ke depan.(RED)

Berita Terkait

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Kementerian PU Serap 97 Ribu Tenaga Kerja
Dengan Standarisasi Mutu, Beras Oransbari Siap Jadi Produk Premium
Ketua DPD RI Buka BLISPI Youth Cup V, Dorong Lahirnya Bintang Sepak Bola dari Daerah
Viral Terobos Pagar COP JRF 2026 dan Bentak Petugas, Muldan Akhirnya Minta Maaf
Kementerian PU Bersihkan 11,25 Km Saluran Riam Kanan untuk Bantu Atasi Karhutla di Kalsel
Kementerian Transmigrasi Serahkan 27 Sertipikat Tanah kepada Transmigran di Maluku Tengah
Dari Panen ke Pasar, Petani Transmigrasi Bangka Selatan Jajaki Pasokan Sayur ke SPPG
Bangun Infrastruktur, Berdayakan Masyarakat, PISEW Kementerian PU Serap 8.011 Tenaga Kerja

Berita Terkait

Monday, 26 October 2026 - 17:18 WIB

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Kementerian PU Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Monday, 26 October 2026 - 12:45 WIB

Dengan Standarisasi Mutu, Beras Oransbari Siap Jadi Produk Premium

Sunday, 25 October 2026 - 13:39 WIB

Ketua DPD RI Buka BLISPI Youth Cup V, Dorong Lahirnya Bintang Sepak Bola dari Daerah

Sunday, 25 October 2026 - 09:31 WIB

Viral Terobos Pagar COP JRF 2026 dan Bentak Petugas, Muldan Akhirnya Minta Maaf

Sunday, 25 October 2026 - 09:05 WIB

Kementerian PU Bersihkan 11,25 Km Saluran Riam Kanan untuk Bantu Atasi Karhutla di Kalsel

Berita Terbaru

Ekonomi - Bisnis

Indonesia–Azerbaijan Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Peluang Investasi

Monday, 26 Oct 2026 - 22:09 WIB