APBN Tahan Guncangan Global, Wamenkeu Pastikan Defisit Tetap Aman

Tuesday, 3 March 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dirancang cukup tangguh untuk merespons gejolak global, termasuk eskalasi geopolitik yang berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dan menekan pasar keuangan.

Pernyataan itu disampaikan Juda dalam Indonesia Economic Forum 2026 di Jakarta, Senin (2/3).

Menurut dia, APBN didesain dengan tiga prinsip utama, yakni prudent, disiplin, dan fleksibel. Prinsip kehati-hatian dan disiplin fiskal, kata Juda, tercermin dari komitmen menjaga defisit di bawah 3 persen serta rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) sekitar 40 persen.

“Masih jauh lebih rendah dari batas undang-undang 60 persen,” ujarnya.

Aspek fleksibilitas, ia melanjutkan, memberikan ruang bagi pemerintah untuk memanfaatkan cadangan fiskal apabila terjadi guncangan global yang berdampak pada sisi belanja maupun penerimaan negara.

“Fleksibel artinya termasuk jika terjadi shock yang bersumber dari global. Maka ada buffer, ada cadangan fiskal yang dapat digunakan untuk memberikan bantalan terhadap gejolak-gejolak itu,” kata Juda.

Terkait potensi kenaikan harga minyak dan pelemahan nilai tukar rupiah, Kementerian Keuangan secara rutin melakukan stress test terhadap berbagai skenario global. Dalam nota keuangan, pemerintah juga mencantumkan analisis sensitivitas terhadap indikator makro utama.

Juda menjelaskan, setiap kenaikan US$1 pada Indonesian Crude Price (ICP) berpotensi menambah defisit sekitar Rp6,8 triliun. Sementara pelemahan Rp100 terhadap dolar AS berdampak sekitar Rp0,8 triliun pada defisit, dan kenaikan yield 0,1 persen berpotensi menambah beban sekitar Rp1,9 triliun.

Kendati demikian, hasil stress test pada skenario yang dinilai cukup masuk akal menunjukkan defisit tetap terjaga. “Defisit masih di bawah 3 persen, debt to GDP juga tetap terkendali,” ujarnya.

Dari sisi pembiayaan, pemerintah terus melakukan diversifikasi sumber pendanaan. Jika sebelumnya penerbitan surat utang global didominasi dolar AS, kini basis investor dan mata uang diperluas.

See also  Terminal LPG Tanjung Sekong: Tulang Punggung 40% Kebutuhan LPG Nasional

Pekan lalu, Kementerian Keuangan menerbitkan global bonds senilai US$4,5 miliar ekuivalen dalam denominasi euro dan renminbi. Yield obligasi dalam renminbi berada di kisaran 2–3 persen, sedangkan euro 4–5 persen.

“Ini ukurannya masih sangat bagus untuk pasar global kita,” kata Juda.

Di sisi investasi, pemerintah juga memperkuat peran entitas baru, yakni Danantara. Menurut Juda, jika sebelumnya investasi pemerintah tercermin langsung dalam APBN, kini sebagian peran tersebut dialihkan melalui Danantara sebagai bagian dari pengelolaan makroekonomi.

“Danantara sekarang menjadi bagian dari manajemen makroekonomi Indonesia,” ujarnya.

Saat ini, pemerintah lebih memfokuskan belanja APBN pada konsumsi pemerintah dan penguatan kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah. Sementara pembiayaan investasi semakin banyak didorong melalui Danantara serta dukungan investasi asing.

Dengan berbagai instrumen tersebut, Juda optimistis keseimbangan antara penerimaan dan belanja negara tetap terjaga di tengah dinamika global yang sarat ketidakpastian.

Berita Terkait

PT Hutama Karya (Persero) Perkuat Transformasi ESG dan Budaya Kerja Berkelanjutan
Jalan Lenteng Agung Raya Kembali Dibuka, Kendaraan Sudah Bisa Melintas
Hutama Karya Dukung Lahirnya Inovator Konstruksi Masa Depan di International BIM Innovation Contest Undip 2026
Eks Hotel Sultan Dieksekusi 18 Juni, Negara Ambil Alih Blok 15 GBK
Transformasi RSUD Muara Dua, Hutama Karya Perkuat Infrastruktur Kesehatan Berbasis Teknologi dan Human-Centered Design
Tinjau Rumah Hunian Aceh Tamiang, Menteri Dody Pastikan Kenyamanan Masyarakat
Merespons Eskalasi Konflik Papua, DPD RI Resmi Sepakati Pembentukan Pansus Penanganan Konflik dan Kemanusiaan Papua
Cegah Mangkrak, Menteri Dody Kawal Langsung Pembangunan Sekolah Rakyat di Lapangan

Berita Terkait

Wednesday, 3 June 2026 - 22:01 WIB

PT Hutama Karya (Persero) Perkuat Transformasi ESG dan Budaya Kerja Berkelanjutan

Tuesday, 2 June 2026 - 16:39 WIB

Jalan Lenteng Agung Raya Kembali Dibuka, Kendaraan Sudah Bisa Melintas

Friday, 29 May 2026 - 14:19 WIB

Hutama Karya Dukung Lahirnya Inovator Konstruksi Masa Depan di International BIM Innovation Contest Undip 2026

Thursday, 28 May 2026 - 14:28 WIB

Eks Hotel Sultan Dieksekusi 18 Juni, Negara Ambil Alih Blok 15 GBK

Monday, 25 May 2026 - 18:07 WIB

Transformasi RSUD Muara Dua, Hutama Karya Perkuat Infrastruktur Kesehatan Berbasis Teknologi dan Human-Centered Design

Berita Terbaru

ilustrasi / foto ist

Megapolitan

DPRD DKI Kawal Ketat SPMB 2026

Sunday, 7 Jun 2026 - 18:27 WIB

Nasional

Mitigasi Risiko, Menteri Dody Pantau Huntara Tegal

Sunday, 7 Jun 2026 - 18:16 WIB