Turis Sepi Gegara Corona, Media Asing Sebut Bali Kota Hantu

Saturday, 8 February 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Larangan terbang yang diberlakukan pemerintah Indonesia dari dan ke China menyusul merebaknya wabah Virus Corona menampar sektor pariwisata. Salah satunya di Bali.

Bahkan media asal Inggris, Daily Mail, menjuluki Bali sebagai kota hantu dalam headline di salah satu artikel milik mereka. Hal ini untuk menggambarkan betapa terimbasnya pariwisata di Pulau Dewata tersebut.

Daily Mail, dalam headline-nya, menyebut Bali berubah dari kiblatnya para turis hingga menjadi kota hantu. Menurut Daily Mail, hal tersebut gara-gara dilarang penerbangan dari dan ke China.

“Bali berubah dari Makkah-nya para turis menjadi kota hantu setelah turis China dilarang karena menyebarnya Virus Corona,” demikian bunyi headline Daily Mail, Sabtu (8/2/2020).

Media itu menyebut Indonesia melarang penerbangan dari dan ke China pada Rabu kemarin. Buntutnya, sekitar 5.000 turis China terjebak di pulau tersebut.

Pun Daily Mail memajang foto Bandara I Ngurah Rai, Denpasar, yang terlihat sepi. Daily Mail juga menyebut jalanan yang biasanya ramai oleh turis China, kini sepi.

Foto diduga bandara Ngurah Rai.(Facebook via Daily Mail)

Foto diduga bandara Ngurah Rai.(Facebook via Daily Mail)

Daily Mail juga menyebut bisnis-bisnis di Bali berupaya menyintas dengan memotong jumlah karyawan. Pun disebutkan pusat-pusat perbelanjaan yang dibiarkan kosong di sana.

“Bali sangat terpukul oleh Virus Corona karena jalan-jalan yang dulunya ramai dipenuhi turis Tiongkok kini sepi menyusul larangan penerbangan,” tulis Daily Mail.

Daily Mail bahkan mengutip status seorang warganet yang diduga dari Australia. Dia mengaku khawatir Bali akan kehilangan banyak bisnis lokal jika larangan untuk turis China tidak dicabut.

“Virus Corona telah memukul keras ekonomi di Bali. Kami menetap di Anvaya tercinta di Kuta. Okupansinya kini hanya 50 persen dan staff telah diistirahatkan,” tulis warganet melalui Facebook seperti dikutip Daily Mail.

See also  Hadiri Kenduri Kebangsaan, Presiden: Mari Bersama Hadapi Tantangan Bangsa

Bahkan, tulis Daily Mail, sejumlah warga lokal khawatir imbas finansial ini bakal menghancurkan ekonomi seperti yang terjadi pada tragedi Bom Bali pada 2002.

“Salah satu teman kami di Bali mempekerjakan 20 pengemudi yang mengantarkan turis China dalam tur mereka dan mereka tidak punya pekerjaan,” kata seorang turis Australia seperti dikutip Daily Mail.

“Penduduk setempat memiliki kenangan segar tentang bagaimana rasanya ketika wisatawan berhenti datang setelah pemboman,” lanjutnya.(*)

Berita Terkait

Prabowo Saksikan Penyelamatan Rp13,24 Triliun dan 259 Ribu Hektare Hutan
Bappisus Bakal Bersihkan 532 Lapas dan Rutan
Guru Besar ITPLN Dorong PLTS 100 GWp Ciptakan 5,52 Juta Kerja
Hari Batik Nasional, Pertamina Buka Ruang Berkarya dan Kemandirian Ekonomi
Sawah Kekurangan Air, Pompa Dikerahkan di Bekasi hingga Cirebon
Dorong Ketahanan Pangan, Transmigran Gerbang Mas Perkasa dan TEP UI Sulap Lahan Tandus Jadi Pekarangan
Gunhar: Kekayaan Alam Harus Digunakan Sebesar-besarnya untuk Kesejahteraan Rakyat
Menteri Dody Sisir Titik Kekeringan, Perjuangkan Air bagi Petani demi Swasembada Pangan

Berita Terkait

Wednesday, 7 October 2026 - 12:50 WIB

Prabowo Saksikan Penyelamatan Rp13,24 Triliun dan 259 Ribu Hektare Hutan

Monday, 5 October 2026 - 13:04 WIB

Bappisus Bakal Bersihkan 532 Lapas dan Rutan

Saturday, 3 October 2026 - 13:53 WIB

Guru Besar ITPLN Dorong PLTS 100 GWp Ciptakan 5,52 Juta Kerja

Saturday, 3 October 2026 - 10:54 WIB

Hari Batik Nasional, Pertamina Buka Ruang Berkarya dan Kemandirian Ekonomi

Friday, 2 October 2026 - 12:41 WIB

Sawah Kekurangan Air, Pompa Dikerahkan di Bekasi hingga Cirebon

Berita Terbaru

Nasional

Mendes Yandri Ajak ISSF dan Perusahaan Mitra Perluas Desa Binaan

Wednesday, 7 Oct 2026 - 18:48 WIB

Energy

Fasilitasi OTA Wolbachia di Kampus, ITPLN Aktif Berantas DBD

Wednesday, 7 Oct 2026 - 16:39 WIB