DPR: Harga BBM Harus Segera Diturunkan

Tuesday, 5 May 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto. / Ist

Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto. / Ist

DAELPOS.com – Anggota Komisi VII DPR RI, dari Fraksi PKS, Mulyanto, minta Pemerintah segera menurunkan harga BBM menyusul anjloknya harga minyak mentah dunia. Ia menilai, Pemerintah tidak sensitif melihat penderitaan masyarakat karena membiarkan harga BBM tetap tinggi di saat harga minyak dunia anjlok dan masyarakat sedang kesulitan akibat pandemi Covid-19.

“Alasan Pemerintah mempertahankan harga jual BBM karena di Januari dan Februari 2020 sudah menurunkan harga sangat tidak masuk akal. Karena faktanya harga minyak dunia terus turun hingga sekarang. Bukan hanya di Januari dan Februari, tapi berlanjut hingga akhir April 2020. Bahkan semakin menurun tajam,” ujar Mulyanto saat rapat kerja secara virtual dengan Menteri SDM Arifin Tasrif yang didampingi Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, Senin (4/5/2020).

Menurut politisi Fraksi PKS ini, klaim harga BBM di Indonesia relatif murah dibanding harga negara ASEAN tidaklah tepat. Sebab harga BBM di Indonesia hanya lebih murah dari Singapura dan Laos saja. Sementara dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya, harganya masih lebih mahal.

Mulyanto membandingkan harga BBM Ron 95 yang oleh Pertamina dijual seharga Rp9.650 per liter, di Malaysia dijual hanya dengan Rp4.299 per liter. Sedangkan di Myanmar dibanderol Rp4.056 per liter. Sementara harga solar CN15 di Indonesia dijual dengan Rp10.200 per liter, sedangkan di Malaysia hanya Rp4.815 per liter dan di Myanmar hanya Rp 4.610 per liter.

“Melihat perkembangan harga minyak dunia sekarang sudah sepantasnya Indonesia menurunkan harga BBM untuk yang ketiga kalinya. Permintaan ini sangat wajar dan obyektif karena negara lain di ASEAN sudah melakukan penyesuaian harga seiring perubahan harga minyak dunia. Tidak ada alasan untuk tetap mempertahankan harga BBM seperti sekarang ini atau gunakan strategi wait and see hingga Juni 2020. Karena akan menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat,” tegasnya

See also  Kembangkan Ekonomi Perbatasan, 4 Pos Lintas Batas Negara di Kaltara Ditargetkan Rampung Desember 2022

Berita Terkait

Terjunkan 10 Pompa, Kementerian PU Selamatkan 300 Hektare Sawah Kekeringan di Sentra Padi Karawang
Atasi Dampak Kekeringan, Kementerian PU Salurkan 286 Ribu Liter Air Bersih ke 10 Daerah di Jawa Barat
Atasi Cuaca Tak Menentu, Inovasi Alat Pengering Pala Bantu Petani Transmigran di Papua Barat
KSP Bersama Pemprov Sumut, Kementerian PU, ATR/BPN dan Hutama Karya Bahas Penyelesaian Tol Binjai–Langsa
Komisi V DPR Dukung Kelanjutan Tol Sumsel Garapan Hutama Karya
Kementerian PU Percepat Pembangunan Fasilitas Publik untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Sumatra
Kementerian PU Pompa Air untuk 35 Hektare Sawah Terdampak Kekeringan di Lampung Selatan
Kementerian PU Terjunkan Alat Berat Pulihkan Jalan Nasional Terdampak Banjir Bandang di Solok

Berita Terkait

Thursday, 24 September 2026 - 14:22 WIB

Terjunkan 10 Pompa, Kementerian PU Selamatkan 300 Hektare Sawah Kekeringan di Sentra Padi Karawang

Thursday, 24 September 2026 - 13:59 WIB

Atasi Dampak Kekeringan, Kementerian PU Salurkan 286 Ribu Liter Air Bersih ke 10 Daerah di Jawa Barat

Thursday, 24 September 2026 - 07:38 WIB

Atasi Cuaca Tak Menentu, Inovasi Alat Pengering Pala Bantu Petani Transmigran di Papua Barat

Wednesday, 23 September 2026 - 23:53 WIB

KSP Bersama Pemprov Sumut, Kementerian PU, ATR/BPN dan Hutama Karya Bahas Penyelesaian Tol Binjai–Langsa

Wednesday, 23 September 2026 - 18:30 WIB

Komisi V DPR Dukung Kelanjutan Tol Sumsel Garapan Hutama Karya

Berita Terbaru

Olahraga

Timnas Voli Putra Bidik Perunggu Asian Games 2026

Thursday, 24 Sep 2026 - 18:33 WIB

Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim  / foto ist

Hukum

Hakim Banding Pangkas Vonis Nadiem Makarim Jadi 9 Tahun

Thursday, 24 Sep 2026 - 18:24 WIB

Berita Terbaru

Ombudsman Bongkar Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Thursday, 24 Sep 2026 - 16:36 WIB