Ditjen PDT Kemendes Genjot Potensi Desa Wisata di Sumba

Tuesday, 17 March 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Era digitalisasi harus dimanfaatkan demi kemajuan pariwisata Indonesia, termasuk desa wisata di daerah tertinggal.

Karenanya, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melalui Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Ditjen PDT) berupaya menggenjot potensi desa wisata di daerah tertinggal.

Dalam rangka digitalisasi pariwisata di daerah tertinggal, Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, Samsul Widodo melakukan kunjungan kerja di Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur selama tiga hari, mulai Minggu (15/3), resmikan implementasi digitalisasi pariwisata di daerah tertinggal.

“Potensi pariwisata di Sumba cukup banyak, namun masih banyak orang yang belum tahu wisata-wisata yang ada di Sumba, oleh karena itu potensi pariwisata tersebut harus dipromosikan secara digital, agar semakin banyak masyarakat yang tahu,” ujar Samsul Widodo, ditemui saat menghadiri atraksi budaya Pasola di Desa Wihura, Kecamatan Wanukaka, Kabupaten Sumba Barat, Senin (16/3).

Pasola adalah sebuah tradisi masyarakat Sumba yang dirayakan untuk menyambut masa panen sekaligus untuk memulai masa tanam.

Pasola dimainkan oleh dua kelompok yang bersenjatakan tombak atau lembing kayu yang tumpul dan juga kuda sebagai sarananya. Keduanya lalu akan saling serang dengan melemparkan lembing ke arah lawan.

Atraksi budaya Pasola yang tiap penyelenggaraannya menyedot ribuan penonton, menjadi salah satu event pariwisata yang ada di Sumba yang akan didigitalisasi.

Selain Pasola, ada juga Rumah Budaya Sumba yang terletak di Sumba Barat Daya dan Ekowisata Mangrove Libu Ranni di Sumba Barat yang diresmikan oleh Dirjen PDT sebagai lokasi wisata yang sudah mengimplementasikan sistem e-ticketing.

Dalam penetrasi digital di daerah tertinggal, Ditjen PDT menggandeng Telkom Indonesia, melalui anak perusahaannya, Metranet dan LinkAja yang akan mempromosikan dan memasarkan paket-paket wisata di Pulau Sumba secara digital dan implementasi sistem pembayaran e-ticketing menggunakan cashles payment.

See also  Tinjau SPALD-T Aceh, Wamen Diana Dorong Peningkatan Sambungan Rumah bagi Masyarakat

Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal dengan Metranet dan LinkAja terkait implementasi digitalisasi desa wisata di daerah tertinggal dan destinasi super prioritas yang dilakukan di pesisir Pantai Pahiwi, Desa Wihura, Kecamatan Wanukaka, Kabupaten Sumba Barat, Senin (16/3).

Ditemui ditempat yang sama, Deputi Perencanaan dan Pengembangan Wilayah LinkAja, Verdy Hendra Permadi mendukung apa yang telah dilakukan oleh Ditjen PDT, khususnya dalam menghadirkan layanan cashless payment system di lokasi-lokasi pariwisata di daerah tertinggal.

“Kehadiran LinkAja di Kabupaten Sumba Barat Daya dan Sumba Barat merupakan bentuk komitmen kami untuk meningkatkan pemerataan akses layanan keuangan digital di seluruh Indonesia,” ujar Verdy.

Dalam kunjungannya ke Pulau Sumba, Samsul Widodo juga berdialog dengan para Kepala Desa di Kabupaten Sumba Barat Daya, Sumba Barat, dan Sumba Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Samsul Widodo menyatakan bahwa alokasi Dana Desa dapat digunakan untuk pengembangan desa wisata.

“Dana desa bisa digunakan untuk pengembangan desa wisata, dengan membangun spot-spot selfie misalnya, sehingga banyak pengunjung yang datang untuk berfoto dan mempostingnya ke media sosial,” ujar Samsul Widodo saat berdialog dengan para Kepala Desa Kabupaten Sumba Barat.

Promosi pariwisata secara digital bisa dengan memanfaatkan media sosial, misalnya dengan memposting lokasi-lokasi wisata yang ada di Sumba, sehingga pariwisata di Sumba akan muncul secara digital.

Dihari terakhir kunjungan kerja di Pulau Sumba, Selasa (17/3), Samsul Widodo mengunjungi kegiatan live-in designer, peningkatan nilai tambah pewarnaan alam (eco fashion) di Desa Watuhadang, Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur, kerjasama Ditjen PDT dengan Perkumpulan Warna Alam Indonesia (Warlami).

Berita Terkait

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Kementerian PU Serap 97 Ribu Tenaga Kerja
Dengan Standarisasi Mutu, Beras Oransbari Siap Jadi Produk Premium
Ketua DPD RI Buka BLISPI Youth Cup V, Dorong Lahirnya Bintang Sepak Bola dari Daerah
Viral Terobos Pagar COP JRF 2026 dan Bentak Petugas, Muldan Akhirnya Minta Maaf
Kementerian PU Bersihkan 11,25 Km Saluran Riam Kanan untuk Bantu Atasi Karhutla di Kalsel
Kementerian Transmigrasi Serahkan 27 Sertipikat Tanah kepada Transmigran di Maluku Tengah
Dari Panen ke Pasar, Petani Transmigrasi Bangka Selatan Jajaki Pasokan Sayur ke SPPG
Bangun Infrastruktur, Berdayakan Masyarakat, PISEW Kementerian PU Serap 8.011 Tenaga Kerja

Berita Terkait

Monday, 26 October 2026 - 17:18 WIB

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Kementerian PU Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Monday, 26 October 2026 - 12:45 WIB

Dengan Standarisasi Mutu, Beras Oransbari Siap Jadi Produk Premium

Sunday, 25 October 2026 - 13:39 WIB

Ketua DPD RI Buka BLISPI Youth Cup V, Dorong Lahirnya Bintang Sepak Bola dari Daerah

Sunday, 25 October 2026 - 09:31 WIB

Viral Terobos Pagar COP JRF 2026 dan Bentak Petugas, Muldan Akhirnya Minta Maaf

Sunday, 25 October 2026 - 09:05 WIB

Kementerian PU Bersihkan 11,25 Km Saluran Riam Kanan untuk Bantu Atasi Karhutla di Kalsel

Berita Terbaru

Ekonomi - Bisnis

Indonesia–Azerbaijan Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Peluang Investasi

Monday, 26 Oct 2026 - 22:09 WIB