Komisi IX Minta Masyarakat Tenang Sikapi Corona

Thursday, 5 March 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene

Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene

DAELPOS.com – Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene meminta masyarakat untuk bersikap tenang dalam menyikapi virus Corona (COVID-19) yang dikabarkan telah masuk ke Indonesia. Menurutnya jika masyarakat panik dan cemas berlebihan, maka itu akan merugikan masyarakatnya sendiri. Apalagi, wabah virus Corona itu bukan hanya terjadi di Indonesia saja, namun di sejumlah negara.

“Kita sampaikan pada masyarakat jangankah kita panik. Saya anjurkan untuk tetap tingkatkan imun kita. Karena sampai hari ini obatnya belum ada. Jadi sebetulnya orang sakit itu lebih karena pikiran, marilah kita positive thinking, tapi jangan juga kita abaikan informasi yang ada,” ujar Felly usai memimpin kunjungan on the spot Komisi IX DPR RI ke Kementerian Kesehatan, dan rapat dengan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Rabu (4/2/2020).

Selain menganjurkan masyarakat untuk tenang, politisi Partai NasDem ini juga meminta aparatur terkait untuk meningkatkan pendeteksian dini terkait penyebaran virus corona. Terutama untuk jajaran imigrasi dan karantina bandara, Felly meminta agar setiap ada Warga Negara Asing (WNA) yang masuk untuk dapat dilakukan pengecekan terlebih dulu.

“Kami minta pada Kemenkes untuk koordinsi dengan otoritas bandara seperti Kementerian Perhubungan, Imigrasi dan Karantina untuk memperketat jalur keluar masuk tiap orang per orang. Tak hanya bandara ya, tapi juga pintu masuk darat dan laut. Kami minta untuk ditingkatkan deteksi awal,” tegas Felly.

Selain itu, kepada jajaran media massa, Felly juga mengungkapkan untuk bersikap proporsional dalam memberitakan kejadian virus Corona ini. Pasalnya, hingga kini banyak masyarakat yang menjadi panik akibat pemberitaan di media massa yang begitu massif. Menurutnya, waspada boleh tapi jangan sampai menimbulkan kepanikan yang berlebih.

See also  Tingkatkan Daya Saing UMKM Melalui Kemitraan dengan Usaha-Usaha Besar

“Jadi sebetulnya, terjangkitnya corona dari satu ke yang lain itu cepat. Tapi bisa dibilang tingkat kematiannya itu banyak menyeranf orang-orang yang lanjut usia. Jadi ini tentang bagaimana meningkatkan daya tahan tubuh kita dan kita bersikap tenang serta berfikiran positif,” jelas legislator dapil Sulawesi Utara itu.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dalam kesempatan ini mengungkapkan akan terus melakukan kerja pendeteksian dini terhadap seluruh elemen yang menyebabkan tersebarnya virus corona, adapun antisipasi dan koordinasi dengan seluruh pihak terkait terus dilakukan secara berkala, termasuk juga koordinasi dengan jajaran kepala daerah. []

Berita Terkait

TelkomGroup Perkuat Kedaulatan Digital Nasional, Dorong Indonesia Jadi Indo-Pacific Digital Hub
Mendes Yandri Paparkan 5 Isu Termasuk Penanganan Karhutla untuk Masyarakat Desa
Investasi FreeNow di Morowali Buka Peluang Kerja bagi Masyarakat Lokal
Kementerian PU dan BUJT Bangun Rest Area Pertama di Tol Cisumdawu, Siap Fungsional saat Nataru 2026/2027
Belajar dari Chongqing, Iftitah: Desa Harus Jadi Tempat Mencari Penghidupan, Bukan Sekadar Tempat Ditinggalkan
Mendes Yandri Ajak Keluarga Besar Al-Khairiyah Bangun Desa Lewat Ekonomi
Olah Kelapa Jadi Parutan Kering, Warga Pulau Bacan Malut Tambah Pendapatan
Hadiri Pameran Trade Expo Indonesia, Mendes Ingin Produk Hilirisasi Desa Go Internasional

Berita Terkait

Monday, 19 October 2026 - 16:28 WIB

TelkomGroup Perkuat Kedaulatan Digital Nasional, Dorong Indonesia Jadi Indo-Pacific Digital Hub

Monday, 19 October 2026 - 16:19 WIB

Mendes Yandri Paparkan 5 Isu Termasuk Penanganan Karhutla untuk Masyarakat Desa

Monday, 19 October 2026 - 13:37 WIB

Investasi FreeNow di Morowali Buka Peluang Kerja bagi Masyarakat Lokal

Sunday, 18 October 2026 - 20:30 WIB

Kementerian PU dan BUJT Bangun Rest Area Pertama di Tol Cisumdawu, Siap Fungsional saat Nataru 2026/2027

Sunday, 18 October 2026 - 20:18 WIB

Belajar dari Chongqing, Iftitah: Desa Harus Jadi Tempat Mencari Penghidupan, Bukan Sekadar Tempat Ditinggalkan

Berita Terbaru