Alat Tes Buatan China Tak Akurat, Ratusan Warga Bali Sempat Divonis Positif Corona

Wednesday, 6 May 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Satu Dusun di Bali, yakni Banjar Serokadan, Desa Abuan, Bangli, sempat diisolasi oleh Pemerintah Provinsi Bali setelah 443 orang dari 1.210 warganya dinyatakan reaktif terhadap rapid test atau tes cepat deteksi virus corona (Covid-19). Tapi , setelah diuji ulang dengan tes PCR, 275 orang malah dinyatakan negatif. Sisanya, 139 orang, masih menunggu jadwal tes.

Pertanyaan pun muncul, apakah alat rapid test yang digunakan itu akurat. Diketahui warga Desa Abuan dites dengan alat rapid test bermerek VivaDiag buatan Tiongkok yang diimpor PT Kirana Jaya Lestari.

Dihubungi awak media, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya menyebut, pihaknya membeli 4.000 unit alat rapid test itu, belum lama ini. Namun kapan persisnya, Ia berdalih tak ingat.

“Kalau itu bagian pengadaan yang tahu,” kata Suarjaya, Rabu, 6 Mei 2020.

Dia mengklaim, alat itu baru digunakan di Banjar Serodakan. Karena ada perbedaan hasil yang “sangat jauh” dan melenceng, maka penggunaan VivaDiag sementara dihentikan. Peredarannya ditarik.

“Sementara ini rapid test tersebut kami tarik dan diganti dengan yang lain,” ujarnya.

Lebih jauh Suarjaya menginformasikan bahwa VivaDiag saat ini tengah diperiksa Kementerian Kesehatan. Karena itu, ia menolak mengomentari soal akurat tidaknya VivaDiag dalam mendeteksi Covid-19.

“Kemenkes nantinya yang akan membahas ini dengan sampel dari rapid test yang kita beli itu, kenapa ada perbedaan. Nanti Kemenkes yang akan membahasnya apakah itu akurat atau tidak,” kata Suarjaya.

Yang pasti, Suarjaya memastikan, pembelian VivaDiag dilakukan karena nama merk tersebut tercantum di laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional sebagai salah satu alat rapid test yang direkomendasikan.

Meski demikian, dalam pesan Whatsapp yang mengatasnamakan Wakil Koordinator Subbidang Pam dan Gakkum Gugus tugas Covid 19 Pusat BJP Dr Darmawan, disebut bahwa BNPB tidak pernah mengeluarkan rekomendasi terhadap alat rapid test VivaDiag yang digunakan Pemprov Bali di Desa Abuan, Kabupaten Bangli untuk mengetes 1.210 warga setempat pada bulan April lalu.

See also  Pulihkan Pelayanan Publik, KemenkopUKM Gelar Vaksinasi untuk 2.070 ASN

“Apabila ada di daerah ditemukan alat rapid test Covid 19 merek VivaDiag yang dijual oleh PT Kirana Jaya Lestari untuk diamankan karena alat tersebut tidak valid dan tidak direkomendasikan oleh BNPB, serta laporkan kepada kepolisian setempat untuk dilakukan penyitaan,” demikian bunyi pesan tersebut.

Dikonfirmasi soal ini, Kepala BPBD Provinsi Bali, Made Rentin menyatakan, hal itu masih dalam penelusuran.

“Masih ditelusuri oleh BNPB,” kata dia kepada wartawan, Rabu, 6 Mei 2020. Rentin menegaskan, selama penelusuran maka rapid test dengan VivaDiag untuk sementara dihentikan.

Terlepas dari ketidak-akuratan yang ditemukan di lapangan, VivaDiag justru menjadi salah satu alat test yang direkomendasikan oleh BNPB. Dalam daftar rekomendasi rapid diagnostic test (RDT) antibodi Covid-19 per 21 April 2020, merek VivaDiag berada pada urutan ke-13. Alat tes tersebut diproduksi oleh VivaChek Biotech (Hangzhou) Co., Ltd dan diimpor oleh PT Kirana Jaya Lestari.

BNPB juga memberi rekomendasi pembebasan bea masuk dan pajak impor terhadap PT Kirana Jaya Lestari, yang tertuang di surat rekomendasi tertanggal 31 Maret 2020. Perusahaan tersebut mengimpor rapid test VivaDiag sebanyak 900 ribu unit. (*)

Berita Terkait

Terjunkan 10 Pompa, Kementerian PU Selamatkan 300 Hektare Sawah Kekeringan di Sentra Padi Karawang
Atasi Dampak Kekeringan, Kementerian PU Salurkan 286 Ribu Liter Air Bersih ke 10 Daerah di Jawa Barat
Atasi Cuaca Tak Menentu, Inovasi Alat Pengering Pala Bantu Petani Transmigran di Papua Barat
KSP Bersama Pemprov Sumut, Kementerian PU, ATR/BPN dan Hutama Karya Bahas Penyelesaian Tol Binjai–Langsa
Komisi V DPR Dukung Kelanjutan Tol Sumsel Garapan Hutama Karya
Kementerian PU Percepat Pembangunan Fasilitas Publik untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Sumatra
Kementerian PU Pompa Air untuk 35 Hektare Sawah Terdampak Kekeringan di Lampung Selatan
Kementerian PU Terjunkan Alat Berat Pulihkan Jalan Nasional Terdampak Banjir Bandang di Solok

Berita Terkait

Thursday, 24 September 2026 - 14:22 WIB

Terjunkan 10 Pompa, Kementerian PU Selamatkan 300 Hektare Sawah Kekeringan di Sentra Padi Karawang

Thursday, 24 September 2026 - 13:59 WIB

Atasi Dampak Kekeringan, Kementerian PU Salurkan 286 Ribu Liter Air Bersih ke 10 Daerah di Jawa Barat

Thursday, 24 September 2026 - 07:38 WIB

Atasi Cuaca Tak Menentu, Inovasi Alat Pengering Pala Bantu Petani Transmigran di Papua Barat

Wednesday, 23 September 2026 - 23:53 WIB

KSP Bersama Pemprov Sumut, Kementerian PU, ATR/BPN dan Hutama Karya Bahas Penyelesaian Tol Binjai–Langsa

Wednesday, 23 September 2026 - 18:30 WIB

Komisi V DPR Dukung Kelanjutan Tol Sumsel Garapan Hutama Karya

Berita Terbaru

Olahraga

Timnas Voli Putra Bidik Perunggu Asian Games 2026

Thursday, 24 Sep 2026 - 18:33 WIB

Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim  / foto ist

Hukum

Hakim Banding Pangkas Vonis Nadiem Makarim Jadi 9 Tahun

Thursday, 24 Sep 2026 - 18:24 WIB

Berita Terbaru

Ombudsman Bongkar Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Thursday, 24 Sep 2026 - 16:36 WIB