daelpos.com – Komitmen transformasi energi nasional yang dilakukan PLN Nusantara Power (PLN NP) kembali mendapat pengakuan. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melalui Keputusan Presiden RI Nomor 126/TK/Tahun 2025 menganugerahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya kepada Ardi Nugroho, Vice President Technology Development PLN Nusantara Power. Penghargaan ini diserahkan melalui Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Jakarta sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata dalam pengembangan inovasi energi ramah lingkungan di Indonesia.
Tanda kehormatan diberikan atas dedikasi Ardi dalam mengembangkan teknologi co-firing biomassa, sebuah terobosan strategis yang memungkinkan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) mengurangi ketergantungan terhadap batu bara dengan menggantinya sebagian menggunakan biomassa seperti serbuk kayu ( sawdust ), woodchip , sekam padi, hingga cangkang sawit.
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan bukti nyata kontribusi insan PLN NP dalam mendorong transisi energi nasional.
“Penghargaan Satyalancana Wira Karya yang diterima Pak Ardi Nugroho menjadi kebanggaan bagi seluruh insan PLN Nusantara Power. Ini mencerminkan komitmen kami dalam menghadirkan inovasi berkelanjutan melalui co-firing biomassa sebagai solusi nyata untuk menekan emisi karbon, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional berbasis sumber daya lokal,” ujar Ruly.
PLN NP sendiri merupakan pelopor pengembangan co-firing biomassa di Indonesia. Inisiatif ini dimulai sejak riset dan uji coba pada 2018, dilanjutkan dengan keberhasilan go-live komersial pertama di PLTU Paiton pada 10 Juni 2020, yang kemudian menjadi benchmark bagi pembangkit lain di Indonesia.
Hingga saat ini, program co-firing biomassa PLN NP telah diimplementasikan secara komersial di 25 PLTU. Bahkan, sejumlah PLTU telah berhasil mencapai 100% full biomass firing , menunjukkan potensi besar biomassa sebagai energi alternatif masa depan.
Sepanjang tahun 2025, implementasi co-firing biomassa PLN NP telah menghasilkan 1.041 GWh energi hijau serta menurunkan emisi karbon hingga 1,17 juta ton CO₂e. Tren positif ini berlanjut pada kuartal pertama 2026 dengan produksi 245 GWh energi hijau dan pengurangan emisi sebesar 286 ribu ton CO₂e.
Lebih dari sekadar inovasi teknologi, program ini juga mendorong ekonomi kerakyatan melalui pemanfaatan limbah pertanian, perkebunan, dan kehutanan.
Penerima penghargaan, Ardi Nugroho, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi seluruh tim dan pemangku kepentingan.
“Penghargaan ini bukan hanya untuk saya, tetapi untuk seluruh tim PLN Nusantara Power yang terus berinovasi tanpa henti. Co-firing biomassa adalah bukti bahwa transisi energi dapat dilakukan secara bertahap, inklusif, dan berbasis potensi lokal Indonesia. Kami percaya, langkah ini akan menjadi fondasi penting menuju target Net Zero Emissions 2060,” ungkap Ardi.
Dengan potensi biomassa Indonesia yang melimpah, mulai dari limbah kayu, pertanian hingga perkebunan, PLN NP optimistis bahwa co-firing biomassa akan terus berkembang sebagai solusi strategis dalam mendukung bauran energi baru terbarukan, sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik nasional.(*)








