Anggota G20 Dukung Agenda Prioritas Indonesia di Bidang Pendidikan

Friday, 20 May 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Indonesia mengajak negara anggota G20 untuk memperkuat komitmen dan bergotong royong memulihkan kembali dan menciptakan pendidikan yang berkualitas.

Juru Bicara Pemerintah untuk Presidensi G20 Indonesia, Maudy Ayunda menyatakan, selama dua tahun terakhir banyak sekali tantangan dunia pendidikan yang harus dihadapi.

Mulai dari penerapan pembelajaran sistem online dan kendala teknologi, terbatasnya media pembelajaran, kesehatan mental siswa dan guru, hingga situasi learning loss siswa telah menghantui selama dua tahun terakhir ini.

“Tapi secara perlahan kita bisa mengatasinya,” kata Maudy dalam Konferensi Pers di Jakarta, Kamis (19/5/2022).

Pada pertemuan perdana kelompok kerja pendidikan (Education Working Group/EdWG), yang dilaksanakan di Yogyakarta pada Maret 2022, negara-negara anggota G20 telah menyepakati komitmen untuk mendukung empat agenda prioritas Indonesia di bidang pendidikan, di antaranya, pendidikan berkualitas untuk semua, teknologi digital dalam pendidikan, solidaritas dan kemitraan, serta masa depan dunia kerja pasca COVID-19 sebagai solusi bersama untuk bangkit dari situasi pandemi.

Secara umum, jelas Maudy, ada tiga isu yang dibicarakan dalam Presidensi G20 Indonesia berdasarkan dua pertemuan terakhir. Pertama, pendidikan berkualitas untuk semua melalui upaya penanganan learning loss.

“Disadari atau tidak setelah satu tahun pandemi, para siswa mengalami penurunan kemampuan belajar dan pengetahuan. Baik secara spesifik, atau umum,” jelas dia.

Berdasarkan hasil riset Kemendikbudristek sebelum pandemi, kemajuan belajar selama satu tahun untuk kelas 1 SD adalah sebesar 129 poin untuk literasi dan 78 poin untuk numerasi.

Namun setelah pandemi, siswa mengalami learning loss setara dengan enam bulan dan lima bulan belajar. Masing- masing untuk literasi dan numerasi.

“Jika tidak segera diatasi, learning loss akan berpengaruh pada keseluruhan kualitas pendidikan Indonesia,” terang dia.

See also  Tunjang Perekonomian dan Daya Tarik Wisatawan, Kementerian PUPR Rampungkan Pasar Induk Kota Batu di Jawa Timur

Oleh karena itu, sebagai tindak lanjut dari pertemuan EdWG pertama, Kemendikbudristek memimpin pertemuan kedua EdWG G20 pada tanggal 18 dan 19 Mei 2022.

Selain untuk memperkuat komitmen pulih bersama, Mendikbudristek menyampaikan berbagai terobosan Merdeka Belajar kepada delegasi negara-negara G20, negara-negara undangan khusus dan organisasi Internasional

Para delegasi juga fokus menajamkan dua agenda prioritas G20 EdWG, yaitu pendidikan berkualitas untuk semua dan teknologi digital dalam pendidikan.

Pada 2020 Kemendikbudristek menghadirkan Asesmen Nasional sebagai pengganti Ujian Nasional yang berfokus pada perkembangan dan perbaikan capaian belajar serta lingkungan sekolah. Sehingga dapat menjadi pemetaan awal dampak learning loss.

Hasil dari Asesmen Nasional bisa diakses di platform rapor pendidikan oleh pemerintah daerah dan sekolah sebagai bahan refleksi dalam menentukan lebih lanjut yang berbasis data.

Kedua, teknologi digital dalam pendidikan. Teknologi pastinya tidak dapat mengganti peran guru sebagai ujung tombak pendidikan. Oleh karena itu, program digitalisasi sekolah perlu diimbangi dengan peningkatan kompetensi guru, khususnya di bidang penguasaan teknologi informasi dan komunikasi.

Guru yang kompeten dalam mengoperasikan teknologi pendidikan pastinya mampu mempercepat terciptanya sumber daya manusia Indonesia yang unggul.

Oleh karena itu, Kemendikbudristek menciptakan terobosan melalui platform Merdeka Belajar yang dirancang khusus bagi guru untuk menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan juga memberikan kesempatan untuk para guru berkolaborasi dengan yang lain.

“Ini diharapkan meningkatkan kapasitas dan keterampilan para guru,” ungkapnya.

Kehadiran platform ini juga diharapkan dapat menginspirasi seluruh anggota G20.

Ketiga, Presidensi G20 Indonesia juga menekankan pentingnya memperbaharui komitmen dunia dalam dunia pendidikan dalam konferensi transformasi pendidikan (Transforming Education Summit atau TES), Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

TES merupakan wadah untuk memobilisasi semangat, komitmen dan kemauan politik yang lebih besar untuk membalikan kemunduran agenda sustainable development goals yang ke empat yakni menata kembali pendidikan, dan mempercepat kemajuan pendidikan dan agenda SDG 2030.

See also  Gubernur Jabar: Belum Ada Bukti Virus Corona Hadir di Depok

Maudy pun mengajak seluruh pihak untuk mendukung  keempat agenda prioritas G20 EdWG, melalui Kepemimpinan Kemendikbudristek.

“Mari kita jalankan apa yang menjadi arahan bapak Presiden, yaitu untuk menghasilkan langkah konkrit dari presidensi Indonesia,” Harapannya, G20 EdWG dapat memberikan manfaat bagi Indonesia dan dunia melalui komitmen pendidikan berkualitas untuk semua, teknologi digital dalam pendidikan, solidaritas dan kemitraan, serta masa depan dunia kerja pasca COVID-19. 

Berita Terkait

KBLI 2025 Resmi Berlaku, Perizinan Usaha Makin Pasti
Prabowo Perintahkan Pembangunan Hunian Layak bagi Warga Pinggir Rel di Senen
Di Tengah Gejolak Global, Prabowo Matangkan Arah Baru Energi-Ekonomi
Kementerian PU Lakukan Penanganan Darurat di Ketanggungan Brebes, Siapkan Langkah Lanjutan
Menkeu Purbaya Lantik Robert Marbun Jadi Sekjen Kemenkeu
UIN Jakarta Tembus 29 Dunia, Kampus Islam Makin Diakui Global
2,1 Juta Kendaraan Kembali ke Jabotabek, Diskon Tol 30% Kembali Berlaku
Genjot Hilirisasi, Pemerintah Kejar Ketahanan Energi Nasional

Berita Terkait

Sunday, 29 March 2026 - 18:30 WIB

KBLI 2025 Resmi Berlaku, Perizinan Usaha Makin Pasti

Sunday, 29 March 2026 - 18:26 WIB

Prabowo Perintahkan Pembangunan Hunian Layak bagi Warga Pinggir Rel di Senen

Saturday, 28 March 2026 - 00:30 WIB

Kementerian PU Lakukan Penanganan Darurat di Ketanggungan Brebes, Siapkan Langkah Lanjutan

Friday, 27 March 2026 - 13:05 WIB

Menkeu Purbaya Lantik Robert Marbun Jadi Sekjen Kemenkeu

Friday, 27 March 2026 - 09:41 WIB

UIN Jakarta Tembus 29 Dunia, Kampus Islam Makin Diakui Global

Berita Terbaru

Berita Utama

KBLI 2025 Resmi Berlaku, Perizinan Usaha Makin Pasti

Sunday, 29 Mar 2026 - 18:30 WIB