Kemendagri Dorong Ketahanan Pangan Di Tingkat Pemerintahan Daerah

Monday, 18 November 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Muhammad Hudori membuka pertemuan Sinkronisasi Pembangunan Ketahanan Pangan dan Infrastruktur Pertanian Berkelanjutan Advokasi Rencana Pengembangan dan Pengelolaan Irigasi (RP2I) di Hotel Bidakara Jakarta, pada Senin, (18/11/2019).

Pada kesempatan itu, Hudori mengatakan hingga tahun 2018 menurut data BPS, terdapat sebanyak 35,7 juta penduduk Indonesia yang bekerja di sektor pertanian. “Artinya, hingga sejauh ini pertanian tetap menjadi lapangan kerja utama rakyat Indonesia,” kata Hudori.

Dalam kurun lima tahun terakhir, imbuh Hudori, indeks ketahanan pangan Indonesia mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari 46,5 pada 2014 menjadi 54,8 pada 2018. Peringkat Indonesia juga mengalami peningkatan dari peringkat 72 pada 2014 menjadi peringkat 65 pada 2018. Data dari The Economist Intelligence Unit tersebut menunjukkan peningkatan kinerja pemerintahan dalam pengelolaan ketahanan pangan dalam lima tahun terakhir kian membaik.

Akan tetapi, Hudori mengingatkan Indonesia tidak boleh berpuas diri dengan pencapaian tersebut. Faktanya, di tingkat regional Asean, Indonesia masih tertinggal dibandingkan Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Singapura. Hudori juga menyampaikan pesan Presiden Joko Widodo pada pidato kenegaraan beberapa waktu lalu agar Indonesia harus lebih cepat dan lebih baik dibandingkan negara-negara lain, terutama dibandingkan dengan negara-negara tetangga.

Lebih lanjut, Hudori mengatakan ada dua tantangan besar yang dihadapi Indonesia dalam hal ketahanan pangan. Pertama, Indonesia masih mengalami kerentanan pangan, terutama di 88 daerah yang sebagian besarnya berada di kawasan timur Indonesia. Daerah-daerah rentan pangan tersebut memiliki angka penduduk miskin yang juga tinggi dan tingkat kecukupan gizi yang rendah seperti data yang dilansir Kementan pada 2018 yang menunjukkan masih tingginya prevalensi stunting. Untuk itu, penguatan ketahanan pangan merupakan salah satu strategi untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan prevalensi stunting.

See also  Koperasi Pengrajin Tempe Tahu Diharap Masuk ke Pasar Global

Kedua, kontribusi sektor tanaman pangan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mengalami fluktuasi yang cukup serius. “Dari tahun 2015 hingga 2018 terdapat peningkatan kontribusi yang cukup signifikan, puncaknya pada 2018 yang mencapai 82,57. Namun, pada tahun ini kontribusi sektor tanaman pangan jatuh ke angka 78,6. Hampir sama dengan kontribusi pada 2015 berdasarkan data yang dilansir BPS. Penurunan kontribusi tanaman pangan ini perlu dihadapi dengan serius lantaran mengindikasikan penurunan performa pembangunan di bidang pertanian,” jelas Hudori.

Menyoal ketahanan pangan, Hudori mengatakan dalam lima tahun ke dapan, ketahanan pangan akan tetap akan menjadi prioritas pemerintah. “Seperti yang kita ketahui bersama, terdapat lima fokus pembangunan hingga tahun 2024, yaitu pembangunan Sumber Daya Manusia, Pembangunan Infrastruktur, Penyederhanan Regulasi, Penyederhanaan Birokrasi, dan Transformasi Ekonomi,” ungkap Hudori.

Hudori juga mengatakan Kementerian Dalam Negeri akan mendukung dan mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan pembangunan daerah yang berbasis hasil melalui kerja yang sinergi dan tersinkronisasi. Kemendagri akan melakukan pengawalan pada setiap tahapan pelaksanaan pemerintahan, mulai dari perencanaan, penganggaran, pengendalian, hingga evaluasi. Hal tersebut sejalan dengan Pasal 374 Undang-Undang 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang menyebut bahwa Kemendagri melakukan pembinaan yang bersifat umum di bidang penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pembangunan daerah.

Melalui pertemuan hari ini, Hudori berharap dapat menjadi salah satu tonggak penting dalam penguatan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Indonesia. “Mari kita bekerja bersama-sama secara sinergis sehingga mandat rakyat yang diberikan kepada kita dapat berbuah pada kesejahteraan rakyat,” pungkas Hudori.(RED)

Berita Terkait

Juri dan MC LCC Empat Pilar Dinonaktifkan, Setjen MPR Minta Maaf
Kementerian PU Bangun Akses Tol Pattimura untuk Tingkatkan Konektivitas Kota Salatiga
Dukung Pemerataan Layanan Kesehatan, RS Adhyaksa Bali Dibangun dengan Konsep Modern Berbasis Kearifan Lokal
Kementerian PU Bangun Underpass Bitung, Atasi Kemacetan Jalur Pantura Serang–Tangerang
Setahun Pasca Rampung, Proyek Irigasi Rentang LMS-02 Garapan Hutama Karya Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Kepastian Air di 16 Ribu Hektare Lahan
Dorong Percepatan Target Operasi, Manajemen Hutama Karya Tinjau Proyek Tol Palembang-Betung
Sambungkan Jalan Tol Trans Sumatera, HKI Kerjakan Tol Betung-Jambi Seksi 2A dan 2B
Forum Nasional Perempuan Dorong Ketahanan Ekologis dan Literasi Digital AI untuk Masa Depan Bangsa

Berita Terkait

Tuesday, 12 May 2026 - 18:34 WIB

Juri dan MC LCC Empat Pilar Dinonaktifkan, Setjen MPR Minta Maaf

Tuesday, 12 May 2026 - 18:06 WIB

Kementerian PU Bangun Akses Tol Pattimura untuk Tingkatkan Konektivitas Kota Salatiga

Tuesday, 12 May 2026 - 12:57 WIB

Dukung Pemerataan Layanan Kesehatan, RS Adhyaksa Bali Dibangun dengan Konsep Modern Berbasis Kearifan Lokal

Monday, 11 May 2026 - 19:41 WIB

Kementerian PU Bangun Underpass Bitung, Atasi Kemacetan Jalur Pantura Serang–Tangerang

Monday, 11 May 2026 - 13:51 WIB

Setahun Pasca Rampung, Proyek Irigasi Rentang LMS-02 Garapan Hutama Karya Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Kepastian Air di 16 Ribu Hektare Lahan

Berita Terbaru

News

Dinkes DKI Perketat Pengawasan SPPG, 167 Sudah Kantongi SLHS

Wednesday, 13 May 2026 - 00:47 WIB

foto istimewa

Nasional

Juri dan MC LCC Empat Pilar Dinonaktifkan, Setjen MPR Minta Maaf

Tuesday, 12 May 2026 - 18:34 WIB

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa /  foto ist

Ekonomi - Bisnis

Menkeu: Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Triwulan I-2026

Tuesday, 12 May 2026 - 18:19 WIB