DAELPOS.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian melantik 44 pejabat administrator dan 4 fungsional di lingkungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Pelantikan tersebut belangsung secara hybrid, Rabu (2/6/2021) dari Sasana Bhakti Praja Gedung C Lt. 3 Kantor Kemendagri, Jakarta.
Dalam sambutannya, Mendagri berpesan agar pelantikan ini dapat membuat organisasi Kemendagri lebih dinamis dan kinerjanya meningkat, termasuk di masing-masing komponen. “Jangan sampai pergantian atau mutasi (pejabat) justru mengurangi kinerja dari komponen-komponen,” tegas Mendagri.
Mendagri mengatakan, pelantikan yang dilakukan merupakan upaya penyegaran di Kemendagri. Perpindahan pejabat dari satu tempat ke tempat lain merupakan hal yang biasa dilakukan oleh organisasi. Sebagai organisasi pemerintah, Kemendagri tidak boleh bertumpu pada figur tertentu, tetapi harus mengandalkan sistem yang diterapkan.
“Tidak mungkin seorang pejabat akan menjabat selama-lamanya di tempat itu, semua pasti akan ada akhirnya, ada awal dan ada akhir, dan ketika ada yang akhir maka harus ada terjadi regenerasi, dan itu pasti akan terjadi,” ujar Mendagri.
Selain itu, lanjut Mendagri, pelantikan ini juga berkaitan dengan arahan Presiden yang menginginkan agar organisasi pemerintah termasuk Kemendagri lebih sederhana. Dengan harapan, pelayanan yang diberikan kepada pemerintah daerah maupun masyarakat dapat berjalan lebih mudah dan maksimal. Terlebih, Kemendagri merupakan ujung tombak dalam mengoordinasikan pemerintah daerah.
Mendagri berpesan kepada para pejabat yang dilantik menjadi fungsional agar dapat lekas beradaptasi dengan tugas yang diembannya. Jangan sampai, peran baru tersebut justru membuat luntur semangat bekerja. Sementara itu, bagi pejabat administrator diharapkan agar bisa menciptakan perubahan di lingkungan kerjanya dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. “Upayakan untuk birokrasinya menjadi lebih mudah dan lebih simpel,” tutur Mendagri.






![[19.19, 14/2/2026] Andhanto Nusantara Power: Siaran Pers No.3/II/2026/PLNNP/BidCom
PLN Nusantara Power Gandeng TNI Lindungi Pemukiman Warga Melalui Normalisasi Aliran Sungai Tondano
Minahasa, 14 Februari 2026 — PT PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui Unit Pembangkitan (UP) Minahasa bergerak cepat mengantisipasi ancaman banjir di wilayah Sulawesi Utara dengan merampungkan pengerukan sedimen di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano. Langkah nyata yang berlangsung sejak Oktober 2025 hingga Januari 2026 ini bertujuan memastikan warga di sekitar bantaran sungai dapat merasa lebih aman saat menghadapi puncak musim penghujan yang diperkirakan berlangsung pada periode Mei- Juni dan November- Desember.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan, khususnya dalam aspek perlindungan ekosistem perairan dan pengurangan risiko banjir akibat sedimentasi. Pengerukan dilakukan guna menjaga kapasitas tampung dan kelancaran aliran air, terutama menghadapi peningkatan intensitas curah hujan pada musim penghujan.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menyampaikan arah perusahaan dalam penerapan ESG di seluruh unit pembangkitnya.
“Bagi kami, keandalan listrik harus berjalan beriringan dengan rasa aman masyarakat. Pengerukan DAS Tondano ini bukan sekadar pemeliharaan rutin, melainkan upaya kami melindungi ruang hidup warga dari risiko luapan air. Kami ingin kehadiran PLTA memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung di setiap keluarga,](https://daelpos.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-14-at-19.20.04-225x129.jpeg)

