Simpang Siur Informasi Terkait Gangguan Ginjal, Suir Syam: Percayakan Pada Ahlinya

Sunday, 23 October 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IX DPR RI Suir Syam / foto ist

Anggota Komisi IX DPR RI Suir Syam / foto ist

DAELPOS.com – Banyaknya informasi yang beredar di media massa dan media sosial tak jarang membuat kegaduhan. Perbedaan persepsi, cara penyampaian dan pemahaman penerima informasi terkadang justru menuai perdebatan, hal ini terjadi juga dengan penyebaran informasi yang berkaitan dengan kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) yang merebak akhir-akhir ini. 

Menanggapi hal di atas, Anggota Komisi IX DPR RI Suir Syam menyarankan masyarakat untuk langsung berkonsultasi dengan tenaga kesehatan alih-alih mencari informasi dari dunia maya. Menurutnya terlalu banyak menerima informasi justru bisa membuat masyarakat dilanda ketakutan. Masyarakat diharap tetap tenang, tidak gelisah dan tetap mengikuti panduan yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan maupun Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

“Di media sosial masih banyak yang berlebihan sehingga menyebabkan orang-orang takut. Jadi bagi masyarakat, itu tidak usah banyak-banyak pikir, banyak-banyak pertimbangan, bawa saja anaknya ke fasilitas kesehatan. Kita punya kartu BPJS, sehingga bisa ke puskesmas, di rumah sakit, ditangani oleh orang yang ahli dengan penyakit. Jangan bertindak sendiri-sendiri, jangan beli obat sendiri-sendiri. Itu aja himbauan untuk masyarakat,” jelas Suir Syam kepada Parlementaria melalui sambungan telepon, Rabu lalu (19/10/2022).

Politisi Fraksi Partai Gerindra ini juga mengimbau agar masyarakat tidak berinisiatif membeli obat-obatan tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, terutama setelah meningkatnya kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal pada anak secara misterius. Suir Syam juga mendorong masyarakat untuk tak ragu membawa anak-anak yang  menunjukan gejala penyakit tersebut ke fasilitas kesehatan terlebih saat ini mayoritas masyarakat Indonesia telah menjadi peserta BPJS.

“Jadi kita mengimbau ke masyarakat kalau ada gejala-gejala anak-anak demam, batuk, diare, segera saja bawa ke fasilitas kesehatan. Kita sudah peserta BPJS semua, jadi jangan beli obatnya sendiri. Kita kan punya ahli, ahlinya kan ada di fasilitas kesehatan jadi kita menghimbau masyarakat jangan panik tapi segera bawa anaknya ke fasilitas kesehatan, itu yang terbaik yang paling aman untuk masyarakat,” imbau dokter yang pernah memimpin beberapa puskesmas dan rumah sakit ini.

See also  Menteri Basuki Resmikan Masjid Baitul Arham di Sumenep

Dalam kesempatan yang sama, Suir Syam juga meminta kepada kepada Kementerian Kesehatan dan pihak terkait untuk menenangkan masyarakat dengan secara aktif memberikan informasi dan panduan yang terpercaya. 

”Makanya kita harus segera, pertama menenangkan masyarakat dulu supaya masyarakat tenang, supaya jangan gelisah. Kemudian kita harus memberikan panduan. Dalam hal ini Kemenkes melalui Dirjen Pelayanan Kesehatan telah mengeluarkan edaran baik ke pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi, pemerintah daerah dan seluruh fasilitas kesehatan tata cara menanggulangi kalau ada ditemukan kasus gagal ginjal akut pada anak, itu sudah diberikan oleh panitia kesehatan,” ujar Legislator Dapil Sumatera Barat I itu.

Suir Syam berharap agar Puskesmas dapat melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya. Menurutnya pelayanan yang baik dapat mencegah masyarakat untuk membeli obat sendiri, selain itu juga bisa ikut menumbuhkan kepercayaan kepada fasilitas kesehatan di Indonesia.

Berita Terkait

Penasihat Hukum Global Sumud Flotilla Soroti Lemahnya Hukum Internasional
Bekali Mahasiswa Keahlian Industri, ITPLN Gandeng Enerflow
TelkomGroup Perkuat Kedaulatan Digital Nasional, Dorong Indonesia Jadi Indo-Pacific Digital Hub
Mendes Yandri Paparkan 5 Isu Termasuk Penanganan Karhutla untuk Masyarakat Desa
Investasi FreeNow di Morowali Buka Peluang Kerja bagi Masyarakat Lokal
Kementerian PU dan BUJT Bangun Rest Area Pertama di Tol Cisumdawu, Siap Fungsional saat Nataru 2026/2027
Belajar dari Chongqing, Iftitah: Desa Harus Jadi Tempat Mencari Penghidupan, Bukan Sekadar Tempat Ditinggalkan
Mendes Yandri Ajak Keluarga Besar Al-Khairiyah Bangun Desa Lewat Ekonomi

Berita Terkait

Tuesday, 20 October 2026 - 13:18 WIB

Penasihat Hukum Global Sumud Flotilla Soroti Lemahnya Hukum Internasional

Tuesday, 20 October 2026 - 13:15 WIB

Bekali Mahasiswa Keahlian Industri, ITPLN Gandeng Enerflow

Monday, 19 October 2026 - 16:28 WIB

TelkomGroup Perkuat Kedaulatan Digital Nasional, Dorong Indonesia Jadi Indo-Pacific Digital Hub

Monday, 19 October 2026 - 16:19 WIB

Mendes Yandri Paparkan 5 Isu Termasuk Penanganan Karhutla untuk Masyarakat Desa

Monday, 19 October 2026 - 13:37 WIB

Investasi FreeNow di Morowali Buka Peluang Kerja bagi Masyarakat Lokal

Berita Terbaru