Petani: Meski Dinamika Harga, Porang Saat Ini Menguntungkan

Monday, 23 August 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Kementerian Pertanian saat ini terus mendorong pengembangan porang sebagai salah satu komoditas unggulan Indonesia karena memiliki potensi dan nilai yang sangat besar serta tingginya permintaan porang dipasar ekspor.

Meningkatnya penanaman porang saat ini diberbagai daerah dipicu oleh meningkatnya minat petani bercocok tanam porang karena adanya tingkat keuntungan yang memadai, berkembangnya industri olahan berbahan baku, serta didukung oleh kesesuaian lahan.

Terkait harga, komoditas porang terbilang dinamis dalam range wajar dan tergantung dengan mekanisme pasar (supply and demand). Harga porang saat ini yang mengalami penurunan justru mulai mengalami kenaikan. Tahun 2020 lalu pernah sesekali harga tinggi justru lagi gejolak harga.

“Memang kondisi harga porang di lapangan saat ini Rp 6.000 tapi sudah mulai naik lagi di angka Rp 6.500 perkilogram. Beberapa tahun lalu pernah harga mencapai Rp 4.000, juga pernah Rp 2.500 bahkan pernah rendah hingga Rp 600 perkilogram, “ ujar Yoyok Triono, Petani Porang asal Kabupaten Madiun, Jawa Timur di Desa Klangon, Kecamatan Saradan, Senin (23/8/2021).

Sudah menjadi petani porang sejak tahun 2010, Yoyok mengungkapkan bahwa saat ini banyak petani baru khususnya petani porang yang berharap keuntungan yang besar sehingga harapannya terhadap komoditas porang juga tinggi.

“Meskipun ada dinamika harga, tanaman porang dibandingkan dengan tanaman pangan lain maupun palawija memang masih lebih menguntungkan,” terangnya.

Yoyok berharap harga porang ke depan stabil. Menurutnya, salah satu cara yang dapat dilakukan dalam menjaga harga porang agar tetap stabil adalah menunda masa panen ke masa panen berikutnya sehingga keuntungan dan hasilnya akan menjadi lebih besar.

“Untuk menjaga harga kita tidak terburu-buru menjual bila harga belum cocok. Ini berbeda dengan tanaman lain, porang bisa ditunda panennya dan aman tidak rusak, malah nanti dipanen pada musim berikutnya umbinya semakin besar,“ jelasnya.

See also  Tiga Kementerian Sepakat Sinergikan Program Penumbuhan dan Pengembangan Kewirausahaan di Desa

Selain itu menurut Yoyok, keuntungan dalam menanam porang adalah perawatannya yang terbilang cukup mudah serta minimnya serangan hama penyakit yang dapat merugikan petani.

Lebih lanjut Yoyok mengungkapkan harga porang yang cukup dinamis saat ini masih memberi keuntungan pada petani, karena porang hasil produksi petani khususnya di Kabupaten Madiun tetap laku dan dibeli oleh pengepul. Selain kegiatan budidaya, di wilayah Madiun juga mulai tumbuh usaha pengolahan porang skala kecil dan UKM untuk menambah penghasilan.

“Saat ini porang masih memberikan keuntungan besar pada petani dikarenakan produktivitas porang tahun ini lebih besar dibanding tahun kemarin,“ ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengungkapkan bahwa penurunan harga porang hanya karena faktor supply dan demand saja. Yang terpenting adalah pemerintah mendorong budidaya tanaman porang karena hasilnya sangat menjanjikan untuk diekspor

“Satu hektarenya menjanjikan hasil yang sangat besar. Dan kita berharap harga porang bagus banget. Tetapi kami juga tidak boleh bergantung pada ekspor. Oleh karena itu, perlu melakukan end product atau produksi akhir harus dilakukan di Indonesia, “ jelas Mentan

Berita Terkait

Hutama Karya Rampungkan Hunian Senen, Dukung Relokasi Warga Bantaran Rel yang Tepat Sasaran
Program IBM 2027 Sasar 4.127 Titik Sentuh Kebutuhan Warga
Preservasi Jalan Pantura Ruas Kudus–Pati–Rembang Dipercepat, Tingkatkan Konektivitas dan Kelancaran Logistik
Anggaran Kementerian PU Diwujudkan Jadi Layanan Infrastruktur Berkualitas bagi Masyarakat
Hutama Karya Rampungkan Gedung Pelayanan Kanker Terpadu RSUP Kandou
Perkuat Konektivitas dan Percepatan Pemulihan Pascabencana di Sumatera Barat, Dewan Komisaris Hutama Karya Tinjau Proyek-Proyek Strategis
Hutama Karya Catatkan 10 Juta Jam Kerja Selamat di Proyek MRT Jakarta Fase 2 CP203
Mendes Kukuhkan 200 Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia Kirim ke Jepang

Berita Terkait

Saturday, 13 June 2026 - 22:03 WIB

Hutama Karya Rampungkan Hunian Senen, Dukung Relokasi Warga Bantaran Rel yang Tepat Sasaran

Saturday, 13 June 2026 - 21:56 WIB

Program IBM 2027 Sasar 4.127 Titik Sentuh Kebutuhan Warga

Saturday, 13 June 2026 - 09:56 WIB

Preservasi Jalan Pantura Ruas Kudus–Pati–Rembang Dipercepat, Tingkatkan Konektivitas dan Kelancaran Logistik

Saturday, 13 June 2026 - 09:49 WIB

Hutama Karya Rampungkan Gedung Pelayanan Kanker Terpadu RSUP Kandou

Thursday, 11 June 2026 - 16:21 WIB

Perkuat Konektivitas dan Percepatan Pemulihan Pascabencana di Sumatera Barat, Dewan Komisaris Hutama Karya Tinjau Proyek-Proyek Strategis

Berita Terbaru

Nasional

Program IBM 2027 Sasar 4.127 Titik Sentuh Kebutuhan Warga

Saturday, 13 Jun 2026 - 21:56 WIB

Berita Terbaru

Gunakan Pendekatan Octahelix, Mendes Libatkan UMMI dalam Pembangunan Desa

Saturday, 13 Jun 2026 - 12:14 WIB