Kreasikan Mix Safe®, dr. Rinawati Bantu Turunkan Angka Kematian Bayi Akibat Asfiksia

Friday, 21 January 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Tingginya angka kematian bayi (AKB) di Indonesia menduduki peringkat keenam tertinggi di Asia Tenggara. Salah satu penyebab tingginya kematian bayi baru lahir adalah mengalami asfiksia atau ketidakmampuan untuk bernapas dengan baik.

Hal ini menjadi perhatian khusus dari Prof. Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo, Sp.A(K). Memiliki panggilan menolong untuk bayi-bayi kecil, mendorong Kepala Instalasi Pelayanan Terpadu Kesehatan Ibu dan Anak Kiara RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo ini untuk menciptakan alat bantu napas atau resisutasi portable.

“Dimulai sejak 2015, saya dan tim yang terdiri dari tenaga ahli serta penyandang dana yang tergabung dalam PT Fyrom International melakukan uji coba dan pelatihan untuk menciptakan Mix Safe®, sebuah alat resisutasi portable yang mudah digunakan dan mudah dibawa untuk menyelamatkan bayi yang membutuhkan bantuan pernapasan,” jelas Rinawati yang juga merupakan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Rinawati menjelaskan bahwa sebelum adanya Mix Safe®, alat resisutasi yang tersedia hanyalah buatan luar negeri dan membutuhkan campuran gas medis dan oksigen. Dikarenakan mahal, keberadaannya pun sangat terbatas. Selain itu, penggunaan alat resisutasi tersebut juga dapat menyebabkan kebutaan pada bayi apabila menggunakan oksigen murni 100 persen.

Mix Safe® berukuran relatif kecil sehingga mudah untuk dibawa pada saat bayi memerlukan rujukan dan dapat bertahan selama 6 jam dengan menggunakan baterai. Selain itu, Mix Safe® juga berfungsi sebagai kompresor, sehingga ketika dicampur dengan oksigen murni, dapat dengan mudah mengukur kadar oksigen hanya sampai batas 21-30 persen, sesuai dengan kebutuhan.

Dokter anak kelahiran Sukabumi ini mengatakan bahwa Mix Safe® menggunakan bahan baku yang sebesar 80 persennya merupakan bahan baku dalam negeri, sehingga harganya pun jauh lebih terjangkau. Di tahun 2018, Mix Safe® telah mendapat hak paten dari Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual serta telah mendapatkan sertifikasi ISO 13485 yang merupakan standar manajemen mutu internasional untuk industri perangkat medis.

See also  Kementrans Siap Percepat Penataan Organisasi dan Pengisian Jabatan Pegawai

“Mix Safe® telah diakui oleh Kementerian Kesehatan dan saat setiap fasilitas pelayanan kesehatan harus memiliki alat resisutasi portable ini, bahkan fasilitas kesehatan tingkat primer sekalipun,” lanjut Rinawati.

Sejak 2018, Rinawati juga telah berkeliling ke hampir seluruh provinsi di Indonesia. Tidak lain adalah untuk mengajarkan penggunaan Mix Safe® kepada tenaga kesehatan, agar bayi baru lahir yang mengalami asfiksia dapat dengan cepat tertolong sehingga mampu menurunkan AKB di Indonesia.

Meski buatan lokal, Mix Safe® pun telah dipamerkan di tingkat dunia. Rinawati menyampaikan bahwa Mix Safe® sedang mengejar untuk mendapatkan Certificate of Europe (CE) agar dapat menembus pasar dunia. Bahkan, Timor Leste dan beberapa negara di Afrika pun telah tertarik untuk membeli Mix Safe®.

Kegigihan Rinawati yang juga tergabung Tim Konsultan Naskah Akademik Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu – Angka Kematian Bayi (AKI-AKB) juga mendapat dukungan dari segenap rekan seprofesinya sesama dokter. Tak terkecuali oleh Direktur Utama RSCM dr. Lies Dina Astuti, SP.JP(K), MARS yang menganggap Rinawati sebagai sosok yang luar biasa.

Lies mengungkapkan Rinawati sebagai sosok yang inspiratif yang penuh inisiatif dan juga kreatif. Rinawati dianggap sebagai pribadi yang mampu menerjemahkan kesulitan dan mampu memberikan solusi yang tepat. Rinawati sebagai seorang aparatur sipil negara (ASN) benar-benar sebagai sosok yang bangga mengabdi pada bangsa.

“Dampak yang diberikan oleh Mix Safe® buatan Prof. Rinawati ini sangat luar biasa. Mampu membuat alat bantu napas produksi Indonesia dan sangat menolong bayi-bayi kecil kita di seluruh pelosok Indonesia,” jelas Lies.

Kegigihan Rinawati dalam menolong bayi yang mengalami asfiksia dengan Mix Safe® pun turut membantu program prioritas pemerintah untuk menurunkan AKB di Indonesia. Selain itu, Mix Safe® juga telah membantu menurunkan risiko kebutaan pada bayi akibat penggunakan oksigen murni. Dengan demikian, Rinawati memiliki andil besar dalam peningkatan generasi unggul Indonesia yang terselamatkan sejak dini.

See also  Sejalan Dengan Komisi 2 DPR, Kemendagri Proses PNBP Untuk Dukcapil

Atas kontribusi tersebut, maka pada tahun 2021 lalu, Rinawati berhasil membawa pulang Piala Adhigana. Rinawati pun dinobatkan sebagai salah satu dari Top 3 Anugerah ASN kategori ASN Inspiratif berkat menciptakan Mix Safe® yang berhasil menyelamatkan generasi Indonesia dari asfiksia.

Berita Terkait

Kementerian PU Suplai Air Untuk Tangani Kebakaran Lahan di Kalteng dan Malut
Penanganan Dampak El Nino 2026, Kementerian PU Bantu Pemadaman 141 Titik Api Karhutla
Kunjungi Pulau Palue, Menteri Dody Siapkan Solusi Air Bersih dan Pengamanan Pantai
Atasi Kekeringan di Lahan Pertanian Sarolangun, Kementerian PU Kerahkan Pompa Air
Atasi Penyediaan Air Bersih di Pulau Palue, Kementerian PU Siap Jajaki Teknologi BRIN
Tiba di Sikka, Menteri Dody: Pemulihan Konektivitas Menjadi Salah Satu Prioritas Penanganan Pasca Gempa
Kementerian PU Alirkan Air Irigasi Ke Persawahan Terdampak Kekeringan di Kota Sungai Penuh
Bencana Karhutla Kalimantan, Ketua DPD RI Sultan Minta Peran Badan Restorasi Gambut Diperkuat

Berita Terkait

Tuesday, 25 August 2026 - 14:11 WIB

Kementerian PU Suplai Air Untuk Tangani Kebakaran Lahan di Kalteng dan Malut

Tuesday, 25 August 2026 - 00:06 WIB

Penanganan Dampak El Nino 2026, Kementerian PU Bantu Pemadaman 141 Titik Api Karhutla

Monday, 24 August 2026 - 23:53 WIB

Kunjungi Pulau Palue, Menteri Dody Siapkan Solusi Air Bersih dan Pengamanan Pantai

Monday, 24 August 2026 - 18:45 WIB

Atasi Kekeringan di Lahan Pertanian Sarolangun, Kementerian PU Kerahkan Pompa Air

Monday, 24 August 2026 - 16:20 WIB

Atasi Penyediaan Air Bersih di Pulau Palue, Kementerian PU Siap Jajaki Teknologi BRIN

Berita Terbaru