UMKM Binaan Pertamina Tonjolkan Khasanah Budaya Papua Lewat Batik

Wednesday, 25 November 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kristina Ifaryani. Pemilik usaha Citra Batik Papua ini memulai usahanya sejak 1993./ Ist

Kristina Ifaryani. Pemilik usaha Citra Batik Papua ini memulai usahanya sejak 1993./ Ist

DAELPOS.com – Pembinaan dan pendampingan UMKM oleh PT Pertamina (Persero) melalui Program Kemitraan dilakukan merata hampir di seluruh wilayah Indonesia. Tak terkecuali wilayah Timur Indonesia, tanah Papua. Selain kekayaan sumber daya alam, salah satu potensi besar yang dimiliki adalah perkembangan mode dunia, terutama batik Papua.

Salah satu mitra binaan Pertamina yang sudah lama berkecimpung di dunia tersebut adalah Kristina Ifaryani. Pemilik usaha Citra Batik Papua memulai usahanya sejak tahun 1993. “Saat itu hanya menjualkan batik produk saudara dengan keuntungan 5%. Setelah modal terkumpul, akhirnya tahun 1997 mulai membuka usaha sendiri, ”jelasnya.

Wanita yang akrab disapa Yani ini memusatkan produksi batiknya di Pekalongan, Jawa Tengah daerah asalnya. Namun, untuk proses desain dan pemasaran seluruhnya di pusatkan di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. Di sana, Yani sudah memilik dua toko dengan nama Citra Batik Jayapura. 

Lalu, apa yang membedakan batik Papua dengan batik dari daerah lain? Yani menjelaskan, perbedaan utama terletak dari motifnya. Beda dengan batik dari daerah lain, batik Papua banyak didominasi motif-motif burung Cendrawasih dan rumah Honai, rumah adat Papua. Tidak ketinggalan juga motif dengan gambar alat musik khas Papua, Tifa dan binatang seperti kadal dan buaya.

Meski bukan orang asli Papua, Yani melihat peluangnya sangat besar karena pemainnya masih sedikit. Selama mengibarkan batik Papua, Yani banyak membidik konsumen kelas menengah dan pasar mancanegara. “Di pasar luar negeri banyak yang mencari,” katanya. Kebanyakan konsumen mencari batik ini untuk menambah koleksi kain tradisional khas Indonesia.

Yani fokus memproduksi batik tulis dan batik cap. Selain dalam bentuk lembaran kain, ia juga memproduksi batik menjadi pakaian jadi, seperti kemeja, dress, rok, dan kain pantai. Kapasitas produksi per bulan biasanya 500 lembar pakaian jadi dan lebih dari 10 kain batik tulis ukuran dua meter. Harganya dibanderol mulai Rp 250 ribu hingga Rp 2 juta per helai. Dalam sebulan, Yanti bisa meraup hingga Rp 100 juta.

See also  Transformasi Ekonomi Riau : Peran Strategis Hutama Karya Dalam Mendorong Hilirisasi Dan Reindustrialisasi Melalui Infrastruktur Jalan Tol

Dalam menjalankan bisnisnya, Yani juga menerapkan usaha berbasis sociopreneur. Di mana ia banyak memberdayakan warga sekitar tempat produksi untuk ikut membantu. Di Pekalongan sendiri, ia banyak memberdayakan ibu rumah tangga untuk membatik. Dan di Jayapura juga terdapat beberapa pegawai warga lokal ikut membantu operasional toko.

Salah satu hasil pembinaan Pertamina yang efektif digunakan untuk memasarkan produk-produknya adalah pembinaan Go Digital. Di mana, ia memanfaatkan sejumlah platform baik media sosial maupun pasar untuk memasarkan produk. Masyarakat bisa melihat beberapa katalog produknya melalui media sosial @citra_batik_papua.

Sejak menjadi mitra binaan Pertamina pada tahun 2012, Yani merasakan perubahan yang signifikan terhadap usahanya. “Kami dapat menambahkan wawasan sesama mitra binaan. Sehingga menambah relasi pengrajin-pengrajin batik se-Indonesia. Selain itu juga mendapat kesempatan pameran di dalam negeri dan luar negeri hingga Australia, ”jelasnya.

Pjs Vice President Corporate Communication Pertamina Heppy Wulansari mengapresiasi langkah yang dilakukan Kristina Ifaryani. Menurutnya, peran dalam pelestarian kebudayaan Indonesia harus ditiru oleh semua orang. ”Apalagi batik, sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia, kita wajib untuk menjaga dan melestarikannya,” ujarnya.

Pertamina dalam usianya yang semakin matang menuju 63 tahun, lanjut Heppy, akan terus mendukung pelestarian budaya selain secara langsung, juga memfasilitasi para perajin baik agar lebih berkembang dan unggul. ”Ini sebagai implementasi Goal 8 Sustainable Development Goals (SDGs). Diharapkan dapat membantu masyarakat mendapat pekerjaan yang layak dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, ”tutup Heppy.

Berita Terkait

BNI Perkuat Peran sebagai Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest
ALI 2026: Apresiasi Kinerja Layanan Investasi, Dorong Kemudahan Berusaha
Chandra Asri Group dan Bank Mandiri Perkuat Kerja Sama Strategis untuk Dukung Ekosistem Industri Petrokimia Nasional
Harga Cabai Rawit Merah Meroket, Pemprov DKI Ungkap Biang Keroknya
OJK Canangkan Bulan Dana Pensiun 2026, Ajak Warga Siapkan Hari Tua
Transaksi dan Ekosistem Terus Tumbuh, Kinerja Bank Mandiri Tetap Solid
Wamen Todotua Ungkap Tiga Strategi Jemput Investasi dan Perkuat Hilirisasi
Epson Indonesia Perkuat Komitmen terhadap Pelanggan melalui Customer Day 2026 di 50 Lokasi Authorized Service Partner

Berita Terkait

Friday, 18 September 2026 - 18:11 WIB

BNI Perkuat Peran sebagai Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest

Thursday, 17 September 2026 - 00:01 WIB

ALI 2026: Apresiasi Kinerja Layanan Investasi, Dorong Kemudahan Berusaha

Tuesday, 15 September 2026 - 17:40 WIB

Chandra Asri Group dan Bank Mandiri Perkuat Kerja Sama Strategis untuk Dukung Ekosistem Industri Petrokimia Nasional

Wednesday, 9 September 2026 - 09:10 WIB

Harga Cabai Rawit Merah Meroket, Pemprov DKI Ungkap Biang Keroknya

Monday, 7 September 2026 - 16:22 WIB

OJK Canangkan Bulan Dana Pensiun 2026, Ajak Warga Siapkan Hari Tua

Berita Terbaru

Olahraga

Timnas Voli Putra Bidik Perunggu Asian Games 2026

Thursday, 24 Sep 2026 - 18:33 WIB

Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim  / foto ist

Hukum

Hakim Banding Pangkas Vonis Nadiem Makarim Jadi 9 Tahun

Thursday, 24 Sep 2026 - 18:24 WIB

Berita Terbaru

Ombudsman Bongkar Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Thursday, 24 Sep 2026 - 16:36 WIB