Pesan Menteri Arifin untuk Akademisi: Giatkan Penelitian EBT

Saturday, 16 November 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang tengah digalakkan oleh Pemerintah berpotensi memberikan kontribusi besar pada ketahanan energi nasional dan perekonomian nasional yang berkelanjutan. Melihat peran krusial dari EBT ini dibutuhkan dukungan dari pihak universitas untuk menggiatkan penelitian di sektor EBT.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif pada acara International ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) Business Summit 2019 di Hotel Shangrilla Jakarta, Jumat (15/11).

“Pemerintah membutuhkan dukungan dari pihak Universitas untuk menggiatkan penelitian di sektor EBT. Hal ini demi mendorong industri EBT agar lebih efisien. Terus lakukan riset teknologi lanjutan agar bisa memberikan masukan kepada Pemerintah,” ungkap Arifin.

Sebagai informasi, International ITS Business Summit 2019 merupakan salah satu sarana mempertemukan para pemangku kepentingan seperti pemerintah, perguruan tinggi dan pelaku usaha.

Selain mampu mewujudkan ketahanan energi di masa depan, target bauran energi berbasis EBT sebesar 23% di tahun 2025 diproyeksikan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional melalui penyerapan tenaga kerja.

“Dunia sudah mulai membicarakan transisi energi sejak adanya inisiatif Paris Agreement yang menghasilkan energi bersih. Potensi EBT yang melimpah di Indonesia akan menarik investor. Jadi, meningkatkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang lebih baik dengan hadirnya lapangan kerja,” kata Arifin.

Arifin mengungkapkan, suksesnya sejumlah negara berlomba-lomba memanfaatkan matahari sebagai sumber listrik menjadi bukti EBT sebagai energi masa depan. Untuk itu, pemanfaatan EBT akan dioptimalkan melalui eksekusi mega proyek 35 ribu Mega Watt (MW). “Sebagai energi masa depan, EBT sudah selayaknya mengisi program 35 ribu MW,” tandas Arifin. (RED)

See also  Komite K2 Evaluasi Penyebab Kegagalan Pengecoran Box Traffic di Tol Desari

Berita Terkait

Menteri Dody Percepat Infrastruktur di Wanam, Dukung Target Presiden Prabowo Panen 10.000 Hektare Tahun Ini
Mendes PDT Yandri Dorong Kabupaten Nias Utara Jadi Eksportir Kelapa
Dorong Sinkronisasi Pembangunan Pusat–Daerah melalui Rakernas DPD RI dan Bappeda Se-Indonesia
Fokus Berdayakan Masyarakat Setempat, Kementrans Tempatkan Hampir 1.300 Transmigran Lokal di 10 Lokasi
Menteri PU Pastikan Pembangunan Infrastruktur di Merauke Tetap Menjadi Prioritas
Hadiri HPN 2026, Mendes Yandri Harap Media Beri Pencerahan kepada Masyarakat
Tamparan di Wajah Bangsa di Tengah Erosi Kepedulian
Prabowo Siapkan Lahan di Bundaran HI untuk Gedung MUI

Berita Terkait

Tuesday, 10 February 2026 - 16:45 WIB

Menteri Dody Percepat Infrastruktur di Wanam, Dukung Target Presiden Prabowo Panen 10.000 Hektare Tahun Ini

Tuesday, 10 February 2026 - 16:31 WIB

Mendes PDT Yandri Dorong Kabupaten Nias Utara Jadi Eksportir Kelapa

Tuesday, 10 February 2026 - 13:55 WIB

Dorong Sinkronisasi Pembangunan Pusat–Daerah melalui Rakernas DPD RI dan Bappeda Se-Indonesia

Tuesday, 10 February 2026 - 05:51 WIB

Fokus Berdayakan Masyarakat Setempat, Kementrans Tempatkan Hampir 1.300 Transmigran Lokal di 10 Lokasi

Monday, 9 February 2026 - 19:40 WIB

Menteri PU Pastikan Pembangunan Infrastruktur di Merauke Tetap Menjadi Prioritas

Berita Terbaru