Ini Soal Ketulusan Pemimpin Manusia

Monday, 13 April 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto Istimewa

foto Istimewa

Penulis: Geisz Chalifah (Aktivis Sosial)

DAELPOS.com – Berteman dan berpisah adalah hal biasa, tapi berteman lalu bermusuhan akibat politik itu memiliki efek tersendiri.

Saya pribadi mengalaminya. Mual dan muak membaca posting dari orang yang mengenal secara dekat Anies Baswedan tapi dengan sadis tanpa beban selalu rajin menyebarkan fitnah. Mereka-mereka itu saya kenal dam umumnya mereka berada dalam satu barisan yang saya namakan LIBERAL UDIK. Ya mereka memang liberal udik yang tak faham sosiologis anak Jakarta lalu mengajarkan anak Jakarta tentang toleransi dan pluralisme.

Mereka sama sekali tak faham anak yang lahir dan bersekolah di Jakarta sangat amat terbiasa dengan perbedaan keyakinan. Sangat amat terbiasa bergaul dan bertetangga dengan beragam suku maupun agama. Tidak pernah bermasalah bahkan sejak sebelum Indonesia Merdeka.

Namun para liberal udik yang mandi masih diempang, dikampung terbiasa homogen dan mungkin sedang ngangon kebo ketika anak Jakarta sedang er er ran dijalan Sudirman bersama teman2nya yang Islam maupun kritiani, Budha dsbnya.

Tak pernah ada di Jakarta ketika bergaul lalu ditanyakan apa agamamu lalu dijauhkan karena berbeda keyakinan. Dari kampung Bali sampai Kampung Melayu anda tak akan menemukan yg seperti itu di Jakarta.

Mereka para Liberal Udik luar biasa sadisnya, luar biasa kekejamannya dalam menghujat orang lain yang tak sepemikiran.

Anti NKRI anti Pancasila dsbnya. Lalu dengan dukungan aparat berusaha menjebloskan lawan-lawan politiknya kepenjara. Ngaku liberal tapi rajin dan suka memenjarakan orang yang berbeda pikiran. Ironis dan udik seaslinya. Seolah hanya mereka pemilik negeri yang entah apa pula karyanya untuk negeri.

Bila terhadap orang yang berbeda orientasi politiknya mereka luar biasa kejamnya. Bagaimana pula dengan Anies Baswedan yang mengalahkan idola mereka dua digit?

See also  Dalam Retret Kepala Daerah, Menteri Rini Ajak Kepala Daerah Lakukan Transformasi Birokrasi

Hampir tiada hari tanpa hujatan, tiada hari tanpa fitnah, tiada hari tanpa bullyan. Kalimat – kalimat berisi kedengkian seolah menjadi wirid harian mereka para pendengki.

Ejekan bermuatan rasis sudah bukan lagi sesuatu yang selayaknya mereka benci, bagi kaum yang katanya pro liberalisme yang terjadi malah sebaliknya.

Mereka menjadi garda terdepan dalam menggelorakan julukan bernada rasis pada Anies Gubernur yang terpilih dengan suara telak.

Apakah Anies bereaksi? Apakah Anies melawan dengan berbalik menghujat?

Anies bahkan tak pernah menyebut nama mereka satupun dan sekalipun. Dia fokus kerja dan semua kedengkian itu yang jauh dari subtansi kritik tak sekalipun dijawabnya dengan kata-kata melainkan dengan bukti dengan data – data yang dia kerjakan.

Tibalah pada satu soal yang menjadi kiamat kecil sebuah kekuarga bila terjadi kematian.

Beberapa dari pendengkinya mengalami sakit yang tak mudah disembuhkan sampai ajalnya menjemput.

Tak ada satupun dari orang-orang yang selama beberapa tahun belakangan ini yang selalu menghujatnya, tak ada yang ditolak bila Anies diminta pertolongan.

Anies selalu dengan sigap dan cepat memberi bantuan, tanpa bersuara tanpa megaphone, berteriak – teriak memberi tahu khalayak.

Anies secara senyap tetap perduli dengan mendahulukan kemanusiaan kepada siapapun mereka. (*)

Berita Terkait

Kementerian PU Mulai Perbaikan Lubang Jalan dan Pembersihan Sedimen Drainase Ruas Banda Aceh-Batas Sumut
Menteri PU Bersama Menko AHY Tinjau SPAM Karang Baru, Perkuat Suplai Air Bersih untuk RSUD Aceh Tamiang
Menteri Dody Dorong Percepatan Huntara di Aceh, Targetkan Nol Warga Tinggal di Tenda Saat Ramadan
Kementerian PU Siapkan Langkah Penanganan Muara Sungai Pascabencana Sumatera
Kementerian PU Siapkan Penanganan Permanen 7 Jembatan dan 28 Titik Longsoran Pascabanjir Bandang Aceh Januari 2026
Kondisi Lalin JTTS Saat Perayaan Isra Mi’raj, 17 Januari 2026
Pulihkan Akses Air Bersih, Kementerian PU Bangun 66 Sumur Bor di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera
Kementerian PU Terus Pulihkan Konektivitas Aceh, Jembatan Bailey Jamur Ujung Masuki Uji Beban

Berita Terkait

Saturday, 24 January 2026 - 14:04 WIB

Kementerian PU Mulai Perbaikan Lubang Jalan dan Pembersihan Sedimen Drainase Ruas Banda Aceh-Batas Sumut

Friday, 23 January 2026 - 07:52 WIB

Menteri PU Bersama Menko AHY Tinjau SPAM Karang Baru, Perkuat Suplai Air Bersih untuk RSUD Aceh Tamiang

Tuesday, 20 January 2026 - 20:00 WIB

Menteri Dody Dorong Percepatan Huntara di Aceh, Targetkan Nol Warga Tinggal di Tenda Saat Ramadan

Monday, 19 January 2026 - 22:58 WIB

Kementerian PU Siapkan Langkah Penanganan Muara Sungai Pascabencana Sumatera

Monday, 19 January 2026 - 06:47 WIB

Kementerian PU Siapkan Penanganan Permanen 7 Jembatan dan 28 Titik Longsoran Pascabanjir Bandang Aceh Januari 2026

Berita Terbaru

Olahraga

Proliga 2026, Kejutan, Jakarta Garuda Jaya Kalahkan Juara Bertahan

Saturday, 24 Jan 2026 - 23:23 WIB

Ilustrasi petugas PLN saat melakukan koordinasi pengamanan jaringan listrik di tempat terdampak banjir.

Energy

PLN Berikan 3 Tips Kelistrikan Hadapi Cuaca Ekstrem

Saturday, 24 Jan 2026 - 23:08 WIB

foto ist

Berita Utama

Harga Pangan Turun, Cabai Rawit dan Bawang Merah Terkoreksi

Saturday, 24 Jan 2026 - 14:37 WIB

Megapolitan

Infrastruktur Pengendali Banjir Cengkareng Drain Dipastikan Optimal

Saturday, 24 Jan 2026 - 14:30 WIB