Rizal Ramli, Tempat Aduan Masalah Bangsa

Monday, 24 August 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – FAKTA situasi keadaan Indonesia saat ini krisis dalam segala hal. Tidak ada anak bangsa yang tidak punya keluhan.

Sebab bangsa ini sudah dan sedang berada pada muara problematika yang serius di segala aspek kehidupan. Keluhan yang seyogyanya telah diamanahkan kepada wakil rakyat di DPR RI, namun DPR RI justru telah bercerai dari induknya yaitu rakyat.

Sistim dan kekuatan oligarki politik yang hanya menjadikan wakil rakyat di DPR RI hanya sebagai pajangan. Tidak lagi peka terhadap hati nurani kesusahan rakyat. Mereka menempatkan diri sebagai benteng kekuasaan bukan benteng rakyat yang mereka wakili.

Bahkan mereka juga sudah menyerahkan sebagian kekuasan kepada pemerintah melalui UU Corona, mereka susun berbagai UU yang membuat pemerintah menjadi otoriterian, tanpa mengikut sertakan partisipasi rakyat. Rakyat akhirnya kehilangan tempat mengadu.

Pada satu sisi birokrasi kenegaraan berjalan lamban dalam memaksimalkan budget dalam setiap keperluan rakyat. Faktanya rakyat tidak merasakan eksistensi dari otoritas pemerintah, ini diakui oleh Presiden sendiri dengan sering marah-marah kepada menterinya.

Artinyam baik DPR RI maupun pemerintah yang mendapatkan mandat konstitusi dalam menjalankan sistim bernegara kurang berfungsi, birokrasi digantikan dengan influencer dan buzzer yang berbayar untuk memuja kekuasaan dan mencaci maki bagi suara yang membela rakyat.

Dalam situasi seperti ini, maka rakyat akan membuat pilihan untuk keluar dari sistim (the box) yang macet. Mereka akan menyampaikan segala keluhan yang sudah tidak terbendung kepada tokoh yang mumpuni, yang punya jati diri, punya kapasitas, punya integritas dan track record.

Dari media yang dapat kita ikuti, pilihan mereka kepada tokoh bangsa Dr. Rizal Ramli, juga juga kemampuannya sebagai tokoh dunia pernah menjadi penasehat ahli PBB.

See also  Tinjau Tol Yogyakarta - Bawen, Menteri Basuki : Kuartal I 2025 Ruas Banyurejo - Sleman Rampung

Menurut kajian penulis terhadap rekam jejak beliau RR adalah pakar di bidangnya dan patriot sejati. Memiliki empathy kecintaan kepada bumi pertiwi, bangsa, negara, dan sangat berpihak kepada rakyat. Faktanya Dr. Rizal Ramli adalah tempat mengadu anak bangsa ini.

Dari pengamatan penulis tercatat dalam bulan Agustus ini saja sudah ada tiga pihak yang menyambangi mengeluh keadaan bangsa kepada Dr. Rizal Ramli.

Sepertinya keluhan anak bangsa yang disampaikan kepada Dr. Rizal Ramli, mewakili semua elemen anak bangsa. Baik bersifat individu maupun kelompok. Pada hari Jumat 07/8/2020, organisasi sayap PDIP, Satgasus (satuan tugas khusus) Cakrabuana mendatangi Rizal Ramli dikantornya, mengamati keluhannya mereka mewakili aspek politik dan birokrasi bangsa yang lagi kehilangan arah.

Kunjungan berikutnya, para Kiai Zurriah pendiri NU dan para kiai Kharismatik NU dari Jawa Timur pada Selasa, 18/8/2020. Para kiai tersebut menyambangi kediaman Rizal Ramli, bisa dikatakan kunjungan tersebut mewakili umat Islam, para ulama dan tokoh agama serta rakyat kecil. Mengingat kondisi nyata, secara tegas para kiai meminta Rizal Ramli bersedia dan mendoakan menjadi Presiden.

Selanjut Para Purnawirawan Jenderal TNI, Kamis, 20/8/2020, yang tergabung dalam Forum Komunikasi Patriot Peduli Bangsa.

Menjelaskan mereka sudah mendatangi Pimpinan TNI/KSAD akan tetapi cuma diterima oleh bintang satu bukan pengambil keputusan, menyampaikan keluhan yang mewakili masalah keamanan, ketahanan dan kestabilan bangsa, yang menurut mereka paham komunis yang ingin merubah Pancasila menjadi ekasila akan menimbulkan perpecahan serta kekuatan asing dan aseng sudah melemahkan ketahanan bangsa dari penjajahan gaya baru. Pada hakikatnya mereka meminta agar Rizal Ramli bersedia memimpin mereka menyelamatkan bangsa.

 Kehadiran mereka sebenarnya memberi isyarat jelas kepada seluruh rakyat, terutama para tokoh bangsa, tokoh agama, ormas, umat dan rakyat, serta para pakar dan akademisi, bahwa masalah pertama bangsa saat ini adalah ketokohan pemimpin bangsa.

See also  Tujuh Catatan Wapres Pascakunjungan Lima Hari ke Papua

Dari kunjungan-kunjungan tersebut, Rizal Ramli adalah pilihan pertama dan utama, untuk memimpin bangsa ini. Membawa bangsa Indonesia keluar dari multi krisis secara cepat dan mendasar sehingga dapat menuju bangsa yang disegani dunia. Semoga. Amin.

Kuala Lumpur, 23 Agustus 2020

KH. Dr. Iqbal Kliwo, Lc

Alumnus Gontor dan Al Azhar Mesir.

Berita Terkait

Telkom Dukung Try Out TKA 2026 di Banten, Fasilitasi 84.000 Peserta dari 570 Sekolah
BULOG Pastikan 4,6 Juta Ton Cadangan Beras Tetap Terjaga
Kementerian PU Jaga Jalan Tetap Fungsional Walau Longsor Kembali Terjang Ruas Tapan–Batas Jambi
Lebih dari 4.000 Buku Hadir di Yapsi, TEP ITB Buka Ruang bagi Anak Papua Merawat Mimpi
Mendes Yandri Tegaskan Hasil Seleksi Beasiswa ke Jepang Tanpa Intervensi
HKA Terapkan Standar Internasional Keselamatan Lalu Lintas di Ruas Kelolaan
Kementerian PU Buka Usulan Lokasi Penerima Manfaat P3-TGAI Tahun 2027, Sasar 13.296 Lokasi di Indonesia
Wujudkan Visi Energi Mandiri Presiden, Transmigrasi Di Teluk Wondama Beralih Ke Panel Surya dan Biogas

Berita Terkait

Wednesday, 4 November 2026 - 13:21 WIB

Telkom Dukung Try Out TKA 2026 di Banten, Fasilitasi 84.000 Peserta dari 570 Sekolah

Wednesday, 4 November 2026 - 13:17 WIB

BULOG Pastikan 4,6 Juta Ton Cadangan Beras Tetap Terjaga

Tuesday, 3 November 2026 - 14:20 WIB

Kementerian PU Jaga Jalan Tetap Fungsional Walau Longsor Kembali Terjang Ruas Tapan–Batas Jambi

Tuesday, 3 November 2026 - 13:53 WIB

Lebih dari 4.000 Buku Hadir di Yapsi, TEP ITB Buka Ruang bagi Anak Papua Merawat Mimpi

Monday, 2 November 2026 - 17:47 WIB

Mendes Yandri Tegaskan Hasil Seleksi Beasiswa ke Jepang Tanpa Intervensi

Berita Terbaru

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi / foto ist

Nasional

Pemerintah Siapkan Keppres Pemberhentian Listyo Sigit dari KSP

Wednesday, 4 Nov 2026 - 13:38 WIB

Berita Utama

BULOG Pastikan 4,6 Juta Ton Cadangan Beras Tetap Terjaga

Wednesday, 4 Nov 2026 - 13:17 WIB