Mentrans: Masa Depan Indonesia Tidak Ditentukan oleh Jawa

Tuesday, 23 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Selama puluhan tahun, sebagian besar penduduk, industri, infrastruktur, perguruan tinggi unggulan, hingga talenta terbaik Indonesia terkonsentrasi di Pulau Jawa. Menurut Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, kondisi tersebut tidak bisa terus berlangsung jika Indonesia ingin menjadi negara maju.

Berbicara di hadapan Majelis Dewan Guru Besar Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) di Kampus Universitas Padjadjaran, Bandung, Jumat (19/6), Iftitah menegaskan masa depan Indonesia tidak ditentukan seberapa maju Pulau Jawa, melainkan oleh kemampuan bangsa membangun pusat-pusat pertumbuhan baru di luar Jawa.

“Hari ini kita menghadapi kenyataan bahwa penduduk terkonsentrasi di Jawa, industri terkonsentrasi di Jawa, infrastruktur terbaik terkonsentrasi di Jawa, perguruan tinggi terbaik terkonsentrasi di Jawa, dan talenta terbaik juga banyak terkonsentrasi di Jawa,” ujarnya.

Akibatnya, sebagian wilayah Indonesia masih berperan sebagai pemasok bahan mentah, sementara proses pengolahan, inovasi, dan penciptaan nilai tambah lebih banyak terjadi di wilayah lain.

Menurut Iftitah, sejarah dunia menunjukkan tidak ada negara maju yang hanya bertumpu pada satu pusat pertumbuhan. Amerika Serikat, Tiongkok, maupun Korea Selatan membangun banyak pusat ekonomi baru di luar wilayah yang lebih dulu berkembang.

“Masa depan Indonesia tidak ditentukan oleh seberapa maju Pulau Jawa. Masa depan Indonesia ditentukan oleh seberapa cepat kita mampu membangun pusat-pusat pertumbuhan baru di luar Pulau Jawa,” tegasnya.

Karena itu, ia menilai transmigrasi harus kembali diposisikan sebagai instrumen pembangunan ekonomi nasional, bukan sekadar program perpindahan penduduk. Kawasan transmigrasi harus menjadi motor lahirnya pusat-pusat produksi, industrialisasi, dan pertumbuhan ekonomi baru yang tersebar di seluruh Nusantara.

“Pertanyaannya bukan lagi berapa orang yang berhasil dipindahkan. Pertanyaannya adalah berapa pusat pertumbuhan baru yang berhasil kita bangun,” pungkasnya.

See also  Cari Masukan & Pelajaran, Mentrans Kunjungi Senior Transmigrasi A.M. Hendropriyono

Berita Terkait

Pascabanjir Tapanuli Tengah, Kementerian PU Perkuat Tebing Sungai
Kementerian PU Percepat Penanganan Permanen 5 Klaster Jalan Nasional Terdampak Banjir di Sumut
Tangis Megawati Iringi Pemakaman Guruh
Kementerian PU Salurkan 127 Ribu Liter Air Bersih ke Warga Babel
Banjir Kembali Terjang Jembatan Kuning Aceh Tenggara, Flyover Jadi Solusi Permanen
Hutama Karya Bangun Integrated Building di Bandara Soekarno-Hatta
Terjunkan 10 Pompa, Kementerian PU Selamatkan 300 Hektare Sawah Kekeringan di Sentra Padi Karawang
Atasi Dampak Kekeringan, Kementerian PU Salurkan 286 Ribu Liter Air Bersih ke 10 Daerah di Jawa Barat

Berita Terkait

Tuesday, 29 September 2026 - 00:12 WIB

Pascabanjir Tapanuli Tengah, Kementerian PU Perkuat Tebing Sungai

Sunday, 27 September 2026 - 22:56 WIB

Kementerian PU Percepat Penanganan Permanen 5 Klaster Jalan Nasional Terdampak Banjir di Sumut

Saturday, 26 September 2026 - 18:30 WIB

Tangis Megawati Iringi Pemakaman Guruh

Saturday, 26 September 2026 - 07:30 WIB

Kementerian PU Salurkan 127 Ribu Liter Air Bersih ke Warga Babel

Friday, 25 September 2026 - 20:37 WIB

Banjir Kembali Terjang Jembatan Kuning Aceh Tenggara, Flyover Jadi Solusi Permanen

Berita Terbaru

Mantan Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto / foto ist

Hukum

Disorot Ombudsman, Perabotan Lapas Cibinong Dicopot

Monday, 28 Sep 2026 - 22:17 WIB

Pramono Anung: Pemprov DKI  / foto ist

Megapolitan

Soal Desil KJP-KJMU, Pramono: Itu Kewenangan Pusat

Monday, 28 Sep 2026 - 16:10 WIB