Enam Program Kemenkop dan UKM Dukung Pengembangan Ekonomi Syariah

Wednesday, 27 November 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki bersama Rektor Universitas Brawijaya Prof Nuhfil Hanani menandatangani MoU terkait pengembangan koperasi dan UMKM, di sela-sela acara International Halal & Thayyib Conference 2019 di Kampus Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur, Rabu (27/11/2019).

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki bersama Rektor Universitas Brawijaya Prof Nuhfil Hanani menandatangani MoU terkait pengembangan koperasi dan UMKM, di sela-sela acara International Halal & Thayyib Conference 2019 di Kampus Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur, Rabu (27/11/2019).

DAELPOS.com – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengungkapkan bahwa dalam perkembangan industri syariah global, Indonesia berada pada ranking 4 industri pariwisata halal, ranking 2 untuk busana Muslim, dan ranking 10 untuk keuangan syariah. “Sedangkan untuk produk makanan halal, kita belum masuk 10 besar dunia, yang masih diduduki UEA, Malaysia, Brazil, Oman, Jordan, Australia, Brunei, Pakistan, Sudan, dan Qatar”, kata Teten saat paparan pada acara International Halal & Thayyib Conference 2019 di Kampus Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur, Rabu (27/11/2019).

Di acara yang dibuka resmi Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin dan dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Menkop menjelaskan bahwa pihaknya akan menjalankan beberapa program strategis dalam pengembangan industri halal di Indonesia. Pertama, akan melakukan perluasan pasar produk dan jasa dengan fokus pada sektor busana Muslim. Kedua, akselerasi pembiayaan dan investasi, dengan fokus pada keuangan syariah.

“Kita akan mendongkrak penyaluran dana bergulir dengan prinsip syariah melalui LPDB KUMKM, fasilitasi KSPPS untuk menjadi penyalur KUR, hingga fasilitasi KSPPS untuk menjadi penyalur kredit Ultra Mikro”, jelas Teten.

Ketiga, memberikan kemudahan dan kesempatan berusaha. Diantaranya, dengan deregulasi, omnibus law, HAKI, kebijakan afirmasi untuk perpajakan, pengupahan, dan sertifikasi. “Di samping itu, kita akan memasukkan produk UMKM ke dalam e-katalog. Intinya, kita akan menerapkan pelayanan satu pintu”, ucap Teten.

Keempat, meningkatkan daya saing produk dan jasa dengan fokus halal food. Dalam hal ini, Kemenkop akan membuka konsultasi dan sosialisasi sertifikasi halal, hingga fasilitasi pendaftaran sertifikasi halal.

Kelima, pengembangan kapasitas manajemen SDM dengan fokus halal travel. “Kita akan mengembangkan wellness tourism berbasis inklusif business, peningkatan kapasitas usaha di bifang ecotourism, dan pengembangan SDM pengelola homestay”, kata Menkop seraya berharap Pemda gencar membangun homestay agar pariwisata memiliki dampak langsung terhadap masyarakat.

See also  Kementan Adakan Outbond. SYL: Jalin Kebersamaan

Strategi keenam adalah koordinasi lintas sektor. “Kita akan terus menggaungkan strategi nasional pemberdayaan koperasi dan UMKM melalui kebijakan satu pintu”, tukas Teten.

Sementara itu, dalam sambutan pembukaannya, Wapres RI KH Ma’ruf Amin mengapresiasi acara semacam ini sebagai bentuk nyata untuk mendukung pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. “Acara seperti ini juga sangat penting untuk mempromosikan industri halal di Indonesia”, ucap Wapres.

Bagi Wapres, saat ini merupakan momentum yang baik dalam mengembangkan potensi produk halal yang dimiliki Indonesia. “Potensi pasar produk syariah di dunia terus meningkat. Dan terkait sertifikasi halal, Indonesia merupakan yang terbaik di dunia. Terlebih lagi, Universitas Brawijaya merupakan kampus pelopor pengembangan ekonomi syariah di Indonesia”, jelas Wapres KH Ma’ruf Amin.

Center of Excellence

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Brawijaya Prof Nuhfil Hanani menegaskan, pihaknya bertekad menjadikan studi halal menjadi Center of Excellence, pusat-pusat pertumbuhan studi tentang halal. Baik dari aspek material halal, teknologi yang berbasis proses produksi halal, gizi dan kesehatan, penguatan regulasi halal, pengembangan ekonomi halal yang didukung keuangan Islam, pariwisata dan media halal, pengembangan literasi dan penguatan masyarakat.

“Universitas Brawijaya juga bertekad untuk mempelopori penciptaan tenaga handal yang memiliki pengetahuan dan keterampilan memajukan industri halal dari jenjang S1. Juga menggalakkan forum-forum ilmiah yang mengkaji secara rutin perkembangan ekosistem halal. Salah satunya dengan mengadakan International Halal Festival setiap tahun”, kata Prof Nuhfil.

Menurut Prof Nuhfil, keterkaitan ekonomi halal, industri halal, dan sistem keuangan Islam, menjadi faktor penentu bagi perkembangan ekosistem halal secara keseluruhan. Kita mengakui bahwa kita cukup terlambat untuk memulai menekuni sektor ini. Bandingkan dengan negara jiran Malaysia yang lebih satu dasawarsa membangun kebijakan terpadu ekosistem halal. Negara menjadi faktor kunci di sini”, ucap Prof Nuhfil.

See also  Sukabumi Panen Raya Padi dan Jagung, Produksi Beras Surplus 124.077 Ton.

Dengan menghitung potensi pasar yang luar biasa, lanjut Prof Nuhfil, Indonesia adalah konsumen produk halal terbesar di dunia. Maka terjunnya Indonesia dalam pembangunan ekosistem halal akan memberikan perubahan yang sangat besar, bukan hanya bagi Indonesia, tetapi juga untuk dunia.

“Ke depan, Indonesia tidak hanya dikenal sebagai konsumen terbesar, tetapi juga produsen terbesar produk halal dunia”, pungkas Prof Nuhfil.

Berita Terkait

Ubah Limbah Jadi Biogas, Warga Manokwari Selatan Hemat Energi & Biaya
Mendes Yandri Ajak ISSF dan Perusahaan Mitra Perluas Desa Binaan
Kementerian PU Salurkan 136 Ribu Liter Air untuk Warga dan Penanganan Karhutla di Sorong
DPR Setujui RUU Satu Data Indonesia Jadi Undang-Undang
Kementerian PU Suplesi Air untuk Jaga 8.845 Hektare Sawah di Nganjuk
Kementerian PU Perkuat Jembatan Kr Tingkeum untuk Mudahkan Konektivitas dan Lindungi Dari Daya Rusak Sungai
Kementerian PU Kerahkan Pompa hingga Sumur Bor untuk Jaga Ketersediaan Air bagi 3.330 Hektare Sawah di Jatim
Kapal Kayu Lapuk, Ekspedisi Patriot Ajari Warga Segun Bikin Kapal Fiberglas

Berita Terkait

Thursday, 8 October 2026 - 08:13 WIB

Ubah Limbah Jadi Biogas, Warga Manokwari Selatan Hemat Energi & Biaya

Wednesday, 7 October 2026 - 18:48 WIB

Mendes Yandri Ajak ISSF dan Perusahaan Mitra Perluas Desa Binaan

Wednesday, 7 October 2026 - 18:45 WIB

Kementerian PU Salurkan 136 Ribu Liter Air untuk Warga dan Penanganan Karhutla di Sorong

Wednesday, 7 October 2026 - 09:59 WIB

DPR Setujui RUU Satu Data Indonesia Jadi Undang-Undang

Wednesday, 7 October 2026 - 08:19 WIB

Kementerian PU Suplesi Air untuk Jaga 8.845 Hektare Sawah di Nganjuk

Berita Terbaru