Kementan Diminta Alihkan Anggaran Pelatihan untuk Atasi Krisis Pangan

Tuesday, 28 April 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPR Haerudin. / Foto Ist

Anggota Komisi IV DPR Haerudin. / Foto Ist

DAELPOS.com – Anggota Komisi IV DPR Haerudin menyoroti refocusing program berupa pelatihan-pelatihan yang tengah disiapkan Kementerian Pertanian (Kementan) terkait penanganan virus Corona (Covid-19). Ia menegaskan, hal tersebut tidak tepat dilaksanakan di tengah merebaknya virus Covid-19 dan lebih setuju bila anggaran tersebut bisa digunakan untuk mengatasi masalah krisis pangan.

Haerudin mengingatkan Kementan, dalam penyusunan program harus disesuaikan dengan kondisi global maupun nasional saat ini. Dimana, kedepannya sejumlah ahli memprediksi bahwa dunia berpotensi menghadapi krisis pangan. Hal ini disampaikannya saat saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPR RI dengan Sekjen BPPSDMP, Badan Litbang Pertanian dan jajaran Eselon I Kementan yang digelar secara virtual, Senin (27/4/2020).

“Anggaran yang bersifat pelatihan dan infrastruktur lebih baik ditunda. Kementan harus memikirkan masyarakat kita sampai Juni mau makan apa, bulan Agustus makan apa. Pelatihan-pelatihan lebih baik ditunda Pak Sekjen, realokasi di bidang pangan adalah sebuah keniscayaan,” ujar Haerudin.

Hal serupa juga disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi. Politisi Fraksi Partai Golkar tersebut menyarankan, anggaran pelatihan-pelatihan tersebut bisa diarahkan kepada program yang bersifat bisa membantu petani untuk berproduksi atau berupa insentif penambah penghasilan para petani atau buruh tani.

“Fokus kita ini petani dan buruh tani. Karena itu, diarahkan pada program yang jelas produksinya dibanding memproduksi lagi. Seluruh alokasi pelatihan, ayam segala macam dialihkan saja. Kemudian buruh tani yang nyangkul yang misalnya digaji Rp 100 ribu, diberi insentif Rp 50 ribu oleh Kementerian Pertanian,” tandas Dedi.

Sebelumnya, Kepala BPPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi menyampaikan beberapa program yang disebut sebagai strategi pembangunan SDM pertanian itu yakni pelatihan berbasis digital baik di pusat maupun seluruh satuan kerja BPPSDMP. Kemudian, seminar online hingga pendidikan vokasi berbasis online.

See also  Masa Pandemi Covid-19, Pemerintah Lakukan Penyesuaian Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi

Berita Terkait

Optimalkan Bendungan Jlantah, Menteri Dody Dorong Perluasan Irigasi untuk Tingkatkan Produktivitas Pertanian di Karanganyar
Menteri Dody Percepat Infrastruktur di Wanam, Dukung Target Presiden Prabowo Panen 10.000 Hektare Tahun Ini
Mendes PDT Yandri Dorong Kabupaten Nias Utara Jadi Eksportir Kelapa
Dorong Sinkronisasi Pembangunan Pusat–Daerah melalui Rakernas DPD RI dan Bappeda Se-Indonesia
Fokus Berdayakan Masyarakat Setempat, Kementrans Tempatkan Hampir 1.300 Transmigran Lokal di 10 Lokasi
Menteri PU Pastikan Pembangunan Infrastruktur di Merauke Tetap Menjadi Prioritas
Hadiri HPN 2026, Mendes Yandri Harap Media Beri Pencerahan kepada Masyarakat
Tamparan di Wajah Bangsa di Tengah Erosi Kepedulian

Berita Terkait

Sunday, 15 February 2026 - 13:14 WIB

Optimalkan Bendungan Jlantah, Menteri Dody Dorong Perluasan Irigasi untuk Tingkatkan Produktivitas Pertanian di Karanganyar

Tuesday, 10 February 2026 - 16:45 WIB

Menteri Dody Percepat Infrastruktur di Wanam, Dukung Target Presiden Prabowo Panen 10.000 Hektare Tahun Ini

Tuesday, 10 February 2026 - 16:31 WIB

Mendes PDT Yandri Dorong Kabupaten Nias Utara Jadi Eksportir Kelapa

Tuesday, 10 February 2026 - 13:55 WIB

Dorong Sinkronisasi Pembangunan Pusat–Daerah melalui Rakernas DPD RI dan Bappeda Se-Indonesia

Tuesday, 10 February 2026 - 05:51 WIB

Fokus Berdayakan Masyarakat Setempat, Kementrans Tempatkan Hampir 1.300 Transmigran Lokal di 10 Lokasi

Berita Terbaru

Berita Utama

Kemendes Tekankan Sinergi Lintas Sektor Wujudkan Desa Mandiri

Sunday, 15 Feb 2026 - 13:11 WIB