Mendagri Minta Bekasi serta Karawang Buat Terobosan Penanganan Covid-19

Tuesday, 12 May 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, meminta Bekasi Raya baik itu Kabupaten maupun Kota, dan Kabupaten Karawang untuk membuat terobosan terkait penanganan bencana non alam Covid-19. Hal itu disampaikannya saat kunjungan dalam rangka diskusi terkait penanganan Covid-19 di Gedung Swantra Wibawa Mukti Kompleks Kantor Pemda Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (12/05/2020).

“Mohon nanti Bapak Bupati, Pak Walikota dan Wakil, didukung oleh Bapak/Ibu sekalian membuat terobosan-terobosan untuk Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Karawang, dan Insyaallah kalau terobosan itu positif, bisa menjadi model. Silakan didiskusikan, buat terobosan, dan kemudian terobosan itu untuk menjadi model di daerah-daerah lain,” kata Mendagri.

Mendagri mencontohkkan beberapa negara yang telah melakukan terobosan terkait penanganan Covid-19. Misalnya saja Vietnam yang telah membuka Pasar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan menjaga jarak fisik antara satu sama lainnya.

“Mengutip apa yang disampaikan oleh Ibu Bupati, PSBB ini menjadi waktu latihan kita, latihan kita membiasakan pakai masker, latihan kita membiasakan cuci tangan, hand sanitizer dan pakai sabun, latihan kita untuk menjaga jarak, latihan kita untuk mengenal protokol kesehatan. Tidak ada salahnya saya kira kalau ada inisatif dari Karawang, Bekasi Kota, maupun Kabupaten, sudah mulai melakukan dan berani membuat langkah untuk memberikan terobosan untuk menjadi contoh daerah lain,” ujarnya.

Berkaca dari Vietnam dan beberapa negara yang telah membuka kembali sentra ekonomi maupun pasar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan menjaga jarak, Mendagri meyakini kepala daerah akan mampu mengatasi dan menyelamatkan masyarakat dari ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK). Dengan catatan, tetap dilakukan pencegahan penularan Covid-19 dengan ketat.

“Misalnya di Vietnam dia membuka pasar basah, tapi dibuat kotak-kotak jaraknya 3 meteran, saling tidak berhadapan, sehingga akhirnya antar pedagang itu ada jaraknya, yang masuk juga ada jaraknya. Itu ditiru di Jawa timur, Salatiga. Apa salahnya Karawang, Bekasi melakukan hal yang sama. Kalau bisa terobosan, itu tadi, membuat pabrik bisa buka setelah PSBB selesai dan bisa menerapkan dengan bagus, semua orang akan mengacungi jempol. Bapak/Ibu Kepala Daerah, pimpinan DPRD dan Forkopimda sudah menyelamatkan orang dari PHK. Kita kan sudah tau tadi cara penularannya seperti apa dan dia (Covid-19) matinya dengan cara apa, sebetulnya bisa dikelola,” jelasnya.

See also  KLHK Bantu PMI untuk Percepat Mobilisasi Petugas Penyemprotan Disinfektan

Sebagai salah satu pusat industri, Karawang dan Bekasi memiliki peran penting dalam memasok logistik nasional. Oleh karena itu, Mendagri memandang diperlukan terobosan untuk menjaga stabilitas ekonomi, di samping tetap menjaga keselamatan dan kesehatan publik.

“Kesehatan publik harus bisa kita tangani, kita manage, tapi ekonomi juga bisa survive. Nah Bekasi dan Karawang adalah salah satu daerah ekonomi yang penting dalam supply chain and production chain, rantai produksi, rantai suplai, logistik nasional. Nah, oleh karena itu bagaimana me-manage agar industri ini ke depan nanti tetap bisa berjalan meskipun vaksin belum ditemukan. Saya mengharapkan terobosan dari otoritas di Bekasi, kemudian Ibu Bupati Karawang, Bupati Bekasi dan semua unsur di dalamnya semua silakan berkreasi, berinovasi dengan misi seperti itu, mampu menekan Covid-19 sehingga akhirnya melandai atau menurun drastis, ditambah dengan kesiapan kita untuk membuka ekonomi kembali agar ekonomi kita bisa pulih dan bangkit,” pintanya.

Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Terjunkan 10 Pompa, Kementerian PU Selamatkan 300 Hektare Sawah Kekeringan di Sentra Padi Karawang
Atasi Dampak Kekeringan, Kementerian PU Salurkan 286 Ribu Liter Air Bersih ke 10 Daerah di Jawa Barat
Atasi Cuaca Tak Menentu, Inovasi Alat Pengering Pala Bantu Petani Transmigran di Papua Barat
KSP Bersama Pemprov Sumut, Kementerian PU, ATR/BPN dan Hutama Karya Bahas Penyelesaian Tol Binjai–Langsa
Komisi V DPR Dukung Kelanjutan Tol Sumsel Garapan Hutama Karya
Kementerian PU Percepat Pembangunan Fasilitas Publik untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Sumatra
Kementerian PU Pompa Air untuk 35 Hektare Sawah Terdampak Kekeringan di Lampung Selatan
Kementerian PU Terjunkan Alat Berat Pulihkan Jalan Nasional Terdampak Banjir Bandang di Solok

Berita Terkait

Thursday, 24 September 2026 - 14:22 WIB

Terjunkan 10 Pompa, Kementerian PU Selamatkan 300 Hektare Sawah Kekeringan di Sentra Padi Karawang

Thursday, 24 September 2026 - 13:59 WIB

Atasi Dampak Kekeringan, Kementerian PU Salurkan 286 Ribu Liter Air Bersih ke 10 Daerah di Jawa Barat

Thursday, 24 September 2026 - 07:38 WIB

Atasi Cuaca Tak Menentu, Inovasi Alat Pengering Pala Bantu Petani Transmigran di Papua Barat

Wednesday, 23 September 2026 - 23:53 WIB

KSP Bersama Pemprov Sumut, Kementerian PU, ATR/BPN dan Hutama Karya Bahas Penyelesaian Tol Binjai–Langsa

Wednesday, 23 September 2026 - 18:30 WIB

Komisi V DPR Dukung Kelanjutan Tol Sumsel Garapan Hutama Karya

Berita Terbaru

Olahraga

Timnas Voli Putra Bidik Perunggu Asian Games 2026

Thursday, 24 Sep 2026 - 18:33 WIB

Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim  / foto ist

Hukum

Hakim Banding Pangkas Vonis Nadiem Makarim Jadi 9 Tahun

Thursday, 24 Sep 2026 - 18:24 WIB

Berita Terbaru

Ombudsman Bongkar Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Thursday, 24 Sep 2026 - 16:36 WIB