Arsitektur Human Capital untuk Transformasi ASN yang Masif

Friday, 6 August 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Membangun sumber daya manusia apatur sipil negeri (ASN) masih menjadi pekerjaan rumah besar yang terus digarap Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Arsitektur human capital disiapkan sebagai langkah strategis untuk akselerasi pencapaian tujuan yang dicanangkan pemerintah.

Strategi human capital yang jitu dibangun untuk menyukseskan visi misi Presiden dan Wapres dalam membangun SDM secara nasional. Deputi bidang SDM Aparatur Kementerian PANRB Alex Denni mengatakan dengan melihat berbagai tantangan yang dihadapi kedepan, arsitektur human capital dinilai penting sebagai langkah strategis dan rencana ekseskusi yang dapat diakselerasi.

Melalui arsitektur human capital, pemerintah ingin mempercepat proses transformasi ASN. “Kita ingin mempercepat proses transformasi, agar birokrasi kita lebih bersih, lebih kompeten, dan lebih berorientasi pada pelayanan seperti yang diharapkan Kepala Negara,” ujar Alex saat acara Talkshow Core Values dan Employer Branding ASN Sesi I, secara virtual, Kamis (05/08).

Ia mengakui bahwa transformasi ASN telah berlangsung lama, namun kali ini perlu percepatan yang signifikan. Pemerintah telah menyiapkan transformasi ini, mulai dari penerapan core values dan employee value proposition (EVP) yang sama untuk diterapkan seluruh ASN di Indonesia.

Pada 27 Juli 2021 lalu, Presiden Joko Widodo telah meluncurkan core values atau nilai dasar “BerAKHLAK” dan employer branding “Bangga Melayani Bangsa”. Dengan ditetapkannya kedua hal tersebut, nilai-nilai dasar ASN yang saat ini masih bervariasi di setiap kementerian, lembaga dan pemda diseragamkan. “Melalui momentum 27 Juli kemarin, kita ingin melakukan akselerasi transformasi ASN,” ujarnya.

BerAKHLAK merupakan akronim dari Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif. BerAKHLAK menjadi fondasi yang sama untuk seluruh ASN dengan berlandaskan Pancasila untuk mencapai visi misi Indonesia maju. “Satu core values ini akan memberikan penguatan budaya kerja yang mendorong pembentukan karakter ASN yang profesional dimanapun ASN ditugaskan,” jelasnya.

See also  KemenkopUKM Gandeng Grup Facebook Percepat Digitalisasi UMKM

Sementara employer branding menjadi instrumen untuk mendapatkan talenta yang diharapkan organisasi. Melalui employee value proposition (EVP), Kementerian PANRB ingin menyeimbangkan ekspektasi organisasi dan juga ekspektasi ASN.

Kementerian, lembaga, dan pemda sebagai organisasi pasti memiliki ekspektasi saat merekrut ASN. Pada kesempatan yang sama, ASN yang bergabung dalam organisasi juga mempunyai ekspektasi saat bergabung. “Titik temu ekspektasi keduanya inilah yang kita sebut EVP, sehingga hubungan antara ASN yang direkrut dengan instansi pemerintah yang merekrut akan langgeng dan harmonis,” tuturnya.

Ada ekspektasi spesial yang ditemukan pada ASN maupun instansi pemerintah. ASN memiliki rasa bangga untuk berkontribusi dalam melayani bangsa, sementara instansi pemerintah berkeinginan untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. “Ekspektasi ini tidak ada di perusahaan lain, dan ini menjadi suatu pembeda. Untuk itu perlu ditanamkan rasa Bangga Melayani Bangsa,” jelas Alex Denni.

Terdapat strategi 6P yang dilakukan untuk mempercepat proses pembangunan arsitektur human capital. Strategi 6P itu adalah penguatan budaya kerja dan employer branding; peningkatan kapasitas SDM aparatur; peningkatan kinerja dan sistem penghargaan; pengembangan talenta dan karir; penguatan platform teknologi dan analitik; serta penataan kabatan perencanaan dan pengadaan. “Strategi 6P ini dilaksanakan agar terjadi transformasi ASN semakin masif,” tegasnya.

Kedepan, pihaknya akan mengawal core values dan employer branding agar dapat ditanam dalam sistem manajemen SDM mulai dari sistem rekrutmen, sistem karier, sistem talenta, hingga sistem penghargaan atau reward.

Pada kesempatan tersebut juga diadakan sesi talkshow untuk mengulas tantangan yang dihadapi ASN dan kontribusi nyata untuk masyarakat. Asisten Deputi Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian Rizal Edwin Manansang menyampaikan bahwa profesi ASN saat ini dinilai sudah profesional jika dibandingkan zaman dulu. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya standar kinerja, kapasitas, kompetensi, serta seleksi terbuka yang memungkinan siapapun dapat menjadi ASN

See also  Sambut Indonesia Emas 2045, Kementerian PUPR Terapkan Metode Coaching untuk Siapkan Calon Pimpinan Masa Depan

Edwin mengatakan saat ini ASN dihadapkan pada tantangan disrupsi dalam berbagai bidang. Untuk itu ASN diharapkan dapat menjadi talenta digital. Dibutuhkan setidaknya 9 juta talenta digital dalam kurun waktu 15 tahun kedepan atau 600 ribu talenta digital dalam satu tahun. “Mungkin dari Kementerian PANRB juga dapat mendorong penciptaan talenta digital, bukan hanya masyarakat namun juga ASN muda kita,” pungkasnya.

Sementara itu, penerima Top 3 The Future Leader Anugerah ASN 2019 Aldiwan Haira menceritakan bagaimana menjadi ASN muda namun bisa bekerja profesional dan berkontribusi bagi negara. Kesempatan yang diberikan oleh pimpinan bagi aparatur muda berkarya dan berkontribusi dinilai sangat penting dan berharga. Ia bergerak merangkul pihak swasta mengembangkan jaringan internet, tak hanya di tempatnya berkerja namun juga untuk masyarakat di Kabupaten Empat Lawang.

Top 10 The Future Leader Anugerah ASN 2020 Stefany Fernandez mengungkapkan menjadi ASN tidak selamanya formal, melainkan juga dapat berkreativitas serta berkontribusi diluar pekerjaan. Hal tersebut ditunjukkan dengan membangun komunitas sosial bersama apoteker-apoteker di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan nama Farmasi Untuk NTT (FUN) yang bergerak pada bidang kesehatan, pendidikan dan sosia

Berita Terkait

Kementerian PU Terjunkan Alat Berat Pulihkan Jalan Nasional Terdampak Banjir Bandang di Solok
Hutama Karya dan IKA ITS Academy Berkolaborasi Bahas Business Streamlining BUMN Berbasis Nilai dan Tata Kelola
Bahu-Membahu Atasi Karhutla di Merauke, TEP UGM dan Warga Bupul Indah Selamatkan Permukiman
Kementerian PU Tegaskan Kelanjutan Pembangunan Gedung MRP Papua Selatan Setelah Putusan Hukum Inkrah
Petakan Tata Kelola Agraria Kawasan Transmigrasi, TEP UNHAS Inisiasi Forum Diskusi di Fakfak Timur
Dukung Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045, Hutama Karya Gelar ‘HK Mengajar’ di Universitas Bung Hatta
Kementerian PU Berhentikan Sementara ASN Tersangka Narkotika
Dorong Budidaya Rumput Laut Berkelanjutan, Hutama Karya Hadirkan HK Bio Care di Lampung

Berita Terkait

Tuesday, 22 September 2026 - 18:11 WIB

Kementerian PU Terjunkan Alat Berat Pulihkan Jalan Nasional Terdampak Banjir Bandang di Solok

Monday, 21 September 2026 - 20:50 WIB

Hutama Karya dan IKA ITS Academy Berkolaborasi Bahas Business Streamlining BUMN Berbasis Nilai dan Tata Kelola

Monday, 21 September 2026 - 19:42 WIB

Bahu-Membahu Atasi Karhutla di Merauke, TEP UGM dan Warga Bupul Indah Selamatkan Permukiman

Monday, 21 September 2026 - 12:53 WIB

Kementerian PU Tegaskan Kelanjutan Pembangunan Gedung MRP Papua Selatan Setelah Putusan Hukum Inkrah

Sunday, 20 September 2026 - 16:52 WIB

Petakan Tata Kelola Agraria Kawasan Transmigrasi, TEP UNHAS Inisiasi Forum Diskusi di Fakfak Timur

Berita Terbaru