Dorong Perajin Cangkul Purworejo Berkoperasi Agar Lebih Efisien

Thursday, 9 January 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM Victoria Simanungkalit mendorong seluruh perajin yang ada di sentra cangkul Desa Kalisemo, Kecamatan Liano, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, agar tergabung dalam satu wadah usaha bernama koperasi. “Dengan berkoperasi akan tercipta efisiensi produksi dan juga pemasaran. Tentunya, akan menekan harga satuan cangkul”, ucap Victoria, usai meninjau stand Sentra Cangkul Kalisemo di acara Pasar Rakyat dan pameran produk UKM di Desa Brunorejo, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, Selasa (7/1).

Dengan berkoperasi, lanjut Victoria, maka segala kendala yang dihadapi selama ini bisa diantisipasi. Diantaranya, pengadaan mesin teknologi pembuat cangkul, bahan baku, hingga pemasaran, bisa dilakukan koperasi. “Para perajin hanya fokus pada produksi cangkul dan kualitasnya. Urusan lain-lainnya, termasuk permodalan, akan disiapkan koperasi”, jelas Victoria.

Victoria pun menegaskan bahwa pihaknya akan mendorong pengembangan Sentra Cangkul Desa Kalisemo tersebut. “Kami akan jalin kerjasama dengan PT Krakatau Steel dalam pengadaan bahan baku baja untuk cangkul dengan standar nasional atau SNI. Setelah itu, kita akan mendorong agar cangkul lokal masuk ke dalam e-katalog”, ujar Victoria.

Lebih dari itu, kata Victoria, pihaknya juga sudah bekerjasama dengan BUMN-BUMN, instansi pemerintah, hingga pemerintah daerah, agar menggunakan produk cangkul buatan anak bangsa sendiri. “Kita akan terus menjaga produksi dan kualitas cangkul dalam negeri, yang tentunya secara perlahan akan mampu mengurangi cangkul asal impor”, tukas Victoria.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Purworejo Bambang Susilo juga menekankan pentingnya berkoperasi bagi para perajin cangkul Desa Kalisemo. “Melalui koperasi, mereka akan memproduksi cangkul yang berkualitas dengan harga lebih murah, ketimbang produksi cangkul sendiri-sendiri”, kata Bambang.

See also  Tidak Profesional, Kemenag Harap Otoritas Periksa Manajemen Saudia Airlines

Terlebih lagi, kata Bambang, selama ini proses pembuatan cangkul masih dilakukan secara manual atau belum menggunakan teknologi mesin. “Saya yakin, dengan berkoperasi, perajin cangkul bisa melawan produk cangkul impor”, tandas Bambang.

Bambang mengakui bahwa produk cangkul Desa Kalisemo secara kualitas memang sudah bagus. Hanya saja, dari sisi harga masih terbilang tinggi bila dibandingkan produk cangkul asal impor. “Kenapa bisa lebih mahal, karena yang diproduksi perajin Kalisemo adalah cangkul untuk sektor pertanian. Sementara cangkul impor hanya bisa digunakan untuk proyek bangunan. Jadi, secara kekuatan dan kualitas, cangkul untuk pertanian lebih berkualitas dan lebih kuat”, papar Bambang.

Dalam kesempatan yang sama, salah seorang perajin cangkul Kalisemo bernama Slamet Widodo menjelaskan, sentra cangkul Desa Kalisemo sudah sejak dulu ada, alias sudah turun temurun keluarga di sana. “Sudah dari zaman kakek-kakek kita, Desa Kalisemo sudah dikenal sebagai sentra cangkul”, kata Slamet.

Slamet menambahkan, di Desa Kalisemo terdapat 11 sentra cangkul dengan produksi 15 cangkul perhari persentra. “Pemasaran produk cangkul kita sudah masuk ke pasar di Yogyakarta, Magelang, Boyolali, Salatiga, dan tentu saja Purworejo”, kata Slamet seraya menyebutkan kesulitan pihaknya adalah mendapatkan bahan baku berkualitas.

Dengan harga cangkul sebesar Rp150 ribu, Slamet mengakui memang lebih mahal ketimbang cangkul impor. Karena, produk cangkul Kalisemo berbahan plat besi yang diisi baja. “Jangan disamakan dengan cangkul buatan pabrik yang hanya berbahan baku besi tanpa baja. Jadi, secara kualitas, produk cangkul Kalisemo jauh lebih tinggi dibanding cangkul impor”, pungkas Slamet. (RED)

Berita Terkait

Kementerian PU Tegaskan Jembatan Enang-Enang Tidak Ditutup, Justru Diperkuat Demi Keselamatan Masyarakat
Rempang Disiapkan Jadi Gerbang Investor
PP PBVSI Berikan Target Tinggi Timnas Voli Putra Indonesia di SEA V Cup 2026
Menteri Dody Sematkan Rompi Kuning, Apresiasi Warga Penjaga Konektivitas di Jembatan Enang-Enang
Hutama Karya Gelar Operasi Keselamatan Secara Berkela di Seluruh Ruas Tol Kelolaan
Prabowo Sambut Narendra Modi, Bahas PLTS hingga Kampus IIT di Indonesia
Perkuat Perlindungan Ekosistem Pantai di Jepara, PT Pelayaran Bahtera Adhiguna Tanam 1.000 Pohon Pesisir
Infrastruktur Jalan dan Air Dibangun, Harapan Baru untuk Wanam, Papua Selatan

Berita Terkait

Saturday, 11 July 2026 - 14:39 WIB

Kementerian PU Tegaskan Jembatan Enang-Enang Tidak Ditutup, Justru Diperkuat Demi Keselamatan Masyarakat

Saturday, 11 July 2026 - 14:25 WIB

Rempang Disiapkan Jadi Gerbang Investor

Thursday, 9 July 2026 - 16:36 WIB

PP PBVSI Berikan Target Tinggi Timnas Voli Putra Indonesia di SEA V Cup 2026

Wednesday, 8 July 2026 - 17:32 WIB

Menteri Dody Sematkan Rompi Kuning, Apresiasi Warga Penjaga Konektivitas di Jembatan Enang-Enang

Tuesday, 7 July 2026 - 18:58 WIB

Hutama Karya Gelar Operasi Keselamatan Secara Berkela di Seluruh Ruas Tol Kelolaan

Berita Terbaru