DAELPOS.com -Dalam menyukseskan kemitraan antara para pelaku usaha khususnya pengusaha besar dengan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) guna tercipta investasi yang berkeadilan, Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang pada kesempatan ini diwakilkan oleh Staf Khusus Bidang Peningkatan Pengusaha Nasional M. Pradana Indraputra menekankan pentingnya membangun ekosistem dan pembinaan yang baik agar UMKM dapat tergerak melakukan inovasi untuk mengembangkan usahanya melalui pemanfaatan teknologi. Selain itu, mengingat peran penting UMKM dalam perekonomian, sudah sepatutnya kesejahteraan UMKM menjadi perhatian bersama, tidak hanya pemerintah tetapi juga pengusaha besar agar dapat memberikan motivasi yang saling menumbuh kembangkan.
“Setelah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Bali kemarin, negara-negara anggota G20 sepakat untuk memasukkan UMKM ke dalam global supply chain, kemudian sepakat investor asing harus bekerja sama dengan UMKM di negara tujuan investasi. Selain itu, sejak disahkannya Undang-Undang Cipta Kerja (UUCK), 40% anggaran pemerintah untuk UMKM yang merupakan suatu angin segar bagi kita semua,” jelas Pradana
Sependapat dengan Pradana, Deputi Bidang Usaha Kecil dan Menengah Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Hanung Harimba Rachman mengungkapkan pentingnya pemanfaatan teknologi di lingkungan UMKM agar dapat bersanding dengan pengusaha besar. Pemerintah juga akan memfasilitasi melalui pelatihan-pelatihan yang mendukung kemampuan pelaku usaha sesuai dengan persaingan pasar global. Oleh karena itu, diharapkan UMKM dapat memperluas jangkauannya dan tidak hanya terpaku pada penjualan skala lokal.
“UMKM sekarang barangnya tidak hanya barang minor, sudah banyak yang menguasai teknologi tapi masih belum semua. Maka perlu didorong agar seluruhnya sadar akan pentingnya teknologi. Dan industri besar jangan ragu lagi untuk menggandeng UMKM karena sudah banyak yang membuat inovasi yang luar biasa dan siap menghadapi pasar global,” jelas Hanung.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Kepala Badan Riset dan Teknologi Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Angga Wira menyampaikan bahwa sekarang sudah masuk ke era di mana teknologi berkembang begitu pesat. Jangan sampai UMKM stunting, jadi harus naik level dengan mendapatkan kesempatan masuk ke supply chain. Hal ini dapat dimulai dengan membiasakan para UMKM untuk melakukan riset dan development secara berkala pada usahanya sehingga akan memiliki pondasi kuat dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat.
“Sekarang pemerintah sudah memberikan banyak insentif dan kemudahan bagi pelaku usaha dibandingkan saat saya memulai usaha di 15 tahun yang lalu. Jangan dilihat riset itu hal yang sulit. Bisa liat di YouTube, website, dan platform lain yang bisa diakses dari handphone, asalkan ada internet,” terang Angga.
Diskusi panel yang bertajuk Peningkatan Daya Saing UMKM dalam Rantai Pasok Global merupakan rangkaian dari kegiatan Forum Kemitraan Investasi 2022 yang diselenggarakan secara hybrid di Jakarta, kemarin (7/12). Sebanyak kurang lebih 900 peserta yang merupakan perwakilan dari pelaku Usaha Besar (UB) dan UMKM, Kementerian/Lembaga, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi seluruh Indonesia, Adminstrator Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), perwakilan asosiasi pengusaha, dan perbankan turut hadir menyukseskan gelaran acara ini.(*)








