Menilik Hubungan Pelayanan Publik dan Pemberantasan Korupsi

Monday, 28 September 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Komisi Pemberantasan Korupsi bekerja sama dengan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menyelenggarakan sarasehan pustaka secara daring, pekan lalu (26/9), membahas mengenai bagaimana kaitan pelayanan publik dengan pemberantasan korupsi.

Diskusi ini berangkat dari Survei Penilaian Integritas (SPI) yang dilakukan oleh KPK, memotret bahwa pelayanan publik menjadi salah satu sektor yang rentan terjadinya tindak pidana korupsi, oleh karena itu KPK menyadari bahwa diseminasi antikorupsi, khususnya dalam tema pelayanan publik harus terus digiatkan untuk menjangkau berbagai lini dan kalangan.

Diskusi yang juga sebagai pengantar untuk penyusunan Jurnal Integritas volume 06 ini menghadirkan Kepala Kanwil DJP Kalsel dan Kalteng Cucu Supriatna, Ketua Boar PKMK FK-KMK UGM Laksono Trisnantoro, Mitra Bestari Jurnal Integritas Suwarsono Muhammad, serta Dosen FISIP Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru, Kalimantan Selatan Varinia Pura Damayanti.

Wakil Rektor 1 Bidang Akademik ULM, Aminuddin Patra, pada pembukaan membagi cerita soal apa yang sudah dikerjakan ULM dalam hal pelayanan publik. Dia menjelaskan,  reformasi sistem kerja dan pelayanan akademik melalui berbagai aplikasi, perbaikan SOP, lalu ada pembentukan unit pengendalian gratifikasi dan pengelolaan benturan kepentingan yang didukung dengan peraturan dan keputusan rektor ULM. “Dari sisi perencanaan, pengelolaan keuangan dan pengawasan SDM juga dilaksanakan evaluasi agar lebih transparan dan mudah dilakukan pengawasannya,” pungkasnya.

Mitra Bestari Jurnal Integritas yang juga mantan penasihat KPK Suwarsono melihat kualitas pelayanan publik dan korupsi menjadi bahaya laten bagi negara berkembang, termasuk Indonesia. Ia mengatakan, tidak peduli apakah ketika Indonesia masih berada pada masa pemerintahan otoriter yang panjang maupun ketika berada pada model demokrasi liberal, seakan-akan perubahan sistem politik tersebut tidak memiliki implikasi positif bagi peningkatan pelayanan publik.

See also  Prabowo Temui Anwar Ibrahim di Rumah Tangsi Malaysia

“Pertanyaan adalah apa yang salah? Sejauh ini yang terlihat adalah kurangnya kehendak politik (political will) dari yang berada pada puncak kekuasaan. Di sisi lain, sinyalemen bahwa rakyat tidak cukup berpartisipasi alias terlihat longgar bahkan membiarkannya,” terangnya.

Menutup kegiatan tersebut, Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah memberikan apresiasi bagi sejumlah narasumber yang telah berbagi pengalaman mengenai pelayanan publik yang dilakukan pada masing-masing institusi, namun Febri juga mengingatkan bahwa penting bagi sebuah institusi untuk tak lupa memiliki whistleblower system.

Menurut dia, masyarakat sulit mencari jalur keluhan ketika mereka tidak dilayani secara baik dalam pelayanan publik. “Penting membuat jalur pengaduan di internal ketika ada penyimpangan/korupsi internal terkait dengan struktur pelayanan publik di sebuah institusi tersebut,” ujarnya. 

Febri juga mengajak para akademisi, peneliti, masyarakat maupun pemerhati pemberantasan korupsi untuk berkontribusi mengirimkan karya ilmiah berupa ide, pemikiran, bahkan pengalaman seputar pelayanan publik dan pemberantasan korupsi ke KPK untuk dapat diterbitkan ke dalam Jurnal Integritas edisi kedua di tahun ini. Untuk informasi dan petunjuk lebih lanjut mengenai Jurnal Integritas dapat mengunjungi situs web jurnal.kpk.go.id.

Berita Terkait

2,1 Juta Kendaraan Kembali ke Jabotabek, Diskon Tol 30% Kembali Berlaku
Genjot Hilirisasi, Pemerintah Kejar Ketahanan Energi Nasional
Program Mudik ke Jakarta Tembus Rp21 Triliun, Pramono Optimistis Terus Naik
Arus Balik Lebaran 2026, Trafik JTTS Tembus 257 Ribu Kendaraan
Warga Padati Istana, Antusias Bertemu Prabowo di Gelar Griya
Hemat Energi, Pemerintah Terapkan WFH Usai Lebaran
Arus Balik Lebaran, Trafik JTTS Naik 50 Persen
Menteri PU Dampingi Presiden Prabowo Salat Id di Aceh Tamiang, Pastikan Rumah Hunian Telah Dihuni

Berita Terkait

Thursday, 26 March 2026 - 17:01 WIB

2,1 Juta Kendaraan Kembali ke Jabotabek, Diskon Tol 30% Kembali Berlaku

Thursday, 26 March 2026 - 13:33 WIB

Genjot Hilirisasi, Pemerintah Kejar Ketahanan Energi Nasional

Wednesday, 25 March 2026 - 17:38 WIB

Program Mudik ke Jakarta Tembus Rp21 Triliun, Pramono Optimistis Terus Naik

Tuesday, 24 March 2026 - 12:13 WIB

Arus Balik Lebaran 2026, Trafik JTTS Tembus 257 Ribu Kendaraan

Monday, 23 March 2026 - 13:48 WIB

Warga Padati Istana, Antusias Bertemu Prabowo di Gelar Griya

Berita Terbaru

Berita Utama

2,1 Juta Kendaraan Kembali ke Jabotabek, Diskon Tol 30% Kembali Berlaku

Thursday, 26 Mar 2026 - 17:01 WIB

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia / foto ist

Berita Utama

Genjot Hilirisasi, Pemerintah Kejar Ketahanan Energi Nasional

Thursday, 26 Mar 2026 - 13:33 WIB