Menteri Tjahjo Dorong Instansi Pemerintah Gaungkan Aksi Pencegahan Korupsi

Wednesday, 22 July 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo mengatakan Presiden Joko Widodo memberikan arahan agar aksi pencegahan korupsi diprioritaskan terutama di sektor perizinan dan sektor pelayanan publik yang berkaitan langsung dengan masyarakat. Ia teringat saat Presiden memberi sejumlah arahan kepada para menteri usai mengumumkan anggota Kabinet Indonesia Maju pada Oktober 2019 lalu. Salah satu perintah Presiden adalah ‘Jangan korupsi. Ciptakan sistem yang menutup celah terjadinya korupsi’.

“Ini yang selalu ditekankan oleh Presiden kepada saya sebagai Menteri PANRB, bagaimana birokrasi yang ada dari pusat sampai daerah memahami hal-hal yang berkaitan dengan korupsi yang menghambat kesejahteraan, berdampak sistemik, menghambat investasi dan menghambat pembangunan,” ujar Tjahjo dalam Rapat Koordinasi Tim Pengarah Strategi Nasional (Stranas) Pencegahan Korupsi secara virtual di Jakarta, Selasa (21/07).

Pada kesempatan tersebut, Tjahjo menggarisbawahi bahwa tindak pidana korupsi menjadi sebuah kejahatan yang bersifat sistemik dan menjadi masalah serius bagi pembangunan di Indonesia. Korupsi juga menjadi salah satu faktor penghambat utama dalam perizinan dan investasi. Oleh karena itu, Strategi Nasional Pencegahan Korupsi yang diperintahkan Presiden perlu diperkuat lagi. Penguatan tersebut mulai dari pemetaan area rawan korupsi, survei persepsi integritas, kajian-kajian sektor strategis, pendidikan antikorupsi di sejumlah jenjang pendidikan hingga revitalisasi Aparat Pengawasan intern Pemerintah (APIP).

Strategi Nasional Pencegahan Korupsi adalah arah kebijakan nasional yang memuat fokus dan sasaran pencegahan korupsi yang digunakan sebagai acuan kementerian, lembaga, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya dalam melaksanakan aksi pencegahan korupsi di Indonesia. Stranas PK dimaksudkan untuk mendorong upaya pencegahan korupsi dilaksanakan dengan cara kolaboratif dan bersinergi bersama kementerian, lembaga, pemerintah daerah, KPK, dan pemangku kepentingan lainnya, termasuk masyarakat sipil.

See also  Waspada Libur Panjang yang Acap Picu Lonjakan Kasus Positif COVID-19

Melalui kebijakan ini, Tjahjo mengimbau agar upaya pencegahan korupsi menjadi perhatian serius dan dalam pelaksanaannya tidak hanya bersifat seremonial. “Hal-hal yang berkaitan dengan pemberantasan korupsi baik penindakan atau pencegahan harus dilakukan serius tanpa pandang bulu, dan itu akan berkontribusi dalam mengawal upaya mensejahterakan rakyat dan pembangunan,” tegas Tjahjo.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mengharapkan agar aksi-aksi pencegahan korupsi untuk dua tahun mendatang ditekankan pada output dan outcome. “Jadi tidak lagi dari sisi administratif atau kelembagaan. Tetapi apa yang kita targetkan dari pencegahan korupsi itu,” tuturnya.

Selain aksi pencegahan korupsi yang berfokus pada Perizinan dan Tata Niaga, Keuangan Negara, serta Penegakan Hukum dan Reformasi Birokrasi, Marwata berharap agar aksi pencegahan korupsi terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dimasukkan ke dalam Rencana Aksi Pencegahan Korupsi 2021-2022. Mengingat dalam waktu dekat akan ada penyelenggaraan Pilkada. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya money politics dalam penyelenggaraan Pilkada tahun 2020.

Rapat Koordinasi Tim Pengarah Stranas Pencegahan Korupsi ini dilakukan untuk membahas Rencana Aksi Pencegahan Korupsi 2021-2022. Selain itu, rapat ini juga dilakukan untuk membahas persiapan Kegiatan Aksi Nasional Pencegahan Korupsi (ANPK) yang rencananya akan disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada Agustus mendatang.

Menurut Marwata, Kegiatan Aksi Nasional Pencegahan Korupsi (ANPK) yang akan dihadiri oleh seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman dan menanamkan kembali agar pimpinan kementerian, lembaga, maupun daerah bisa lebih peduli terhadap upaya-upaya pencegahan korupsi yang dilakukan pemerintah. “Kami berharap upaya-upaya yang kita lakukan bersama bisa memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat kita,” pungkasnya.

Berita Terkait

Olah Kelapa Jadi Parutan Kering, Warga Pulau Bacan Malut Tambah Pendapatan
Hadiri Pameran Trade Expo Indonesia, Mendes Ingin Produk Hilirisasi Desa Go Internasional
Pramono Bangga Jakarta Jadi Kota Pelajar Nomor Satu
Gelegar Lelang BNI 2026 Bukukan Penjualan Agunan Rp510,77 Miliar
Pertamina Operasikan SPBU 24 Jam di Bali, Distribusi BBM Dipercepat
Belajar dari BAIC, Iftitah: Kemajuan Industri Dibangun dari Investasi pada Manusia dan Teknologi
Senator Mirah: MotoGP Mandalika Harus Berkelanjutan, Dampak Ekonomi dan Peningkatan SDM Lokal Jadi Prioritas
BNI Dukung 24 UMKM Lokal Tampil di MotoGP Mandalika 2026

Berita Terkait

Friday, 16 October 2026 - 21:40 WIB

Olah Kelapa Jadi Parutan Kering, Warga Pulau Bacan Malut Tambah Pendapatan

Thursday, 15 October 2026 - 13:01 WIB

Hadiri Pameran Trade Expo Indonesia, Mendes Ingin Produk Hilirisasi Desa Go Internasional

Thursday, 15 October 2026 - 12:57 WIB

Pramono Bangga Jakarta Jadi Kota Pelajar Nomor Satu

Thursday, 15 October 2026 - 12:49 WIB

Gelegar Lelang BNI 2026 Bukukan Penjualan Agunan Rp510,77 Miliar

Wednesday, 14 October 2026 - 15:44 WIB

Pertamina Operasikan SPBU 24 Jam di Bali, Distribusi BBM Dipercepat

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Ahmad Syauqi Kawal Revitalisasi SMK Muhammadiyah Prambanan

Saturday, 17 Oct 2026 - 18:22 WIB