Hutama Karya Perkuat Integrasi Transportasi Lewat Stasiun Glodok–Kota

Monday, 2 February 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Di Glodok dan Kota, ruang bergerak terbatas, aktivitas ekonomi berjalan sejak pagi, dan arus pejalan kaki tidak pernah benar-benar putus. Di tengah kepadatan itu, PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) menjalankan pembangunan Stasiun Bawah Tanah Glodok–Kota MRT Jakarta, sebuah penghubung mobilitas yang diproyeksikan memperkuat konektivitas kawasan Kota Tua sekaligus memperluas pilihan transportasi publik yang lebih tertib bagi warga.

Proyek ini merupakan bagian dari pengembangan MRT Jakarta Fase 2A dengan panjang koridor sekitar 1,33 km. Pada paket ini, ruas pekerjaan menghubungkan Stasiun MRT Mangga Besar dan Stasiun MRT Jakarta Kota. Pembangunan di area pusat kota yang padat ini dirancang untuk memperkuat integrasi antarmoda serta meningkatkan kenyamanan perpindahan moda, terutama melalui penataan akses pejalan kaki, koneksi menuju layanan transportasi lain di sekitar kawasan, dan peningkatan kualitas ruang publik.

Di balik pembangunan stasiun ini, ada kolaborasi lintas pihak yang memastikan pekerjaan berjalan rapi di kawasan pusat kota. Hutama Karya mengerjakan paket CP 203 bersama mitra asal Jepang, Sumitomo Mitsui Construction Company (SMCC), melalui skema joint operation (SMCC–HK JO), dengan PT MRT Jakarta (Perseroda) sebagai penyelenggara proyek.

Bagi masyarakat, keberadaan stasiun bukan hanya soal bangunan baru, melainkan soal cara kota memberi ruang bagi warganya untuk bergerak lebih efisien. Ketika transportasi publik terhubung dengan baik, waktu tempuh menjadi lebih terprediksi, kepadatan lalu lintas berkurang, dan kawasan-kawasan dengan aktivitas tinggi dapat tumbuh lebih tertata. Dalam konteks Glodok–Kota, konektivitas yang lebih kuat juga diharapkan mendukung pergerakan menuju destinasi wisata, pusat kuliner, dan area perdagangan tanpa menambah beban kemacetan di titik-titik yang selama ini padat.

Integrasi antarmoda menjadi bagian penting dari cerita ini. Pusat kota Jakarta memiliki simpul-simpul transportasi yang saling berdekatan, namun pengalaman berpindah moda sering kali ditentukan oleh detail akses pejalan kaki, koneksi menuju halte atau stasiun lain, serta kenyamanan ruang publik di sekitarnya. Karena itu, pembangunan stasiun bawah tanah perlu dirancang dengan perspektif pengguna, agar perpindahan dari satu moda ke moda lain terasa mulus dan aman, terutama pada jam-jam sibuk.

See also  Adopsi Kendaraan Listrik Tumbuh, 21.865 Pelanggan Baru Gunakan Home Charging Services PLN pada Semester I 2026

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyampaikan bahwa pekerjaan stasiun bawah tanah ini menunjukkan progres yang signifikan dengan target penyelesaian pekerjaan pada semester I 2027. “Hingga Rabu (28/1) kami mencatatkan progres 82%. Sejumlah pekerjaan yang tengah dilakukan pekerjaan struktur entrance, pekerjaaan arsitek dan mep stasiun. Kehadirannya nanti akan memberi manfaat nyata bagi mobilitas warga dan penataan transportasi publik perkotaan,” ujarnya.

Dalam pekerjaan perkotaan, Hutama Karya memandang pengendalian dampak sebagai bagian dari tanggung jawab bekerja di kawasan yang hidup. Keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari struktur yang berdiri, tetapi juga dari bagaimana pekerjaan berlangsung tanpa memutus akses warga, tanpa mengganggu kegiatan ekonomi secara berlebihan, serta tanpa mengurangi rasa aman publik. Prinsip ini menjadi rujukan pelaksanaan di lapangan, termasuk dalam penyampaian informasi kepada masyarakat sekitar apabila terdapat penyesuaian akses di area tertentu selama masa konstruksi.

Pembangunan transportasi publik pada akhirnya berhubungan langsung dengan kualitas hidup. Kota yang menyediakan pilihan mobilitas yang andal memberi ruang bagi warganya untuk mengelola waktu lebih baik, mengurangi biaya perjalanan, serta memperluas kesempatan kerja dan akses layanan. Di Jakarta, kebutuhan tersebut kian relevan seiring pertumbuhan aktivitas pusat kota yang menuntut sistem angkutan massal yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Mendes Yandri Tegaskan Hasil Seleksi Beasiswa ke Jepang Tanpa Intervensi
HKA Terapkan Standar Internasional Keselamatan Lalu Lintas di Ruas Kelolaan
Kementerian PU Buka Usulan Lokasi Penerima Manfaat P3-TGAI Tahun 2027, Sasar 13.296 Lokasi di Indonesia
Wujudkan Visi Energi Mandiri Presiden, Transmigrasi Di Teluk Wondama Beralih Ke Panel Surya dan Biogas
Menteri Dody Dukung Infrastruktur Konektivitas hingga Pengendalian Banjir di Banten, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
BULOG Perkuat Pengawasan Mitra RPK, Pastikan Penjualan Beras SPHP Sesuai Ketentuan
Dukung Swasembada Pangan Presiden Prabowo, Nelayan Fakfak Untung Tiga Kali Lipat dari Olahan Ikan
Hutama Karya Paparkan Rencana Trase Jalan Tol Bukittinggi–Sicincin, Bupati Padang Pariaman Tekankan Manfaat bagi Masyarakat

Berita Terkait

Monday, 2 November 2026 - 17:47 WIB

Mendes Yandri Tegaskan Hasil Seleksi Beasiswa ke Jepang Tanpa Intervensi

Monday, 2 November 2026 - 17:36 WIB

HKA Terapkan Standar Internasional Keselamatan Lalu Lintas di Ruas Kelolaan

Sunday, 1 November 2026 - 17:52 WIB

Kementerian PU Buka Usulan Lokasi Penerima Manfaat P3-TGAI Tahun 2027, Sasar 13.296 Lokasi di Indonesia

Saturday, 31 October 2026 - 18:25 WIB

Wujudkan Visi Energi Mandiri Presiden, Transmigrasi Di Teluk Wondama Beralih Ke Panel Surya dan Biogas

Saturday, 31 October 2026 - 18:23 WIB

Menteri Dody Dukung Infrastruktur Konektivitas hingga Pengendalian Banjir di Banten, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Berita Terbaru

Seiring dengan pengembangan pasokan, PLN EPI juga memperkuat kesiapan infrastruktur seperti pengembangan empat kluster gasifikasi dan sejumlah proyek Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) sebagai bagian dari rantai pasok LNG.

Energy

PLN EPI Amankan Pasokan LNG Masela dan South Hub 18 Tahun

Tuesday, 3 Nov 2026 - 06:32 WIB

Energy

ITPLN Ditantang Teliti Listrik Arus Laut

Monday, 2 Nov 2026 - 19:04 WIB

Salah satu implementasi pilar transformasi TLKM 30 unlock value, rampungnya pemisahan aset dan bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia pada 30 September 2026.

Berita Terbaru

Telkom Raup Pendapatan Rp113,5 Triliun hingga Kuartal III 2026

Monday, 2 Nov 2026 - 18:15 WIB