TN Bukit Baka Bukit Raya Hasilkan Empat Kelahiran Orangutan Dari Program Pelepasliaran

Saturday, 27 June 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Kabar gembira kembali datang dari kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR). Telah lahir bayi orangutan dari induk bernama Desi (12 tahun), merupakan orangutan rehabilitan yang dilepasliarkan pada 26 November 2016 lalu. Anak Desi yang baru berusia beberapa hari terpantau oleh tim monitoring pada tanggal 10 Juni 2020, kemudian diberi nama Dara oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya.

Kelahiran bayi dari induk Desi menjadi kelahiran yang keempat dari program pelepasliaran orangutan yang dilaksanakan Balai TNBBBR bersama mitra. Dua kelahiran yang termonitor oleh tim yaitu dari induk rehabilitan Desi dan Shila berasal dari program pelepasliaran bekerjasama dengan mitra Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) di wilayah TNBBBR Kalimantan Barat dan dua kelahiran lainnya dari induk rehabilitan Ijum dan Aulin berasal dari program pelepasliaran bekerjasama dengan mitra Yayasan Borneo Orangutan Survival (Yayasan BOS) di wilayah TNBBBR Kalimantan Tengah.

Menteri Siti Nurbaya juga memberikan nama-nama untuk 3 anak orangutan lainnya yaitu: Surya (jantan, anak Shila), Indra (jantan, anak Ijum) dan Aditya (jenis kelamin belum diketahui, anak Aulin).

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK, Wiratno, menyatakan dengan adanya kelahiran di alam bayi orangutan dari induk hasil pelepasliaran, merupakan indikator penting dan bersejarah karena menjadi bukti keberhasilan program rehabilitasi, pelepasliaran dan terjaganya habitat mereka di hutan TNBBBR. “Hal ini juga menunjukkan adanya kerjasama yang sinergis dengan mitra-mitra terkait dalam konservasi orangutan di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah”, sebut Wiratno dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (27/06).

Selain itu, dikatakan Wiratno keterlibatan masyarakat disekitar lokasi dalam kegiatan pelepasliaran hingga pemantauan satwa, diharapkan dapat meningkatkan kesadarannya untuk turut melestarikan orangutan dan habitatnya di kawasan TNBBBR.

See also  Menuju Indonesia's FoLU Net Sink 2030 Melalui Pengelolaan Hutan Lestari

“Kita menyadari bahwa upaya konservasi tidak bisa dikerjakan sendiri-sendiri, kita perlu bergandengan dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga lain, masyarakat setempat, pelaku bisnis dan lembaga-lembaga masyarakat”, tambahnya.

Indra Eksploitasia, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, menambahkan, sebagai salah satu spesies kunci, keberadaan orangutan sangat penting untuk turut menjaga keseimbangan dan kesehatan ekosistem salah satunya sebagai penyebar biji yang meregenerasi hutan. Keberadaan orangutan yang berhasil berkembang biak juga menjadi indikator kondisi hutan yang masih baik tidak hanya bagi orangutan tapi juga bagi satwa-satwa lainnya.

“Kami semua menantikan kelahiran-kelahiran alami berikutnya dari orangutan rehabilitan yang dilepasliarkan di kawasan ini. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya pelepasliaran orangutan di TNBBBR”, kata Indra.

Hutan kawasan TNBBBR sebagai areal pelepasliaran orangutan terbukti menjadi habitat yang ideal bagi orangutan rehabilitan untuk beregenerasi dan menciptakan populasi baru. Sebagaimana diungkapkan Kepala Balai TNBBBR, Agung Nugroho, bahwa melalui survei dan kajian, mereka menemukan hutan di wilayah ini memenuhi persyaratan sebagai rumah baru bagi orangutan rehabilitan, seperti beragamnya jenis tumbuhan pakan, ketinggian dari permukaan laut yang ideal, daya tampung areal yang besar, serta jauh dari akses aktivitas manusia.

“Program pelepasliaran, dan pemantauan orangutan yang dilakukan oleh Balai TNBBBR bekerjasama dengan mitra YIARI maupun Yayasan BOS ini berhasil membuat Desi, Shila, Ijum, dan Aulin tidak hanya berhasil pulih kembali menjadi orangutan sejati dan kembali hidup bebas di habitat aslinya, tetapi juga sukses mencetak satu generasi baru orangutan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya”, ungkap Agung.

Diyakini bahwa keberhasilan ini akan berulang mengingat tidak hanya ada satu orangutan yang dilepasliarkan di kawasan ini. Kelahiran bayi orangutan ini bukan merupakan ujung dari keberhasilan program reintroduksi. Ini adalah awal. Awal dari terbentuknya generasi baru orangutan liar di dalam kawasan TNBBBR. Sejauh ini telah dilepaskan 46 individu orangutan dan jumlahnya dipastikan akan terus bertambah seiring dengan bertambahnya jumlah orangutan yang telah menyelesaikan masa rehabilitasi di pusat penyelamatan orangutan.

See also  Menparekraf Dukung KEK Likupang Sebagai Regenerative Tourism Area

“Kami sangat gembira karena pada akhirnya kami tidak hanya berhasil memberi kesempatan hidup kedua setelah sebelumnya dia dipelihara manusia, tetapi kami juga sangat bahagia bisa memberikannya kesempatan menjadi seorang ibu. Ibu dari bayi orangutan liar yang bisa hidup bebas di habitat alaminya, di dalam taman nasional yang akan sangat mendukung kehidupannya dari sisi ekologi dan perlindungan kawasannya,” jelasnya lagi.

Di TNBBBR sendiri, terutama di Wilayah Kalimantan Tengah, sudah melepasliarkan 171 individu. Dengan kondisi hutan yang sangat ideal sebagai lokasi pelepasliaran dengan luas yang besar, KLHK optimis kelahiran-kelahiran alami berikutnya akan segera menyusul. Bahkan diperkirakan ada sejumlah kelahiran yang belum teramati di luar yang saat ini telah tercatat, mengingat luasnya hutan TNBBBR.

”Kita semua para pelaku dan pendukung upaya pelestarian orangutan berharap agar generasi baru orangutan liar segera terbentuk dan pada akhirnya membantu kita menjaga kualitas hutan demi kebaikan kita bersama”, pungkas Agung.

Berita Terkait

Kementerian Transmigrasi Perkuat Program Trans Tuntas, 194 Bidang Tanah Transmigran di Satuan Permukiman (SP) 1 Padang Tarok Telah Bersertipikat
Kementerian PU Tingkatkan Penerapan Teknologi BIM pada Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II
Hutama Karya Perkuat Upaya Pencegahan Kecelakaan di Seluruh Ruas Tol, Ajak Pengguna Jalan Utamakan Keselamatan Berkendara
Mendes Sebut 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Lahirkan Banyak Desa Ekspor
Menteri PANRB Apresiasi Pemkab Jember Integrasikan 279 Layanan dari 17 Instansi dalam MPP
Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Kementerian PU Serap 97 Ribu Tenaga Kerja
Dengan Standarisasi Mutu, Beras Oransbari Siap Jadi Produk Premium
Ketua DPD RI Buka BLISPI Youth Cup V, Dorong Lahirnya Bintang Sepak Bola dari Daerah

Berita Terkait

Wednesday, 28 October 2026 - 14:47 WIB

Kementerian Transmigrasi Perkuat Program Trans Tuntas, 194 Bidang Tanah Transmigran di Satuan Permukiman (SP) 1 Padang Tarok Telah Bersertipikat

Wednesday, 28 October 2026 - 14:41 WIB

Kementerian PU Tingkatkan Penerapan Teknologi BIM pada Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II

Tuesday, 27 October 2026 - 21:40 WIB

Hutama Karya Perkuat Upaya Pencegahan Kecelakaan di Seluruh Ruas Tol, Ajak Pengguna Jalan Utamakan Keselamatan Berkendara

Tuesday, 27 October 2026 - 21:29 WIB

Mendes Sebut 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Lahirkan Banyak Desa Ekspor

Tuesday, 27 October 2026 - 09:01 WIB

Menteri PANRB Apresiasi Pemkab Jember Integrasikan 279 Layanan dari 17 Instansi dalam MPP

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Akses Jalan Pining-Lokop Kembali Dapat Dilalui Pascabanjir di Gayo Lues

Friday, 30 Oct 2026 - 00:05 WIB