Pertamina Dampingi UMKM Hingga Go Modern, Simak Binaan Pertamina Pahlawan Pelestari Batik Kudus dari Kepunahan

Monday, 9 November 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto Istimewa

foto Istimewa

DAELPOS.com – Sejak tahun 1993 hingga saat ini, PT. Pertamina (Persero) melalui Program Kemitraan telah membina lebih dari 250 perajin batik yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia dengan total penyaluran sebesar Rp 10 miliar. Selain berupa bantuan modal, Pertamina juga melakukan pendampingan para perajin batik tradisional, menjadi Go Modern hingga pada upaya Go Global.

Salah satu perajin batik binaan Pertamina adalah Yuli Astuti. Pemilik sanggar Muria Batik Kudus ini memulai karier membatiknya sejak tahun 2005. Yuli terbilang bukan pembatik sembarangan. Betapa tidak, ia dikenal sebagai sosok yang patut disebut pahlawan pelestari batik Kudus yang saat itu bisa dibilang hampir punah.

“Batik Kudus itu punya cerita yang unik. Tapi enggak ada orang yang tahu. Sampai 2005, cuma ada satu pembatik yang masih hidup, tapi karena sudah tua, ingatan soal ceritanya juga sudah lupa. Akhirnya saya harus melakukan penelitian sendiri,” ujarnya.

Begitu langkanya informasi mengenai Batik Kudus hingga Yuli harus mengelana ke mana-mana demi mencari informasi tentang batik. Selain harus bolak-balik ke Solo dan Pekalongan untuk belajar membatik, Yuli juga melakukan penelitian hingga naik langsung ke Gunung Muria demi mendapatkan cerita asli tentang legenda Kapal Kandas dengan tetua di sana. Di sana juga ia mempelajari buah Parijoto, buah khas Muria yang kini juga jadi ciri khas desain batik-batik Yuli.

Jatuh bangun memang harus dialami Yuli dalam perjalanannya mengangkat kembali Batik Kudus. Tidak heran, kini muncul beberapa “saingan” Yuli yang menggeluti batik Kudus. Meski begitu, Yuli tidak pernah menganggap mereka sebagai rival. Dengan mengedepankan bisnis berkonsep sociopreneur, Ia bahkan berusaha agar semakin banyak orang menggeluti batik Kudus, termasuk dengan memberikan pelatihan bagi anak-anak sekolah.

See also  Sinergikan Perencanaan Pembangunan Infrastruktur 2022, Kementerian PUPR Gelar Rakorbangwil

“Salah satu hal yang saya lakukan yaitu melakukan pembinaan batik melalui pembinaan-pembinaan sekolah, anak-anak difabel, anak-anak berkebutuhan khusus agar mereka mengenal batik sejak dini,” lanjutnya.

Tidak heran, ia diganjar berbagai penghargaan di sepanjang kariernya. Salah satunya adalah penghargaan Local Hero Pertamina 2018. Lewat penghargaan itu pula, pintu bagi Yuli terbuka semakin lebar; bersama Pertamina, Yuli mendapatkan banyak manfaat, dari pembinaan hingga undangan untuk pameran dan fashion show.

Yuli Astuti menjadi Mitra Binaan Pertamina sejak tahun 2018. Sejak bergabung dengan Pertamina, omzet Yuli meningkat 30 Persen dan mendapatkan omzet hingga Rp100 juta rupiah per bulan. Muria Batik Kudus memproduksi produk batik khas Kudus yang dijual secara online yang bisa dilihat melalui media sosial @muriabatik serta offline storenya di Karang Malang 4/2 Gebog Kudus Jawa Tengah. Pasar lokal, nasional, hingga mancanegara pun telah dijajaki oleh Yuli, termasuk di antaranya Negara Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura dan China. Di tahun 2018, Yuli diikutsertakan oleh Pertamina untuk pameran di Malaysia.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengapresiasi langkah yang dilakukan Yuli Astuti. Menurutnya, peran dalam pelestarian kebudayaan Indonesia harus ditiru oleh semua orang. ”Apalagi batik, sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia, kita wajib untuk menjaga dan melestarikannya,” ujar Fajriyah.

Berita Terkait

Kementerian PU Terjunkan Alat Berat Pulihkan Jalan Nasional Terdampak Banjir Bandang di Solok
Hutama Karya dan IKA ITS Academy Berkolaborasi Bahas Business Streamlining BUMN Berbasis Nilai dan Tata Kelola
Bahu-Membahu Atasi Karhutla di Merauke, TEP UGM dan Warga Bupul Indah Selamatkan Permukiman
Kementerian PU Tegaskan Kelanjutan Pembangunan Gedung MRP Papua Selatan Setelah Putusan Hukum Inkrah
Petakan Tata Kelola Agraria Kawasan Transmigrasi, TEP UNHAS Inisiasi Forum Diskusi di Fakfak Timur
Dukung Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045, Hutama Karya Gelar ‘HK Mengajar’ di Universitas Bung Hatta
Kementerian PU Berhentikan Sementara ASN Tersangka Narkotika
Dorong Budidaya Rumput Laut Berkelanjutan, Hutama Karya Hadirkan HK Bio Care di Lampung

Berita Terkait

Tuesday, 22 September 2026 - 18:11 WIB

Kementerian PU Terjunkan Alat Berat Pulihkan Jalan Nasional Terdampak Banjir Bandang di Solok

Monday, 21 September 2026 - 20:50 WIB

Hutama Karya dan IKA ITS Academy Berkolaborasi Bahas Business Streamlining BUMN Berbasis Nilai dan Tata Kelola

Monday, 21 September 2026 - 19:42 WIB

Bahu-Membahu Atasi Karhutla di Merauke, TEP UGM dan Warga Bupul Indah Selamatkan Permukiman

Monday, 21 September 2026 - 12:53 WIB

Kementerian PU Tegaskan Kelanjutan Pembangunan Gedung MRP Papua Selatan Setelah Putusan Hukum Inkrah

Sunday, 20 September 2026 - 16:52 WIB

Petakan Tata Kelola Agraria Kawasan Transmigrasi, TEP UNHAS Inisiasi Forum Diskusi di Fakfak Timur

Berita Terbaru

foto istimewa

Olahraga

Indonesia Tekuk Vietnam 3-0, Bidik Posisi Kelima

Monday, 21 Sep 2026 - 19:16 WIB