Luhut Polisikan Pengkritiknya, Ubedilah Badrun: Kesannya Rezim Saat Ini Semakin Anti Kritik

Sunday, 3 May 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Pelaporan yang dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) terhadap mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu menandakan bahwa rezim saat ini merupakan rezim yang anti kritik.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif Center for Social Political Economic and Law Studies (CESPELS), Ubedilah Badrun merespons pelaporan yang diajukan oleh LBP terhadap Said Didu.

Menurut Ubedilah, kritik yang disampaikan Said Didu sangat menohok posisi LBP lantaran membuat Mantan Kodiklat TNI AD itu merasa terganggu dengan kritikan Said Didu.

“Kritik Said Didu sangat menohok posisi LBP. Oleh karenanya LBP mulai terganggu dengan kritik. Ekspresinya mulai menanggalkan kepala dingin. Kedua, menandakan kepanikan LBP yang tidak biasanya. Sebab biasanya LBP cuek terhadap kritik. Berbagai kritik diresponnya sambil lalu,” ucap Ubedilah Badrun, Minggu (3/5).

Dengan demikian, Ubedilah menilai dalam perspektif politik bahwa rezim saat ini sebagai rezim yang anti kritik.

“Dalam perspektif politik ini menandakan episode memburuknya demokrasi di Indonesia. Karena kritik dihadapi dengan pelaporan ke polisi. Ini memunculkan kesan bahwa rezim pemerintah saat ini semakin anti kritik,” kata Ubedilah. []

See also  3000 Runnergizers Siap Sebarkan Energi Sehat Untuk Bumi

Berita Terkait

TelkomGroup Perkuat Kedaulatan Digital Nasional, Dorong Indonesia Jadi Indo-Pacific Digital Hub
Mendes Yandri Paparkan 5 Isu Termasuk Penanganan Karhutla untuk Masyarakat Desa
Investasi FreeNow di Morowali Buka Peluang Kerja bagi Masyarakat Lokal
Kementerian PU dan BUJT Bangun Rest Area Pertama di Tol Cisumdawu, Siap Fungsional saat Nataru 2026/2027
Belajar dari Chongqing, Iftitah: Desa Harus Jadi Tempat Mencari Penghidupan, Bukan Sekadar Tempat Ditinggalkan
Mendes Yandri Ajak Keluarga Besar Al-Khairiyah Bangun Desa Lewat Ekonomi
Olah Kelapa Jadi Parutan Kering, Warga Pulau Bacan Malut Tambah Pendapatan
Hadiri Pameran Trade Expo Indonesia, Mendes Ingin Produk Hilirisasi Desa Go Internasional

Berita Terkait

Monday, 19 October 2026 - 16:28 WIB

TelkomGroup Perkuat Kedaulatan Digital Nasional, Dorong Indonesia Jadi Indo-Pacific Digital Hub

Monday, 19 October 2026 - 16:19 WIB

Mendes Yandri Paparkan 5 Isu Termasuk Penanganan Karhutla untuk Masyarakat Desa

Monday, 19 October 2026 - 13:37 WIB

Investasi FreeNow di Morowali Buka Peluang Kerja bagi Masyarakat Lokal

Sunday, 18 October 2026 - 20:30 WIB

Kementerian PU dan BUJT Bangun Rest Area Pertama di Tol Cisumdawu, Siap Fungsional saat Nataru 2026/2027

Sunday, 18 October 2026 - 20:18 WIB

Belajar dari Chongqing, Iftitah: Desa Harus Jadi Tempat Mencari Penghidupan, Bukan Sekadar Tempat Ditinggalkan

Berita Terbaru