Wamenag: Mahasiswa PTKIN Perlu Selektif Cari Sumber Rujukan

Monday, 5 October 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi berpesan agar mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) perlu selektif untuk mencari sumber rujukan di internet. 

Hal ini disampaikan Wamenag saat memberikan kuliah umum secara virtual dalam Kuliah Iftitah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup. “Saya berpesan agar para mahasiswa sangat selektif dan berhati-hati dalam mencari rujukan, apalagi di dunia maya saat ini, semua serba ada,” kata Wamenag, Senin (05/10). 

Wamenag menyampaikan, masa pandemi Covid-19 saat ini memaksa masyarakat pendidikan melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), tak terkecuali para mahasiswa di PTKIN. Menurut Wamenag, di era yang disebut IoT (Internet of Things) ini, banyaknya bahan rujukan yang tersebar menjadi tantangan sendiri bagi mahasiswa PTKIN.

“Disinilah diperlukan panduan dari dosen serta self control dari para mahasiswa agar menyadari bahwa sebagai bagian dari civitas akademika PTKIN yang menegakkan Islam yang memberikan rahmat bagi seluruh alam,” tutur Wamenag.

“Maka harus dipastikan, bahwa dalam mencari sumber rujukan utama harus berimbang (cover both stories), serta tidak menebarkan kebencian (hate speech) satu golongan dengan yang lainnya,” imbuhnya. 

Wamenag  melalui kuliah umumnya yang berjudul “Peran PTKIN dalam Pengarustamaan Program Moderasi Beragama di Kalangan Kampus dan Masyarakat” juga mengucapkan selamat datang dan bergabung khususnya bagi para mahasiswa baru IAIN Curup. “Anda telah menetapkan pilihan ke kampus IAIN Curup yang merupakan kampus dari 58 PTKIN dimana memiliki DNA dalam menebarkan Islam Rahmatan lil Alamin. Pesan ini perlu saya sampaikan kepada para mahasiswa baru dan tentu juga yang lama agar bersama-sama menjaga DNA yang menjadi ciri khas ini,” kepada ratusan mahasiswa baru IAIN Curup yang mengikuti Kuliah Iftitah secara virtual. 

See also  Pencairan NPHD di Kalteng 100 Persen, Mendagri Beri Hadiah Anjungan Dukcapil Mandiri

Lebih lanjut Wamenag berharap dengan kebijakan memilih sumber rujukan dapat menguatkan pengarusutamaan moderasi beragama yang dilakukan IAIN Curup. Menurutnya, mahasiswa IAIN Curup harus berperan sebagai pencerah bagi masyarakat dengan cara menguasai sumber rujukan yang tepat. “Bagi saya, peran kampus khususnya IAIN Curup sangatlah penting sekali untuk menjadi pencerah bagi masyarakat,” harap Wamenag. 

Hal ini dapat dilakukan  dengan kemampuan mendialogkan berbagai pendekatan baik secata tekstual maupun kontekstual. “Sehingga ada silaturahim fil fikri, yakni “tegur sapa dalam pemikiran” yang diharapkan mencapai titik temu (cocreate meanings), dengan upaya dialog yang  terus dilakukan,” kata Wamenag.

Berita Terkait

Hutama Karya Dukung Gerakan Nasional Zero ODOL Melalui Kampanye Selamat Sampai Tujuan (SETUJU)
Menteri Dody Pastikan Kementerian PU Tangani 492 Titik Kekeringan
BULOG Hadirkan Beras Premium di Retail Modern
WFH ASN Diperpanjang Lagi
Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Banjir di Padang, Kerahkan Pompa hingga Pulihkan Akses
Menteri Dody Tancap Gas Rampungkan Sekolah Rakyat Kuantan Singingi
Gaspol Kendaraan Listrik! Purbaya: Insentif Lanjut, Prabowo Siapkan Stimulus Baru
Sudah Fungsional, Sekolah Rakyat Kabupaten Jepara Siap Sambut MPLS Tahun Ajaran 2026-2027

Berita Terkait

Thursday, 6 August 2026 - 17:55 WIB

Hutama Karya Dukung Gerakan Nasional Zero ODOL Melalui Kampanye Selamat Sampai Tujuan (SETUJU)

Thursday, 6 August 2026 - 17:07 WIB

Menteri Dody Pastikan Kementerian PU Tangani 492 Titik Kekeringan

Thursday, 6 August 2026 - 15:40 WIB

WFH ASN Diperpanjang Lagi

Wednesday, 5 August 2026 - 18:17 WIB

Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Banjir di Padang, Kerahkan Pompa hingga Pulihkan Akses

Wednesday, 5 August 2026 - 14:49 WIB

Menteri Dody Tancap Gas Rampungkan Sekolah Rakyat Kuantan Singingi

Berita Terbaru

Ekonomi - Bisnis

Bank Mandiri Perluas Akses Kerja Inklusif bagi Generasi Difabel

Thursday, 6 Aug 2026 - 16:41 WIB