Shopee Gandeng Kemenkop UKM Perluas Pasar Ekspor Produk UMKM Indonesia

Thursday, 5 December 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com — Shopee akan memperluas pasar ekspor produk UMKM Indonesia ke mancanegara pada tahun 2020 dengan bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop dan UKM).

Sebab produk UMKM Indonesia khususnya fashion dan kecantikan disebut sangat kompetitif bila dibandingkan dengan negara mana pun di seluruh dunia untuk pasar Asia Tenggara.

“Pak Menteri senang sekali pertama ada program ekspor. Yang kedua Pak Menteri ingin mempelajari lebih lanjut faktor-faktor apa saja yang membuat produk-produk UMKM di luar itu laku,” ujar Head of Public Policy & Government Relations at Shopee, Radityo Triatmojo usai bertemu Menkop UKM Teten Masduki di kantornya, Jakarta, Rabu (3/12/2019).

“Jadi tadi kita sampaikan inside-insidenya yang sudah kita pelajari. Misalnya harga itu di kisaran berapa untuk produk Indonesia dan ternyata produk UKM Indonesia itu sangat kompetitif harganya,” sambung Radityo.

Dengan memperluas program ekspor ini diharapkan banyak negara mengakses produk-produk unggulan UMKM dari Indonesia.

“Kita juga sampaikan ke Pak Menteri bahwa kita sangat confidence, kita tambahkan produk-produk terutama dari fashion dan kecantikan itu di negara-negara lain. Karena setelah kita hitung di internal kita itu sangat kompetitif,” kata Radityo.

Dalam hal ini Shopee Indonesia akan melibatkan UMKM unggulan binaan Kemenkop dan UKM dalam kegiatan ekspor tersebut.

“Kita akan mempelajari lebih jauh kira-kita UMKM unggulan mana di binaan kementerian yang nantinya kita persiapkan untuk ekspor di tahun depan,” papar dia.

“Kita akan lihat dari sisi produk kemudian, syarat-syaratnya di negara tujuan dan juga populer harga, hingga narasi deskripsi produknya. Jadi benar-benar menarik ketika kita angkat di Shopee negara lain,” lanjutnya.

Radityo mengatakan Shopee Indonesia memiliki 2,5 juta penjual aktif dengan komposisi pelaku usaha lebih banyak didominasi oleh kelas UMKM yakni 99,3 persen, sedangkan sisanya usaha skala besar.

See also  Kementerian PUPR Tata KSPN Danau Toba Sebagai Destinasi Wisata Unggulan

“Tadi kita sampaikan program UKM untuk naik kelas Shopee itu apa saja yang sudah berjalan bersama Kementerian Koperasi dan UKM. Terus kita juga sampaikan komposisi UKM di Shopee yang sejauh ini 99,3 persen,” tutup Radityo.

Berita Terkait

Jangan Sampai Anak Lokal Jadi Penonton di Tanah Sendiri
Mitigasi Risiko, Menteri Dody Pantau Huntara Tegal
Sekolah Rakyat Jatim 1 Surabaya Disiapkan Menjadi Kawasan Pendidikan Terpadu
KOWANI Tegaskan KLB Tak Punya Dasar Konstitusional
BULD DPD RI Temui Disharmonisasi Regulasi dan Kewenangan Pusat-Daerah dalam Penyelenggaraan Pendidikan
Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Huntara Rusak Akibat Puting Beliung di Aceh Utara
Hutama Karya Catat Lebih dari 900 Ribu Kendaraan Melintas di JTTS Selama Libur Panjang Idul Adha, Waisak, dan Hari Lahir Pancasila
Kementerian PU Percepat Pelaksanaan Program Prioritas Presiden, Pastikan Berjalan Tepat Sasaran dan Tepat Waktu

Berita Terkait

Monday, 8 June 2026 - 09:20 WIB

Jangan Sampai Anak Lokal Jadi Penonton di Tanah Sendiri

Sunday, 7 June 2026 - 18:16 WIB

Mitigasi Risiko, Menteri Dody Pantau Huntara Tegal

Saturday, 6 June 2026 - 20:46 WIB

Sekolah Rakyat Jatim 1 Surabaya Disiapkan Menjadi Kawasan Pendidikan Terpadu

Friday, 5 June 2026 - 01:49 WIB

KOWANI Tegaskan KLB Tak Punya Dasar Konstitusional

Thursday, 4 June 2026 - 16:01 WIB

BULD DPD RI Temui Disharmonisasi Regulasi dan Kewenangan Pusat-Daerah dalam Penyelenggaraan Pendidikan

Berita Terbaru

Berita Utama

Dari London hingga Papua, Mereka Datang untuk Membangun Indonesia

Tuesday, 9 Jun 2026 - 00:31 WIB

Berita Utama

Pemerintah dan DPR Sepakat ASN Disesuaikan Kemampuan Fiskal Daerah

Tuesday, 9 Jun 2026 - 00:29 WIB

foto ist

News

Shin Tae-yong Resmi Latih Persija

Monday, 8 Jun 2026 - 17:02 WIB

ilustrasi / foto ist

Megapolitan

Dolar Tembus Rp18.000, Omzet Warteg Anjlok hingga 50 Persen

Monday, 8 Jun 2026 - 16:57 WIB