Pandemi Bukan Alasan ASN Tidak Produktif

Wednesday, 1 July 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Wabah Covid-19 tidak boleh menjadi penghalang aparatur sipil negara (ASN) untuk bekerja secara profesional dan lebih produktif memberikan layanan kepada masyarakat. ASN sebagai pelayan masyarakat diharapkan tetap mampu menjalankan kewajibannya meskipun dalam kondisi pandemi covid-19.

“Rakornas ini harus melahirkan ide, gagasan, dan terobosan. Sesuai arahan Presiden RI, ASN harus lebih produktif dengan menerapkan protokol kesehatan. Jangan karena pandemi covid-19 menurun kinerjanya, menurun layanan masyarakatnya, namun harus tetap produktif,” ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo dalam acara Rakornas Pengembangan Kompetensi ASN, Lembaga Administrasi Negara (LAN), Selasa (30/06).

Disampaikan jika pelayanan masyarakat tetap dilakukan namun dengan memperhatikan protokol kesehatan. Selain itu pembagian sistem kerja ASN dengan work from home dan work from office, diharapkan tidak mengurangi kualitas pelayanan yang diselenggarakan pemerintah.

Pemanfaatan teknologi juga menjadi salah satu alternatif ASN memberikan layanan di tengah pandemi, sehingga meminimalisir pertemuan tatap muka antar pemohon dan penyedia layanan. Tjahjo menegaskan jika literasi dan kultur digital perlu ditingkatkan dalam pengembangan kompetensi ASN. Mengingat saat ini telah memasuki era serba digital, serba otomatis, tidak selalu di kantor untuk bekerja, dan tidak selalu di pusdiklat untuk belajar.

Menteri Tjahjo menyampaikan pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing menjadi kunci dalam menghadapi tantangan transformasi digital dimaksud, termasuk ASN. Untuk itu, pemerintah terus berupaya membangun Smart ASN yang berintegritas, profesional, dan kompeten, berdaya melayani serta menguasai IT dengan baik.

Pada pengembangan kompetensi ASN, menurutnya harus didasarkan pada kebutuhan instansi dan kebutuhan nasional yang dijabarkan dari prioritas pembangunan nasional yang terkandung dalam visi, misi, kebijakan, dan strategi sebagaimana Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang tertuang dalam Perpres No. 18/2020.

See also  Dukcapil "Subsidi" Provider Telko Sebesar Rp1,9 Triliun

Pada kesempatan yang sama, Kepala LAN Adi Suryanto mengatakan birokrasi harus terus berjalan meski menghadapi situasi sulit seperti sekarang ini. Untuk itu, ia menilai saat ini merupakan momentum ASN untuk dapat mengembangkan kompetensi dan inovasi, bukan sebaliknya membuat ASN berdiam diri dan tidak melakukan aktifitas apapun.

“Bagaimana penularan Corona ini kita pinjam, sehingga semangat baru untuk mengeluarkan virus inovasi dalam membuat terobosan. Jika ingin menyebarkan inovasi-inovasi, bisa kita anggap seperti pandemi virus, asal ketemu orang akan terinspirasi untuk berinovasi, akan terinfeksi untuk berinovasi,” jelasnya.

Menurut Adi, selain pelayanan pada masyarakat, pengembangan dan kompetensi bagi ASN juga tidak boleh berhenti di masa pandemi. Keterbatasan yang ada dapat disiasati dengan menggunakan berbagai macam pendekatan dalam pengembangan kopetensi. Salah satu yang dikembangkan di LAN disebut flexible learning, yaitu pendekatan yang pembelajarannya dapat dilakukan secara lebih fleksibel, bisa dilakukan dimana saja, kapan saja dan oleh siapa saja.

Hal tersebut menjadi menarik karena sebelumnya pelatihan pengembangan kompetensi selalu dilakukan secara classical, dimana harus ada pertemuan tatap muka. Namun dengan terobosan flexible learning menjadi pilihan tepat sebagai literasi tanggap Covid-19 dengan pengembangan kompetensi yang memanfaatkan teknologi. Pembelajaran mikro mobil learning juga dikembangkan, dimana materi pembelajaran dengan target kompetensi yang spesifik disampaikan melalui video, melalui materi pendek.

“Mari bersinergi, jangan kalah dengan Covid-19. Covid-19 yang harus dikalahkan, kita harus bangkit kembali, harus membangun produktifitas kembali, kreatifitas, inovasi bahkan menurut saya ini momentum tepat bagi kita menemukan hal baru dalam cara kita mengembangkan kompetensi ASN,” pungkasnya.

Berita Terkait

Kementerian PU Hadirkan mudik.pu.go.id, Masyarakat Bisa Pantau Jalur Mudik Melalui 1.351 CCTV
Dukung Mudik Lebaran 2026, Kementerian PU Siapkan 10 Ruas Tol Fungsional dan 15 TIP
Mendes dan Gubernur NTB Bersinergi Hapus Kemiskinan Ekstrem
Tenor Cicilan Rumah Subsidi Diperpanjang Jadi 30 Tahun
Dukung Konektivitas, HKA Pastikan Kesiapan Perkerasan Jalan Akses Tol Patimban
Cegah PHK 9.000 PPPK, Senator NTT Minta Revisi UU HKPD
Tertarik Investasi di Kawasan Transmigrasi, China Energy Siap Serap 5.000 Tenaga Kerja Lokal
Hutama Karya-HKA Percepat Pemeliharaan Tol Trans Sumatera Jelang Mudik Lebaran 2026

Berita Terkait

Tuesday, 10 March 2026 - 23:29 WIB

Dukung Mudik Lebaran 2026, Kementerian PU Siapkan 10 Ruas Tol Fungsional dan 15 TIP

Tuesday, 10 March 2026 - 23:22 WIB

Mendes dan Gubernur NTB Bersinergi Hapus Kemiskinan Ekstrem

Tuesday, 10 March 2026 - 19:53 WIB

Tenor Cicilan Rumah Subsidi Diperpanjang Jadi 30 Tahun

Tuesday, 10 March 2026 - 17:03 WIB

Dukung Konektivitas, HKA Pastikan Kesiapan Perkerasan Jalan Akses Tol Patimban

Monday, 9 March 2026 - 01:13 WIB

Cegah PHK 9.000 PPPK, Senator NTT Minta Revisi UU HKPD

Berita Terbaru

foto istimewa

Ekonomi - Bisnis

Epson Indonesia Ajak Media Main Padel Sebelum Buka Puasa Bersama

Thursday, 12 Mar 2026 - 00:59 WIB

News

Hutama Karya Siagakan Layanan Tol Sambut Mudik Lebaran 2026

Thursday, 12 Mar 2026 - 00:48 WIB

Berita Utama

Kementerian PU Pastikan Kesiapan Infrastruktur Mudik Lebaran 2026

Thursday, 12 Mar 2026 - 00:42 WIB