Tingkatkan Optimalisasi Aset Negara

Friday, 6 March 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Guna meningkatkan peran fungsional penata laksana barang dan penilai barang milik negara dalam optimalisasi aset negara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelenggarakan peningkatan kapasitas pada Rabu (3/3) di Gedung Merah Putih, Jakarta.

Saat membuka acara Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan, “permasalahan aset ini tidak hanya untuk optimalisasinya saja tetapi juga pengamanan,” kata Alex kepada peserta yang berasal dari Tim Kordinasi Supervisi Pencegahan (Korsupgah) dan Unit Pengelolaan Barang Bukti dan Eksekusi (Labuksi) KPK.

Kata Alex, Pimpinan KPK telah memberi arahan kepada Unit Labuksi agar penataan aset dilakukan dengan baik, tidak hanya aset berupa barang rampasan, tapi juga aset yang dikelola sendiri seperti Gedung KPK.

Pemanfaatan BMN berlaku untuk BMN yang berada pada pengguna barang, maupun yang mengelola barang. “Adanya ketentuan, menjamin proses pemanfaatan BMN dapat berjalan dengan tertib, terarah, adil, akuntabel, untuk mewujudkan pengelolaan BMN yang efisien, efektif, dan optimal,” tambah Alex.

Pemanfaatan BMN dapat memberikan kontribusi maksimal bagi bangsa dan negara, lewat pemasukan uang ke negara. Alex menegaskan, “Data pemetaan terkait dengan pemanfaatan BMN yang sudah dicapai dan potensi yang masih mungkin diraih, sangat diperlukan dalam rangka optimalisasi pemanfaatan BMN.”

Dalam kesempatan itu, juga menghadirkan Direktur Barang Milik Negara (BMN), Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan, Ncep Sudarwan. Ia memaparkan bahwa, “Masalah utama dalam BMN itu, ada barangnya tetapi catatannya tidak ada. Sebaliknya, tidak ada barangnya, tetapi catatannya ada. Lebih gila lagi, barangnya tidak ada tetapi masih minta pemeliharaan.”

Barang Milik Negara atau BMN adalah semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban APBN atau berasal dari perolehan lainnya yang sah. Menurut Ncep, aset BMN Indonesia saat ini Rp2.400 triliun. Setelah reevaluasi selama dua tahun, mulai 2016 hingga 2017, naik menjadi Rp6.000 triliun.

See also  Larangan Mudik Lebaran 2021, Beberapa Terminal Bus Bakal Ditutup Kecuali Pulo Gebang

“Yang paling mungkin dioptimalkan untuk menambah penerimaan negara adalah BMN yang berupa tanah dan atau bangunan karena mempunyai nilai ekonomis tinggi,” tutup Ncep. []

Berita Terkait

TelkomGroup Perkuat Kedaulatan Digital Nasional, Dorong Indonesia Jadi Indo-Pacific Digital Hub
Mendes Yandri Paparkan 5 Isu Termasuk Penanganan Karhutla untuk Masyarakat Desa
Investasi FreeNow di Morowali Buka Peluang Kerja bagi Masyarakat Lokal
Kementerian PU dan BUJT Bangun Rest Area Pertama di Tol Cisumdawu, Siap Fungsional saat Nataru 2026/2027
Belajar dari Chongqing, Iftitah: Desa Harus Jadi Tempat Mencari Penghidupan, Bukan Sekadar Tempat Ditinggalkan
Mendes Yandri Ajak Keluarga Besar Al-Khairiyah Bangun Desa Lewat Ekonomi
Olah Kelapa Jadi Parutan Kering, Warga Pulau Bacan Malut Tambah Pendapatan
Hadiri Pameran Trade Expo Indonesia, Mendes Ingin Produk Hilirisasi Desa Go Internasional

Berita Terkait

Monday, 19 October 2026 - 16:28 WIB

TelkomGroup Perkuat Kedaulatan Digital Nasional, Dorong Indonesia Jadi Indo-Pacific Digital Hub

Monday, 19 October 2026 - 16:19 WIB

Mendes Yandri Paparkan 5 Isu Termasuk Penanganan Karhutla untuk Masyarakat Desa

Monday, 19 October 2026 - 13:37 WIB

Investasi FreeNow di Morowali Buka Peluang Kerja bagi Masyarakat Lokal

Sunday, 18 October 2026 - 20:30 WIB

Kementerian PU dan BUJT Bangun Rest Area Pertama di Tol Cisumdawu, Siap Fungsional saat Nataru 2026/2027

Sunday, 18 October 2026 - 20:18 WIB

Belajar dari Chongqing, Iftitah: Desa Harus Jadi Tempat Mencari Penghidupan, Bukan Sekadar Tempat Ditinggalkan

Berita Terbaru