DAELPOS.com – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) akan tetap memberikan layanan sebagaimana biasa pada Senin (11/4). Namun demikian, operasional ini akan menyesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan terkait adanya aksi penyampaian pendapat oleh mahasiswa.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas Transjakarta, Angelina Betris mengatakan, penyesuaian layanan yang mungkin perlu diterapkan baik penyesuaian rute-rute atau terkait fasilitas Transjakarta tentu akan melalui koordinasi dengan pihak berwajib.
“Jika terdapat informasi penyesuaian layanan akan disampaikan secara masif dan langsung,” ujarnya, Senin (11/4).
Betris menjelaskan, petugas Transjakarta akan menyampaikan informasi secara lengkap atas setiap penyesuaian yang diimplementasikan, termasuk memanfaatkan media baik itu media sosial maupun media massa untuk menjangkau para pelanggan Transjakarta.
“Kami berkomitmen pengguna transportasi umum memiliki informasi yang lengkap dan utuh,” terangnya.
Ia mengimbau, pelanggan Transjakarta untuk menyusun waktu demi kenyamanan dalam bermobilitas dengan transportasi publik.
“Pengguna jasa bus Transjakarta bisa melalui keberangkatan awal guna menghindari dampak dari kegiatan aksi unjuk rasa,” tandasnya.
Untuk diketahui, PT Transjakarta mulai beroperasi pukul 05.00-24.00 WIB.






![[19.19, 14/2/2026] Andhanto Nusantara Power: Siaran Pers No.3/II/2026/PLNNP/BidCom
PLN Nusantara Power Gandeng TNI Lindungi Pemukiman Warga Melalui Normalisasi Aliran Sungai Tondano
Minahasa, 14 Februari 2026 — PT PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui Unit Pembangkitan (UP) Minahasa bergerak cepat mengantisipasi ancaman banjir di wilayah Sulawesi Utara dengan merampungkan pengerukan sedimen di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano. Langkah nyata yang berlangsung sejak Oktober 2025 hingga Januari 2026 ini bertujuan memastikan warga di sekitar bantaran sungai dapat merasa lebih aman saat menghadapi puncak musim penghujan yang diperkirakan berlangsung pada periode Mei- Juni dan November- Desember.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan, khususnya dalam aspek perlindungan ekosistem perairan dan pengurangan risiko banjir akibat sedimentasi. Pengerukan dilakukan guna menjaga kapasitas tampung dan kelancaran aliran air, terutama menghadapi peningkatan intensitas curah hujan pada musim penghujan.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menyampaikan arah perusahaan dalam penerapan ESG di seluruh unit pembangkitnya.
“Bagi kami, keandalan listrik harus berjalan beriringan dengan rasa aman masyarakat. Pengerukan DAS Tondano ini bukan sekadar pemeliharaan rutin, melainkan upaya kami melindungi ruang hidup warga dari risiko luapan air. Kami ingin kehadiran PLTA memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung di setiap keluarga,](https://daelpos.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-14-at-19.20.04-225x129.jpeg)

