Balai Konservasi SDA dan YKAN, Ngonser di Expo 2019

Sunday, 24 November 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jakarta bekerjasama dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) menggelar acara Ngobrol Santai Konservasi (Ngonser) di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memeriahkan kegiatan Pameran Keanekaragaman Hayati Nusantara Expo 2019 yang sudah berlangsung dari tanggal 8 November 2019 dan akan ditutup nantinya pada 8 Desember 2019.

Tema yang diambil dalam kegiatan Ngonser ini adalah “Peran Generasi Muda dalam Pelestarian Satwa di Ekosistem Mangrove di Indonesia”. Peserta yang hadir dalam acara Ngonser berjumlah kurang lebih 100 orang yang berasal dari komunitas pecinta satwa (Komunitas Dekat Bareng Reptile, Aspera, Musang Lovers Indonesia, Olix, KPRJ, Awan Free Fly, Sugar Glider Lover) dan Penegak Pramuka yang ada di wilayah DKI Jakarta.(24/11/2019)

Narasumber yang hadir dalam kegiatan Ngonser kali ini adalah Ahmad Munawir S.Hut, M.Si selaku Kepala BKSDA Jakarta; Imran Amin selaku Direktur Program MERA YKAN; dan Riza Marlon selaku pegiat pelestarian lingkungan, fotografer alam liar terkemuka di Indonesia. Selain itu hadir pula Sally Kailola dari YKAN selaku motivator konservasi. Acara ini dipandu oleh Rizki Prima dari BKSDA Jakarta.

Kepala Balai KSDA Jakarta pada kesempatan ini memberikan informasi tentang keberadaan satwa yang khususnya berada di kawasan konservasi. Balai KSDA Jakarta memangku 4 (empat) kawasan konservasi yaitu Suaka Margasatwa (SM) Muara Angke, Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk, Cagar Alam (CA) Pulau Bokor, dan Suaka Margasatwa (SM) Pulau Rambut. Berdasarkan hasil analisa terdapat sekitar 350,80 ha luas mangrove di Jakarta dengan terdapat tidak kurang dari 16 jenis mangrove sejati. Jenis-jenis mangrove sejati tersebut antara lain : Avicenia alba, Bruguiera eriopetala, Ceriops decandra, Rhizophora apiculata, Sonneratia acida/ S.alba, Xylocarpus granatum, dan jenis lainnya

See also  Pandemi Jadi Momentum Bagi Mal Pelayanan Publik untuk Ciptakan Inovasi

“Berdasarkan hasil identifikasi dari tim BKSDA Jakarta terdapat keragaman satwa mulai dari kelompok reptile, mamalia, burung, dan ikan. Dari kelompok reptil yang dapat dijumpai pada ekosistem mangrove di Jakarta antara lain adalah buaya muara (Crocodylus porosus), kura-kura ambon (Cuora amboinensis), biawak (Varanus salvator), ular welang (Bungaru fasciatus), ular pucuk (Ahaetulla prasina), dan lain-lain. Di kawasan SM Pulau Rambut yang juga terdapat ekosistem mangrove bahkan dikenal sebagai “surge burung”. Beberapa spesies burung yang hidup di ekosistem mangrove antara lain Cangak abu (Ardea cinerea), kuntul kerbau (Bubulcus ibis), Kowak Malam Kelabu (Nycticorax Nycticorax), Bangau Bluwok (Mycteria cinerea), Cikalang kecil (Fregata ariel), Elang laut perut putih (Haliaeetus leucogaster), dan lain-lain. Semwntara dari mamalia antara lain monyetr ekor panjang (Macaca fascicularis) dan kalong (Pteropus Vampirus) Dari kelompok ikan antara lain kan sapu-sapu (Hypotamus sp.), gabus (Ophiocephalus striatus),” jelas Munawir

Sementara itu Imran dalam kesempatan ini menjelaskan tentang Mangrove Ecosystem Restoration Alliance (MERA). MERAmerupakan sebuah platform kemitraan yang bekerja sinergis untuk menyelamatkan dan melestarikan hutan mangrove. “Program kerja MERA berlandaskan kajian ilmiah yang kuat sebagai acuan untuk membuat rencana desain restorasi hutan mangrove. Hal ini penting untuk mendukung kembalinya fungsi hutan mangrove sebagai sebuah ekosistem, bukan sekadar kumpulan pohon-pohon mangrove,” terang Imran.

Di sisi lain, Riza Marlon menceritakan pengalamannya tentang pelestarian satwa di beberapa daerah di Indonesia serta membagikan pengalamannya tentang pentingnya mendokumentasikan satwa dan lingkungan. “Generasi muda harus lebih peduli tentang pelestarian lingkungan termasuk satwa. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah melalui pendokumentasian yang baik. Jika kita mempunyai dokumentasi yang baik, maka hal tersebut bisa dijadikan sebagai media pembelajaran hingga di masa mendatang,” ajak Riza.

See also  Elnusa Melampaui Target, Kantongi Laba Bersih Rp226 Miliar di Semester I 2022

Diharapkan dengan kegiatan Ngonser ini, peserta dan generasi milenial pada umumnya dapat memahami tentang pentingnya untuk menjaga keberadaan satwa yang dilindungi serta ekosistem alami yang menjadi habitat bagi satwa tersebut. (RED)

Berita Terkait

Kementerian PU Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi, Hadirkan 871 Kios dan Los untuk Dukung Aktivitas Ekonomi
Gotong Royong Perbaiki Jembatan, Patriot Transmigrasi dan Warga Mamasa Buka Akses Pengeringan Kopi
Kementerian PU Alirkan Air Dengan Pompa Untuk 15 Hektar Sawah di Pinrang
Kementerian PU Targetkan Sekolah Rakyat Tahap III Tanah Datar Rampung Tahun 2027
Kementerian PU Jaga Pasokan Air Irigasi 2.563 Hektare Sawah di Bantul dan Kulon Progo
Kementerian PU Pulihkan Layanan Air dan Sanitasi di Lima Daerah Sumut
Kementerian PU Siapkan 160 Ribu Meter Kubik Air Jelang Panen Raya di Wanam
Ekspedisi Patriot Bantu Warga Klamono Atasi Krisis Air Kolam

Berita Terkait

Saturday, 3 October 2026 - 21:44 WIB

Kementerian PU Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi, Hadirkan 871 Kios dan Los untuk Dukung Aktivitas Ekonomi

Friday, 2 October 2026 - 07:53 WIB

Kementerian PU Alirkan Air Dengan Pompa Untuk 15 Hektar Sawah di Pinrang

Thursday, 1 October 2026 - 19:01 WIB

Kementerian PU Targetkan Sekolah Rakyat Tahap III Tanah Datar Rampung Tahun 2027

Wednesday, 30 September 2026 - 22:44 WIB

Kementerian PU Jaga Pasokan Air Irigasi 2.563 Hektare Sawah di Bantul dan Kulon Progo

Tuesday, 29 September 2026 - 22:57 WIB

Kementerian PU Pulihkan Layanan Air dan Sanitasi di Lima Daerah Sumut

Berita Terbaru

Berita Utama

HUT ke-28, Bank Mandiri Bayarkan Dividen Interim Rp6,16 Triliun

Saturday, 3 Oct 2026 - 18:52 WIB

Olahraga

Bintang Cedera, Indonesia Raih Perak Voli Pantai Asian Games

Saturday, 3 Oct 2026 - 18:15 WIB

Berita Utama

Kementerian PU Kerahkan 13 Pompa Untuk 120 Ha Sawah di Jatim

Saturday, 3 Oct 2026 - 17:09 WIB