Jiwasraya dan Asabri Jangan di kaburkan dengan agenda Pilpres 2024

Friday, 13 March 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Qomaruddin Hasan
Kepala Sekolah Pengkaderan BMI

DAELPOS.com – Deklarasi Capres Millenial Erick Tohir kemarin hari selasa, 10 maret 2020 menuai reaksi dari Sayap Partai Demokrat yaitu Bintang Muda Indonesia

Kepala Sekolah Pengkaderan Bintang Muda Indonesia (BMI) Qomaruddin Hasan menilai bahwa luka yang ada di BUMN soal Jiwasraya dan asabri masih mengangah namun dengan tidak elok dan patutnya ada organ yang memunculkan wacana untuk mencapreskan Figur Menteri BUMN maju di Pilpres 2024

Sampai saat ini kasus jiwaseraya dan asabri yang menelan kerugian negara puluhan triliun nasibnya belum menuai kejelasan (sumir) tidak ada goodwill yang ditunjukan pemerintah untuk menuntaskan mega skandal ini kepublik, kurangnya progres dalam penanganan kasus mega sekandal jiwaseraya dan asabri memunculkan image public bahwa mega skandal di endapkan.
Kasus Jiwasraya dan Asabri juga membuat publik tidak percaya dengan public insurance yang dimiliki oleh pemerintah, bukan hanya krisis kepercayaan yang di timbulkan, namun mega sekandal ini juga emunculkan image negatif pada pemerintan jokowi,
Hal tersebut dibuktikan dengan adanya gerakan aksi dengan memasang spanduk untuk mendesak pembongkaran kasus Jiwasraya dan asabri, gerakan itu kita patut apresiasi mengingat kerugian negara yang cukup fantastik nilainya. Selain hal itu ada yg lebih prinsip dalam berbangsa dan bernegara untuk menegakkan keadilan demi kemakmuran rakyat Indonesia.

Dengan kepanikan publik diberbagai sektor mestinya mewacana mencalonkan menteri BUMN utk menjadi capres 2024 tidak dimunculkan duluh, karena ini sama halnya menambah luka yang lebih para lagi, mengingat ekonomi semakin merosot, rupiah melesat tinggi saamapi angka 14 ribu keatas, ditambah goncangan ekonomi global. bila pemerintah tidak hati hati maka bahtera Indonesia akan terpelanting ke jurang kemarahan rakyat, saya kira ibarat rumah, jiwasraya dan asabri adalah pemantik terjadinya krisis legitimasi pada pemerintahan jokowi.

Dalam pengamatan saya ada yang tidak logik dalam proses penanaman saham yang dilakukan oleh jiwaseraya dan asabri. dimana Jiwasraya ditengarai telah memainkan saham di 14 reksa dana dengan total investasi mencapai Rp 9 triliun dan nilai kepemilikan sebesar 50%-100% pada masing-masing emiten. Sebanyak 99,64% dana kelolaan investasi Jiwasraya dilimpahkan pada instrumen saham.

Pertaruhan terbesar Jiwasraya jatuh pada perusahaan perdagangan ikan hias, PT Inti Agri Resources Tbk. (IIKP) dengan total investasi sebesar Rp6 triliun. Nilainya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan aset yang dimiliki IIKP sendiri.
Berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), IIKP hanya memiliki aset Rp332 miliar dan kerap mengalami kerugian. Hal ini tidak logik, Orang awam saja pasti ngerti dan ngk mau naruh modal pada perusahaan yg asetnya lebih kecil ketimbaang modalnya. Pemerintah harusnya tegas dan berani untuk membuka seterang terangnya kasus ini.

See also  Ingat, Ganjil Genap di 13 Ruas Jalan Jakarta Hari Ini Kembali Diberlakukan

Sebagai pengurus BMI pusat pertama kami memintak kepada pemerintah saat ini untuk mengusut secara tuntas sampai akar-akarnya kasus mega sekandal jiwaseraya dan asabri. Kedua kembalikan jiwaseraya dan asabri sebagai lembaga asuransi milik negara tetap prudent, akuntabel dan confident dalam menglolah asuransi.

Qomaruddin Juga meminta kepada Pemerintah untuk menjelaskan secara terang benerangan mengenai perkembangan kasus Jiwasraya dan Asabri sebab bila tidak marwah pemerintah akan Jatuh, dan publik geram dalam menilai kebijakan pemerintah. Kita semua tidak menginginkan adanya pengadilan jalanan dalam merespon mega sekandal ini, ada moral force yang dimiliki masyarakat agar pemerintahan yg dipimpin oleh persiden jokowi lebih baik bukan seperti realitas yg ada sekarang semakin hari semakin terpuruk diberbagai sektor, “pungkasnya”.

Pak Joko Widodo adalah Top leader dalam pemerintahan kita termasuk dalam pemberantasan korupsi, kuat dan tidaknya KPK variabel utama ada ditangan persiden, begitu juga baik atau kurang prestasi pemerintahan juga tergantung persiden dan semua rakyat akan melihat beliau gagal atau berhasil.

Berita Terkait

TelkomGroup Perkuat Kedaulatan Digital Nasional, Dorong Indonesia Jadi Indo-Pacific Digital Hub
Mendes Yandri Paparkan 5 Isu Termasuk Penanganan Karhutla untuk Masyarakat Desa
Investasi FreeNow di Morowali Buka Peluang Kerja bagi Masyarakat Lokal
Kementerian PU dan BUJT Bangun Rest Area Pertama di Tol Cisumdawu, Siap Fungsional saat Nataru 2026/2027
Belajar dari Chongqing, Iftitah: Desa Harus Jadi Tempat Mencari Penghidupan, Bukan Sekadar Tempat Ditinggalkan
Mendes Yandri Ajak Keluarga Besar Al-Khairiyah Bangun Desa Lewat Ekonomi
Olah Kelapa Jadi Parutan Kering, Warga Pulau Bacan Malut Tambah Pendapatan
Hadiri Pameran Trade Expo Indonesia, Mendes Ingin Produk Hilirisasi Desa Go Internasional

Berita Terkait

Monday, 19 October 2026 - 16:28 WIB

TelkomGroup Perkuat Kedaulatan Digital Nasional, Dorong Indonesia Jadi Indo-Pacific Digital Hub

Monday, 19 October 2026 - 16:19 WIB

Mendes Yandri Paparkan 5 Isu Termasuk Penanganan Karhutla untuk Masyarakat Desa

Monday, 19 October 2026 - 13:37 WIB

Investasi FreeNow di Morowali Buka Peluang Kerja bagi Masyarakat Lokal

Sunday, 18 October 2026 - 20:30 WIB

Kementerian PU dan BUJT Bangun Rest Area Pertama di Tol Cisumdawu, Siap Fungsional saat Nataru 2026/2027

Sunday, 18 October 2026 - 20:18 WIB

Belajar dari Chongqing, Iftitah: Desa Harus Jadi Tempat Mencari Penghidupan, Bukan Sekadar Tempat Ditinggalkan

Berita Terbaru