Kemenkop UKM: Proyek Blok Masela Harus Beri Dampak Ekonomi Bagi Pelaku KUMKM

Tuesday, 3 March 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com — Proyek Blok Masela pada tahun 2020 ini sudah bisa memasuki tahapan proses konstruksi fasilitas produksi, sedangkan mulai produksi (on stream) ditargetkan pada 2027. Dengan dimulainya pengelolaan Blok Masela ini diharapkan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar yang di dalamnya terdapat pelaku koperasi dan UMKM.

“Jadi kalau lokasi ini bisa berkembang dengan bisnis pada migas tentu pekerjanya butuh makan, maka jangan menyerahkan kepada pihak luar untuk menyiapkan urusan seperti itu, tapi berikan kepada masyarakat lokal di sini,” kata Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rully Indrawan saat membuka Rakor Perencanaan Pusat dan Daerah (Rakorda) Pemberdayaan KUMKM di Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Selasa (3/3/2020).

“Kemudian juga membutuhkan jenis pekerjaan yang dibutuhkan seperti penyediaan alat-alat yang mendukung kegiatan produksi, kenapa tidak dikerjasamakan dengan masyarakat sehingga secara sosial tidak terjadi pelarisasi di masyarakat, ada kelompok yang diuntungkan, ada kelompok yang dirugikan. Itu berbahaya,” tambahnya.

Prof Rully juga berharap terjadi sharing ekonomi antara perusahaan dengan masyarakat setempat. Sharing ekonomi ini akan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak bilamana saling bersinergi.

“Ini pun diharapkan Blok Masela mengembangkan apa itu ekonomi sharing, ekonomi yang menumbuhkan semua pihak karena tidak berjalan sendiri-sendiri. Di tahun sekitar 80an-90an ada praktik-praktik di mana masyarakat di sekitar itu hanya menjadi penonton, malah menjadi korban yang akhirnya mereka mencari kehidupan di luar negeri. Ini gak boleh terjadi. Kalau kurang mampu harus dilatih bersama-sama, kalau gak punya pengelaman kasih pengalaman,” ujar Prof Rully.

“Saya kira ini perlu dikomunikasikan dengan rekan-rekan di level kementerian perekonomian dalam hal ini nanti kita coba mediasi dengan para pihak, termasuk juga dengan perusahaan yang akan nanti menjadi leader. Dan semoga ini menjadi contoh nasional di Tanimbar. Tidak boleh Tanimbar ini masyarakatnya terusir dari tanah leluhurnya hanya karena dianggap tidak mampu mengerjakan apa yang dituntut oleh projek tersebut,” sambung Prof Rully.

See also  Motivasi Anak, Mensos Risma Kalian Tidak Boleh Menyerah dan Putus Asa

Kemenkop dan UKM sendiri akan menyiapkan sejumlah program bagi penguatan pelaku koperasi dan UMKM di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. “Pertama, kita suport dari sisi peningkatan kapasitas melalui pelatihan-pelatihan. Pelatihan apa yang dalam waktu dekat ini akan kita coba sampaikan kepada masyarakat di sini,” kata Prof Rully.

Kedua, Kemenkop dan UKM juga menyiapkan kelembagaan koperasi bagi pelaku UKM di Kabupaten yang berbatasan langsung dengam Australia tersebut. “Kita fokuskan ke koperasi wanita, karena kebanyakan wanita punya waktu yang lebih. Nanti kita kucurkan skema kredit Mekar dari PNM. Selanjutnya program ini akan menjadi pilot project bagi daerah lain yang setipe,” ucap Prof Rully.

Ketiga, memberi dukungan pembiayaan bagi penguatan modal usaha pelaku KUMKM melalui pengembangan startup. “Tadi kita juga minta PNM terlibat di sini. Nanti Kalau itu sudah berjalan dan kelembagaan koperasi sudah berjalan itu akan lebih baik dan saya kira KUR sudah jalan. Kalau diformalkan melalui koperasi maka LPDB bisa bantu,” katanya.

Bupati Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolon menyampaikan keseriusan mereka dalam mengembangkan dan membina koperasi dan UKM menjelang beroperasinya Blok Masela. Sampai saat ini jumlah koperasi di salah satu kabupaten terluar di Provinsi Maluku itu sebanyak 187 unit. Dari jumlah tersebut sebanyak 159 aktif, sedangkan 28 koperasi tidak aktif. Untuk jumlah UMKM tercatat sebanyak 7928 unit.

“Dalam menyongsong beroperasinya Blok Masela, pemerintah daerah mengharapkan campur tangan dari pemerintah pusat dalam hal ini dari Kementerian Koperasi dan UKM, maupun pemerintah Provinsi Maluku agar kami dibina, dibantu melalui bidangnya masing-masing, agar KUMKM yang ada di Tanimbar dapat siap merebut multiplier effect (dampak berantai) dari hadirnya Blok Masela yang dimulai pada tahun 2020 ini,” ujar Petrus.

See also  MenkopUKM: Sudah Banyak Produk UMKM Berkualitas Berbasis Teknologi dan Inovasi

Ia mengakui banyak kendala yang dihadapi pelaku KUMKM di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Mulai dari minimnya sumber daya manusia (SDM) untuk menatakelola KUMKM, terbatasnya modal usaha, serta masih kurangnya sarana dan prasarana pendukung.

“Oleh karena itu, dengan penuh kerendahan hati saya atas nama masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar memohon perhatian, uluran tangan dari Pak Sesmen, Pak Gunernur dan Kepala Dinas KUMKM kiranya melihat kami yang ada di perbtasan ini. Jadikan kami sebagai teras Provinsi Maluku. Jadikan pula kami sebagai teras NKRI untuk menjadi model bagi kabupaten-kota lain,” pungkas dia.

Menurut dia, proyek Blok Masela yang menelan biaya investasi sebesar 20 miliar USD atau setara dengan Rp 289 triliun itu perlu diantisipasi melaluo pemberdayaan KUMKM. “Kami sangat berharap campur tangan, bantuan dari Kementerian Koperasi dan UKM, Dinas Koperasi agar kami dibina, agar tidak menjadi penonton ketika Blok Masela mulai beroperasi,” tutup Petrus. []

Berita Terkait

Penanganan Dampak El Nino 2026, Kementerian PU Bantu Pemadaman 141 Titik Api Karhutla
Kunjungi Pulau Palue, Menteri Dody Siapkan Solusi Air Bersih dan Pengamanan Pantai
Atasi Kekeringan di Lahan Pertanian Sarolangun, Kementerian PU Kerahkan Pompa Air
Atasi Penyediaan Air Bersih di Pulau Palue, Kementerian PU Siap Jajaki Teknologi BRIN
Tiba di Sikka, Menteri Dody: Pemulihan Konektivitas Menjadi Salah Satu Prioritas Penanganan Pasca Gempa
Kementerian PU Alirkan Air Irigasi Ke Persawahan Terdampak Kekeringan di Kota Sungai Penuh
Bencana Karhutla Kalimantan, Ketua DPD RI Sultan Minta Peran Badan Restorasi Gambut Diperkuat
Kementerian PU Perkuat Layanan Air Minum dan Sanitasi untuk 2.623 Pengungsi di Reok

Berita Terkait

Tuesday, 25 August 2026 - 00:06 WIB

Penanganan Dampak El Nino 2026, Kementerian PU Bantu Pemadaman 141 Titik Api Karhutla

Monday, 24 August 2026 - 23:53 WIB

Kunjungi Pulau Palue, Menteri Dody Siapkan Solusi Air Bersih dan Pengamanan Pantai

Monday, 24 August 2026 - 18:45 WIB

Atasi Kekeringan di Lahan Pertanian Sarolangun, Kementerian PU Kerahkan Pompa Air

Monday, 24 August 2026 - 16:20 WIB

Atasi Penyediaan Air Bersih di Pulau Palue, Kementerian PU Siap Jajaki Teknologi BRIN

Monday, 24 August 2026 - 15:09 WIB

Tiba di Sikka, Menteri Dody: Pemulihan Konektivitas Menjadi Salah Satu Prioritas Penanganan Pasca Gempa

Berita Terbaru

foto ist

News

BMKG Sebut Asap Karhutla Bisa Lintas Negara

Tuesday, 25 Aug 2026 - 00:16 WIB