Seremonialnya Udah, tapi Bantuan Rp100 M dari TikTok Belum juga Diterima Gugus Tugas COVID-19

Tuesday, 21 April 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Seremoni penyerahan bantuan Rp 100 miliar dari Layanan video asal China, TikTok sudah dilakukan. Beritanya juga ramai diperbincangkan publik.

Acara seremoni itu digelar pada 9 April lalu dan di BNPB. Tapi ternyata, hingga kini, bantuan itu belum juga terealisasi.

“Donatur yang sudah salurkan dananya ke gugus tugas baik dari dalam dan luar negeri sudah sampai Rp 200 miliar, hanya Rp 100 miliar belum diterima itu dari TikTok,” kata Kepala Gugus Percepatan Penanganan COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo dalam wawancara kumparan di program peluncuran ‘Pusat Informasi Corona’, Minggu (18/4).

Lepas dari soal itu, Doni mengapresiasi seluruh masyarakat Indonesia yang sudah bahu membahu bergotong royong untuk bersama-sama melawan corona.

Sebelumnya, dalam penjelasan dari TikTok bantuan yang diberikan itu untuk penyediaan peralatan medis yang dibutuhkan tenaga kesehatan di Indonesia dalam menghadapi virus corona.

Sebagai platform digital, TikTok juga mendukung para pengguna agar mendapatkan informasi yang akurat mengenai COVID-19, dan berkolaborasi dengan BNPB serta beberapa kementerian dan lembaga negara lainnya.

Misalnya TikTok bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menyampaikan edukasi kepada masyarakat tentang pencegahan COVID-19 dan informasi terkait lainnya. Selain itu, di dunia, TikTok juga telah bekerjasama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Federasi Internasional Palang Merah (IRFC) untuk menyediakan berbagai informasi yang kredibel mengenai virus corona COVID-19. (*)

See also  Pemerintah Lanjutkan PPKM Luar Jawa-Bali Hingga 31 Januari 2022

Berita Terkait

TelkomGroup Perkuat Kedaulatan Digital Nasional, Dorong Indonesia Jadi Indo-Pacific Digital Hub
Mendes Yandri Paparkan 5 Isu Termasuk Penanganan Karhutla untuk Masyarakat Desa
Investasi FreeNow di Morowali Buka Peluang Kerja bagi Masyarakat Lokal
Kementerian PU dan BUJT Bangun Rest Area Pertama di Tol Cisumdawu, Siap Fungsional saat Nataru 2026/2027
Belajar dari Chongqing, Iftitah: Desa Harus Jadi Tempat Mencari Penghidupan, Bukan Sekadar Tempat Ditinggalkan
Mendes Yandri Ajak Keluarga Besar Al-Khairiyah Bangun Desa Lewat Ekonomi
Olah Kelapa Jadi Parutan Kering, Warga Pulau Bacan Malut Tambah Pendapatan
Hadiri Pameran Trade Expo Indonesia, Mendes Ingin Produk Hilirisasi Desa Go Internasional

Berita Terkait

Monday, 19 October 2026 - 16:28 WIB

TelkomGroup Perkuat Kedaulatan Digital Nasional, Dorong Indonesia Jadi Indo-Pacific Digital Hub

Monday, 19 October 2026 - 16:19 WIB

Mendes Yandri Paparkan 5 Isu Termasuk Penanganan Karhutla untuk Masyarakat Desa

Monday, 19 October 2026 - 13:37 WIB

Investasi FreeNow di Morowali Buka Peluang Kerja bagi Masyarakat Lokal

Sunday, 18 October 2026 - 20:30 WIB

Kementerian PU dan BUJT Bangun Rest Area Pertama di Tol Cisumdawu, Siap Fungsional saat Nataru 2026/2027

Sunday, 18 October 2026 - 20:18 WIB

Belajar dari Chongqing, Iftitah: Desa Harus Jadi Tempat Mencari Penghidupan, Bukan Sekadar Tempat Ditinggalkan

Berita Terbaru