Kemenkop dan UKM Siap Fasilitasi Pelaku Usaha Mebel & Furnitur Go Global

Sunday, 2 February 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Besarnya potensi industri furnitur, mebel dan kerajinan (craft) di Tanah Air, harus benar-benar ditangkap peluangnya oleh para pelaku usaha. Pasalnya, industri tersebut telah memiliki pasar yang sangat diminati oleh konsumen luar negeri.

Di kota Surakarta, Solo misalnya, beberapa sentra industri furnitur ini telah mendapat market potensial untuk pasar ekspor. Hal itu terlihat dalam kunjungan kerja yang dilakukan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di beberapa sentra industri furnitur dan kerajinan tangan, di antaranya di Pasar Mebel Ngamplak (furnitur kayu) dan Koperasi Manunggal Jaya Trangsan Sukoharjo (industri rotan).

Di Pasar Mebel Ngamplak, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Mebel Gilingan Kota Surakarta Budi Santoso mengatakan, kawasan pasar Mebel Ngamplak ini masuk dalam program Presiden Joko Widodo dalam percepatan kawasan ekonomi strategis di Jateng selama tiga tahun ke depan (2021-2023).

Pasar seluas 6.800 meter persegi (m2) ini memang menjadi salah satu daerah yang dikenal sebagai industri mebel. Namun sayangnya dikeluhkan Budi, sejak berdiri pada 1970-an, pasar ini kerap kali mengalami kebakaran.

“Sudah tiga kali kebakaran, dari habis terus bangun lagi, terus kebakar lagi. Kami berharap, pembangunan kembali Pasar Mebel Ngamplak ini mengakomodasi kebutuhan para perajin. Karena kalau tidak didukung bagaimana industri mebel survive bahkan menembus ekspor yang lebih luas,” curhatnya saat diskusi dan dialog bersama Menkop dan UKM Teten Masduki di Solo, Jateng, Minggu (2/2).

Tak hanya masalah infrastruktur pasar, market hingga produksi mebel ini juga menjadi keluhan beberapa pelaku usaha saat bertemu Menkop dan UKM. Padahal Pasar Mebel Ngamplak ini omzetnya mencapai lebih dari Rp 10 miliar per tahun, dengan kontribusi pajak ke APBD hingga Rp 27,1 miliar per tahun.

See also  Gus Menteri: Digitalisasi Penting untuk Pembangunan Desa

“Kami mengelola 44 pasar, masing-masing potensi ini telah kami maksimalkan. Sementara kami juga menaungi 67 pedagang sekaligus perajin mebel,” ujarnya.

Sementara Koperasi Manunggal Jaya Trangsan Sukoharjo Suparji menuturkan, industri kerajinan rotan asal Sukoharjo ini telah sukses menembus market global di antaranya Spanyol, Uni Emirat Arab hingga Afrika Selatan.

“Di 2019, di bawah naungan koperasi rotan sukses memenuhi demand tiga negara tersebut sebanyak 12 kontainer dengan nilai transaksi mencapai 140 ribu dolar Amerika Serikat atau setara Rp 1,91 miliar,” sebutnya.

Namun permasalahan bahan baku, saat ini masih menjadi kendala bagi koperasi dalam memenuhi permintaan pasar luar negeri. Selama ini, pasokan bahan baku rotan justru didatangkan dari luar Pulau Jawa yaitu Sulawesi, Kalimantan dan Aceh.

Suparji menyebut, dalam kurun waktu dua tahun terakhir, permintaan rotan meningkat pesat, terutama sejak adanya perdagangan bebas. “Buyer dari Amerika kalau sudah datang pasti pesannya jumlah besar. Selain bahan baku, SDM juga masih jadi kendala,” tuturnya.

Pihaknya pun meminta adanya pelatihan dari ahli yang dibantu oleh Kemenkop dan UKM, terutama dalam pembuatan produk rotan berstandar ekspor.

“Di masa kejayaannya di era tahun 80-an, industri rotan mampu memproduksi 400 unit per bulan. Kami ingin balik lagi di era kejayaan itu,” ucapnya.

Menkop dan UKM Teten Masduki berujar, saat ini didorong bagaimana meningkatkan ekspor. “Bagaimana pun juga negara masih butuh dolar atau mengurangi impor. Dalam 2-3 tahun harus ada pertumbuhan ekspor atau kurangi impor,” ucapnya.

Mebel maupun furnitur lanjut Teten, salah satu industri yang diprioritaskan untuk ditingkatkan produksinya baik dalam dan luar negeri.

“Perkayuan memang sentranya di Jawa Tengah. Pemerintah harus bersinergi dengan Pemda dan Pemprov untuk produk unggulan nasional. Kami harus menyiapkan ekosistemnya, rantai pasoknya,” ujar Teten.

See also  Resmikan Rusunawa Mahasiswa Unpad, Menteri Basuki Berpesan : Rawat dan Manfaatkan untuk Prestasi Belajar

Problem industri mulai dari pasar, SDM, teknologi, desain dan pembiayaan kata Teten, bakal segera dikonsolidasikan dengan Kementerian/Lembaga (K/L) terkait agar tujuan kenaikan jumlah ekspor produk UMKM bisa terwujud.[]

Berita Terkait

Banjir Melanda Parigi Moutong, Kementerian PU Gerak Cepat Siagakan Peralatan Penanganan
Di Tengah Tragedi Gaza, Anak TK Bandung Galang Donasi
Kementerian PU Perkuat Pasokan Air Bersih Untuk Warga Terdampak Kekeringan Jateng
Kementerian PU Suplai Air Untuk Tangani Kebakaran Lahan di Kalteng dan Malut
Penanganan Dampak El Nino 2026, Kementerian PU Bantu Pemadaman 141 Titik Api Karhutla
Kunjungi Pulau Palue, Menteri Dody Siapkan Solusi Air Bersih dan Pengamanan Pantai
Atasi Kekeringan di Lahan Pertanian Sarolangun, Kementerian PU Kerahkan Pompa Air
Atasi Penyediaan Air Bersih di Pulau Palue, Kementerian PU Siap Jajaki Teknologi BRIN

Berita Terkait

Thursday, 27 August 2026 - 17:25 WIB

Di Tengah Tragedi Gaza, Anak TK Bandung Galang Donasi

Wednesday, 26 August 2026 - 09:43 WIB

Kementerian PU Perkuat Pasokan Air Bersih Untuk Warga Terdampak Kekeringan Jateng

Tuesday, 25 August 2026 - 14:11 WIB

Kementerian PU Suplai Air Untuk Tangani Kebakaran Lahan di Kalteng dan Malut

Tuesday, 25 August 2026 - 00:06 WIB

Penanganan Dampak El Nino 2026, Kementerian PU Bantu Pemadaman 141 Titik Api Karhutla

Monday, 24 August 2026 - 23:53 WIB

Kunjungi Pulau Palue, Menteri Dody Siapkan Solusi Air Bersih dan Pengamanan Pantai

Berita Terbaru

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, saat menerima audiensi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) atau Relawan Pati di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Foto Istimewa

Berita Utama

Dasco Pastikan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember 2026

Friday, 28 Aug 2026 - 01:27 WIB

foto ist

Berita Terbaru

DP Cuma 1 Persen, 130 Ribu Rumah Dipamerkan di Danantara Expo

Friday, 28 Aug 2026 - 01:22 WIB

foto ist

News

Soal RUU Perampasan Aset, Dasco: Tak Selesai, Kami Mundur

Friday, 28 Aug 2026 - 01:14 WIB