DPR RI Minta Kapolri Sikat Mafia Obat Penanganan Covid-19

Wednesday, 7 July 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Wakil Ketua Komisi III DPR RI (Ahmad Sahroni) meminta keapada Kapolri (Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo) untuk menyikat keberadaan mafia obat penanganan Covid-19.

Ia menjelaskan di tengah kondisi pandemi Covid-19 semakin mencekam. Yang mana masyarakat saat ini justru dihadapkan dengan naiknya harga alat-alat kesehatan, vitamin, hingga oksigen secara tak wajar.

Menurutnya, kenaikan ini tidak hanya terjadi pada obat terkait penanganan Covid-19. Seperti Ivermectin atau multivitamin. Namun juga terhadap alat-alat antara lain, pengukur oksigen oxymeter sampai masker.

Di samping itu, kenaikan juga tidak hanya ditemukan di lapangan, tetapi juga di e-Commerce.

Ia menuturkan, praktek tersebut sama sekali tidak bisa dibenarkan dan tidak masuk akal.

“Ini sudah parah. Saya amati beberapa barang. Misalnya, oxymeter, harganya biasa di bawah Rp100 ribu. Kini jadi masuk ke Rp200 ribu, bahkan ke Rp300 ribu,” tuturnya.

Kemudian, juga obat Ivermectin, yang biasanya Rp5.000-7.000 per tablet, sekarang sampai hampir Rp200 ribu lebih per strip. Bahkan harga susu steril pun ikut naik hingga semua harga jadi tidak masuk akal.

Karena itu, Ia meminta polisi untuk berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait demi menertibkan para penimbun dan mafia yang membuat harga barang menjadi tidak terkendali. Hal itu juga meliputi koordinasi dengan jasa e-Commerce yang ada.

“Kepolisian wajib berkoordinasi dengan e-commerce juga, seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Lazada, dan lainnya. Tujuannya agar mereka bertanggungjawab menjaga harga,”  keluhnya.

“Harus ada unit khusus di e-Commerce yang mengawasi seller-seller nakal ini. Kalau sudah pasang harga tak wajar, tutup saja toko-nya,” tegasnya.

Sahroni kembali menegaskan, dalam kondisi prihatin seperti saat ini, tidak seharusnya pihak-pihak tertentu mengambil keuntungan dengan menaikkan harga secara tidak wajar.

See also  Populasi Burung Curik Bali di Taman Nasional Bali Barat Meningkat Signifikan

Berita Terkait

Kementerian PU Tangani Longsor di Jalur Pantai Selatan Tulungagung
Berdayakan Ekonomi Desa, Peternak Ayam Di Parigi Moutong, Sulteng, Dilatih Untuk Lebih Produktif
Pemerintah Siapkan Keppres Pemberhentian Listyo Sigit dari KSP
Kementerian PU Kebut Pemulihan Sanitasi Permanen Pascabencana Tapanuli dan Sibolga
Di Tengah Keterbatasan Guru, TEP Unhas Nyalakan Semangat Belajar Anak Parudongka
Mendes Yandri Siap Dukung Poliran Lewat Program Desa Tematik dan Desa Ekspor
Melayani Sepenuh Hati, Hutama Karya Ajak Pengguna Jalan Jaga Kebersihan Rest Area demi Kenyamanan Bersama
Menteri Dody Susuri 3,5 Km Kali Angke, Instruksikan Normalisasi dan Pelebaran Sungai untuk Kurangi Risiko Banjir

Berita Terkait

Wednesday, 4 November 2026 - 21:35 WIB

Kementerian PU Tangani Longsor di Jalur Pantai Selatan Tulungagung

Wednesday, 4 November 2026 - 21:32 WIB

Berdayakan Ekonomi Desa, Peternak Ayam Di Parigi Moutong, Sulteng, Dilatih Untuk Lebih Produktif

Wednesday, 4 November 2026 - 13:38 WIB

Pemerintah Siapkan Keppres Pemberhentian Listyo Sigit dari KSP

Monday, 2 November 2026 - 17:50 WIB

Kementerian PU Kebut Pemulihan Sanitasi Permanen Pascabencana Tapanuli dan Sibolga

Monday, 2 November 2026 - 13:12 WIB

Di Tengah Keterbatasan Guru, TEP Unhas Nyalakan Semangat Belajar Anak Parudongka

Berita Terbaru