Kemendagri Ingatkan Fungsi Pokja, Bantu Tugas Kepala Daerah Percepat Layanan Sanitasi Berkelanjutan di Daerah

Friday, 10 February 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Teguh Setyabudi mengingatkan fungsi kelompok kerja (Pokja) Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL), serta Pembangunan, Perumahan, Permukiman, Air dan Sanitasi (PPAS) adalah membantu tugas kepala daerah mempercepat layanan sanitasi berkelanjutan di daerah. Hal ini disampaikan Teguh secara virtual pada acara Sosialisasi Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 87 Tahun 2022 tentang Percepatan Layanan Sanitasi berkelanjutan di Daerah Tahun 2022-2024, Kamis (9/2/2023).

Menurut Teguh, sanitasi merupakan salah satu prioritas pembangunan daerah yang wajib dilaksanakan oleh pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota.

“Tujuan disusunnya Permendagri ini (Permendagri Nomor 87 Tahun 2022) adalah untuk melaksanakan sinkronisasi, koordinasi, dan integrasi percepatan layanan sanitasi berkelanjutan di daerah dan sebagai upaya dalam mencapai target sanitasi dalam RPJMN 2020-2024,” ungkap Teguh.

Dalam melaksanakan percepatan layanan sanitasi berkelanjutan di daerah, terdapat lima hal yang perlu diperhatikan oleh daerah yang termuat dalam Permendagri tersebut. Pertama, koordinasi pembangunan sanitasi yang dilakukan oleh kepala daerah dibantu oleh Pokja di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Kedua, pemerintah provinsi menyusun dan memutakhirkan Roadmap Sanitasi Provinsi (RSP), serta pemerintah kabupaten/kota menyusun dan memutakhirkan Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK).

Ketiga, tambah dia, RSP dan SSK yang telah disusun diintegrasikan ke dalam rencana pembangunan daerah baik menengah maupun tahunan. Keempat, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan disesuaikan dengan kewenangan di wilayahnya masing-masing. Kelima, pembinaan dan pengawasan yang dilakukan secara berjenjang.

Teguh menjelaskan, diterbitkannya Permendagri tersebut didasari oleh berbagai tantangan pembangunan sanitasi yang masih terjadi di daerah. Hal ini mencakup komitmen kepala daerah yang masih sangat beragam dalam menyikapi pembangunan sanitasi. Diketahui, masih ada daerah yang belum memutakhirkan dan belum memiliki dokumen perencanaan strategis sanitasi baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, serta belum mengintegrasikan dokumen tersebut ke dalam sistem perencanaan formal daerah. Tantangan lainnya yakni belum optimalnya fungsi Pokja untuk membantu kepala daerah dalam melakukan tugas koordinasi pelaksanaan pembangunan sanitasi.

See also  Dukung Pengelolaan LHK yang Responsif Gender, KLHK Adakan Lomba PUG

“Penting pula kami tekankan bahwa dalam melaksanakan percepatan layanan sanitasi berkelanjutan di daerah guna mencapai target RPJMN tahun 2024, kontribusi pendanaan APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten/Kota, maupun sumber-sumber pendanaan lainnya menjadi sangat penting untuk dikonsolidasikan sesuai dengan prioritas program dan kegiatan pembangunan sanitasi di masing-masing daerah,” ujarnya.

Teguh melanjutkan, pengelolaan sanitasi secara berkelanjutan harus dapat menjamin adanya skenario perbaikan dan percepatan pelaksanaan pembangunan berdasarkan rantai layanan sanitasi. Hal itu mencakup layanan persampahan dan layanan air limbah domestik sebagai sebuah pendekatan pembangunan sanitasi hulu-hilir.

Di akhir sambutannya, Teguh berharap, melalui gelaran ini Pokja dapat menindaklanjuti skenario percepatan layanan sanitasi berkelanjutan di daerah masing-masing. Upaya itu sebagai aktualisasi peran Pokja membantu kepala daerah sehingga pelaksanaan pembangunan sanitasi permukiman sesuai target RPJMN tahun 2024 dapat diwujudkan bersama-sama.

Selain itu, dalam acara ini juga dilaksanakan sesi desk dengan pemerintah daerah melalui diskusi pemetaan kondisi dokumen perencanaan sanitasi di daerah. Hal ini dilakukan untuk mencari solusi pembangunan sanitasi berkelanjutan di daerah sesuai target RPJMN 2020-2024.

Berita Terkait

TEP UI-Kementrans Dokumentasikan Lima Sub-Suku Dayak
Perkuat Pasokan Air Irigasi Pertanian, Kementerian PU Siapkan Tujuh Sumur Dalam di KSPEAN Wanam
Perkuat Kepatuhan Hukum, Hutama Karya Sinergi dengan Kejati Daerah Istimewa Yogyakarta
Cegah Gagal Panen, Kementerian PU Selamatkan 8.000 Hektare Sawah di Lampung dari Intrusi Air Laut
Dukung Asta Cita Presiden, 2 Sekolah Rakyat di Sulbar Siap Tampung 1.680 Siswa
Ubah Limbah Jadi Biogas, Warga Manokwari Selatan Hemat Energi & Biaya
Mendes Yandri Ajak ISSF dan Perusahaan Mitra Perluas Desa Binaan
Kementerian PU Salurkan 136 Ribu Liter Air untuk Warga dan Penanganan Karhutla di Sorong

Berita Terkait

Saturday, 10 October 2026 - 11:07 WIB

TEP UI-Kementrans Dokumentasikan Lima Sub-Suku Dayak

Friday, 9 October 2026 - 20:56 WIB

Perkuat Pasokan Air Irigasi Pertanian, Kementerian PU Siapkan Tujuh Sumur Dalam di KSPEAN Wanam

Friday, 9 October 2026 - 08:05 WIB

Perkuat Kepatuhan Hukum, Hutama Karya Sinergi dengan Kejati Daerah Istimewa Yogyakarta

Thursday, 8 October 2026 - 16:18 WIB

Cegah Gagal Panen, Kementerian PU Selamatkan 8.000 Hektare Sawah di Lampung dari Intrusi Air Laut

Thursday, 8 October 2026 - 12:48 WIB

Dukung Asta Cita Presiden, 2 Sekolah Rakyat di Sulbar Siap Tampung 1.680 Siswa

Berita Terbaru

foto ist

Megapolitan

31 Bangunan Terdampak, Warga Kapuk Mulai Angkat Kaki

Saturday, 10 Oct 2026 - 20:08 WIB