Iuran BPJS Tak Perlu Naik, KPK Minta Rekomendasi Cukup Dijalankan

Tuesday, 17 March 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustras

Ilustras

DAELPOS.com – KPK telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi untuk mengatasi defisit Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan. Jika rekomendasi tersebut dijalankan, BPJS tidak perlu menaikkan iuran yang nantinya akan dibebankan kepada masyarakat. 

Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron dalam konferensi pers di Jakarta, pekan lalu.

Seperti diketahui, Mahkamah Agung (MA) baru saja mengabulkan uji materi Peraturan Presiden (Perpres) No.75 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Perpres No.82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, khususnya aturan kenaikan iuran BPJS yang mencapai 100 persen per 1 Januari 2020. Dalam putusannya, MA membatalkan aturan kenaikan iuran BPJS seperti tercantum dalam Pasal 34 ayat (1), (2) Perpres No.75 Tahun 2019 itu.

Keputusan pembatalan yang dikeluarkan oleh MA sejalan dengan temuan KPK pada 2018 bahwa BPJS Kesehatan mengalami defisit yang cukup parah. Ada empat yang melatarbelakanginya, Ghufron menyebut hal pertama karena keterlambatan pembayaran klaim ke fasilitas kesehatan (faskes), belum lagi kolektabilitas iuran hanya ±50 persen pada segmen peserta mandiri atau peserta bukan penerima upah (PBPU). 

“Defisit semakin meningkat hingga mencapai Rp12,2 triliun. Jumlah tersebut disebabkan oleh tunggakan iuran peserta mandiri sebesar Rp5,6 triliun atau sekitar 45 persen,” tuturnya.

Deputi Pencegahan KPK, Pahala Nainggolan menambahkan masih terjadi overpayment sebesar Rp33 miliar/tahun menjadi persoalan tersendiri bagi BPJS Kesehatan. Hal ini disebabkan empat dari enam rumah sakit bermain “nakal” karena mengklaim tidak sesuai dengan kelasnya. 

KPK, menurut dia, telah meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mempercepat penyusunan Pedoman Nasional Praktik Kedokteran (PNPK) esensial. Ia menyebut hingga Juli 2019 baru ada 32 PNPK di mana target yang diminta oleh KPK pada 2015 sebanyak 80 PNPK. Pahala menyebut bahwa ketiadaan PNPK itulah yang mengakibatkan unnecessary treatment atau pengobatan yang tidak perlu.

See also  Optimalisasi Program JKN di Desa dan Daerah Tertinggal, Mendes Yandri Teken MoU dengan Dirut BPJS Kesehatan

Selain itu, KPK meminta kemenkes agar memberikan opsi pembatasan manfaat untuk penyakit katastropik – akibat gaya hidup seperti jantung, diabetes, kanker, stroke, dan gagal ginjal. Jika hal itu telah diatur, BPJS Kesehatan bisa mengurangi 5-10 persen potensi unnecessary treatment sebesar Rp2,8 triliun dari total klaim pada 2018 sebesar Rp28 triliun. 

Akselerasi coordination of benefit (CoB) dengan asuransi kesehatan swasta pun perlu dilakukan. Dengan begitu, BPJS bisa berbagi jika terdapat klaim dengan pihak asuransi swasta, seperti yang sudah diterapkan oleh pemerintah Jepang dan Korea Selatan.

“Dengan asumsi besaran CoB seperti yang diterapkan di Jepang dan Korea Selatan, yaitu 20-30 persen, dapat mengalihkan beban klaim peserta PPU (pekerja penerima upah) nonpemerintah dan PBPU sebesar Rp 600-900 miliar kepada asuransi swasta,” sebutnya.

Ghufron mengatakan KPK juga meminta kemenkes mengevaluasi penetapan kelas rumah sakit agar tak mengalami overpayment. Sebab, Ghufron menyebut, dari hasil riviu pada 2018, kemenkes menemukan 898 rumah sakit dari 7.000 rumah sakit tidak sesuai kelas.

Berita Terkait

DPD RI Dorong Penguatan Kampung Nelayan Merah Putih
Aspirasi Daerah Dorong Pembaruan UU Ketransmigrasian, Komite I DPD RI Buka Ruang Pra-Pembahasan
Kementerian PU Salurkan 12.000 Liter Air untuk Dukung Pemadaman Kebakaran TPA Buku Deru-Deru
Dwi Ajeng Soroti Penguatan BPK RI Hadapi Kompleksitas Pengawasan Keuangan Negara
HUT ke-81 TNI Digelar Sederhana, Prabowo-Jokowi-SBY Hadir
HUT ke-81 TNI, Kemhan Komitmen Perkuat Pertahanan Nasional
HUT ke-28, Bank Mandiri Bayarkan Dividen Interim Rp6,16 Triliun
Kementerian PU Kerahkan 13 Pompa Untuk 120 Ha Sawah di Jatim

Berita Terkait

Tuesday, 6 October 2026 - 19:42 WIB

DPD RI Dorong Penguatan Kampung Nelayan Merah Putih

Tuesday, 6 October 2026 - 16:11 WIB

Aspirasi Daerah Dorong Pembaruan UU Ketransmigrasian, Komite I DPD RI Buka Ruang Pra-Pembahasan

Monday, 5 October 2026 - 13:30 WIB

Kementerian PU Salurkan 12.000 Liter Air untuk Dukung Pemadaman Kebakaran TPA Buku Deru-Deru

Monday, 5 October 2026 - 13:28 WIB

Dwi Ajeng Soroti Penguatan BPK RI Hadapi Kompleksitas Pengawasan Keuangan Negara

Monday, 5 October 2026 - 13:26 WIB

HUT ke-81 TNI Digelar Sederhana, Prabowo-Jokowi-SBY Hadir

Berita Terbaru

Nasional

Mendes Yandri Ajak ISSF dan Perusahaan Mitra Perluas Desa Binaan

Wednesday, 7 Oct 2026 - 18:48 WIB

Energy

Fasilitasi OTA Wolbachia di Kampus, ITPLN Aktif Berantas DBD

Wednesday, 7 Oct 2026 - 16:39 WIB