Di Forum Internasional, Gus Menteri Beberkan Cara Desa Lawan Covid-19

Friday, 12 June 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar membeberkan cara desa melawan pandemi virus Corona (Covid-19) yang menyerang hampir semua negara di dunia.

Menurut Gus Menteri -sapaan akrab Abdul Halim Iskandar- setidaknya ada dua dampak yang diakibatkan Covid-19 tersebut, yakni sektor kesehatan dan ekonomi yang dirasakan hingga ke tingkat desa.

“Makanya Kemendes mengeluarkan kebijakan berkaitan dengan dua hal itu, fokus utamanya bagaimana desa melakukan proteksi diri untuk ketahanan diri agar wabah Covid-19 ini tidak terlalu terdampak terhadap desa-desa,” ujar Gus Menteri di forum International Village Webinar yang tajuk Looking for a Rural Economic Hope AMID a Global Pandemic of Covid-19, Jumat (12/06/2020).

Gus Menteri melanjutkan, dalam kebijakan yang dibuat itu, pihaknya meminta Kepala Desa di seluruh Indonesia agar membentuk Relawan Desa Lawan Covid-19 yang bertugas memantau pergerakan warga desa serta memberikan edukasi berkaitan dengan pandemi Covid-19.

Gus Menteri mengatakan, sejak awal Covid-19 muncul sudah ada sekitar 63.284 desa dari total 74.953 desa di seluruh Indonesia atau 84 persen yang telah membentuk Relawan Desa Lawan Covid-19 yang diketuai langsung oleh Kepala Desa setempat.

“Relawan Desa Lawan Covid-19 ini adalah pencegahan dengan cara edukasi melalui media keliling, mereka menjelaskan apa dari mana datangnya Covid-19, dan menyediakan berbagai fasilitas yang dibutuhkan untuk pencegahan Covid-19, misalnya pengadaan tempat cuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” ujarnya.

Adapun di sektor ekonomi, Kemendes PDTT mengeluarkan kebijakan mengalokasikan sebagian Dana Desa yang rata-rata Rp1 Miliar setiap desa untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada warga desa yang terdampak wabah Covid-19.

Total Dana Desa tahap pertama yang dialihkan untuk program BLT senilai Rp22,4 triliun, dan menargetkan 12,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdampak Covid-19. Masing-masing KPM dapatkan Rp600 ribu selama tiga bulan sehingga total menjadi Rp1,8 juta.

See also  Blanko Cukup, Disdukcapil Segera Cetak KTP-el Tidak Perlu Suket

Hingga saat ini sudah ada 70.315 desa dari total 74.953 desa atau 94 persen yang berhasil menyalurkan Dana Desa pada tahap pertama.

Sementara yang mendapatkan BLT Dana Desa tersebut mencapai 6.591.206 KPM di seluruh Indonesia.

Kemendes juga telah memperpanjang BLT Dana Desa yang semula hanya tiga bulan saat ini ditambah tiga bulan kedua, hanya saja nilainya lebih kecil dibandingkan 3 bulan pertama yakni Rp300 ribu setiap KK.

Selain BLT Dana Desa Kemendes PDTT juga membuat kebijakan padat karya tunai desa untuk menggerakkan ekonomi desa yang sedang diterpa wabah Covid-19.

Padat karya tunai desa tersebut berbeda dengan bantuan pemerintah pada umumnya yang melalui bantuan langsung.

“Tetapi dengan cara melibatkan kelompok miskin dan kelompok marjinal lain dalam proses pembangunan yang kemudian dari situ diberikan upah atas kerja mereka dengan harapan meningkatkan nilai daya beli masyarakat,” pungkasnya.

Turut jadi pembicara dalam Webinar ini diantaranya Sekjen Kemendes PTT Anwar Sanusi, IFAD Country Director Ivan Cossio Cortez, Prof Siddarth Chandra dari Michigan State University dan dimoderatori Staf Khusus Mendes PDTT Dodik P Wijaya.

Berita Terkait

Atasi Cuaca Tak Menentu, Inovasi Alat Pengering Pala Bantu Petani Transmigran di Papua Barat
KSP Bersama Pemprov Sumut, Kementerian PU, ATR/BPN dan Hutama Karya Bahas Penyelesaian Tol Binjai–Langsa
Komisi V DPR Dukung Kelanjutan Tol Sumsel Garapan Hutama Karya
Kementerian PU Percepat Pembangunan Fasilitas Publik untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Sumatra
Kementerian PU Pompa Air untuk 35 Hektare Sawah Terdampak Kekeringan di Lampung Selatan
Kementerian PU Terjunkan Alat Berat Pulihkan Jalan Nasional Terdampak Banjir Bandang di Solok
Hutama Karya dan IKA ITS Academy Berkolaborasi Bahas Business Streamlining BUMN Berbasis Nilai dan Tata Kelola
Bahu-Membahu Atasi Karhutla di Merauke, TEP UGM dan Warga Bupul Indah Selamatkan Permukiman

Berita Terkait

Thursday, 24 September 2026 - 07:38 WIB

Atasi Cuaca Tak Menentu, Inovasi Alat Pengering Pala Bantu Petani Transmigran di Papua Barat

Wednesday, 23 September 2026 - 23:53 WIB

KSP Bersama Pemprov Sumut, Kementerian PU, ATR/BPN dan Hutama Karya Bahas Penyelesaian Tol Binjai–Langsa

Wednesday, 23 September 2026 - 18:02 WIB

Kementerian PU Percepat Pembangunan Fasilitas Publik untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Sumatra

Wednesday, 23 September 2026 - 06:38 WIB

Kementerian PU Pompa Air untuk 35 Hektare Sawah Terdampak Kekeringan di Lampung Selatan

Tuesday, 22 September 2026 - 18:11 WIB

Kementerian PU Terjunkan Alat Berat Pulihkan Jalan Nasional Terdampak Banjir Bandang di Solok

Berita Terbaru