Oase Kabinet dan KLHK Ajak Masyarakat Kelola Sampah Organik Menjadi Kompos

Saturday, 10 June 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Oase Kabinet Indonesia Maju yang didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyelenggarakan “Kompos Satu Negeri” secara hybrid bersama masyarakat serentak di 38 Provinsi. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian Peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) tahun 2023.

Ibu Negara, Iriana Joko Widodo memimpin kegiatan ini yang dilakukan di Istana Tampak Siring, Ubud,Provinsi Bali (10/6/2023). Kegiatan Kompos Satu Negeri ini juga didampingi oleh Ibu Wakil Menteri LHK, Lilia A. Dohong dan Dirjen Pengelolaan Sampah Limbah dan B3, Rosa Vivien.

“Ibu-ibu yang saya sayangi di seluruh Indonesia, dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Tahun 2023, saya mengajak ibu-ibu di 38 Provinsi di seluruh Indonesia untuk mengompos bersama,” ucap Ibu Iriana saat memulai kegiatan Kompos Satu Negeri.

Kegiatan Kompos Satu Negeri bertujuan merubah pola pikir/mindset masyarakat dalam mengelola sampah, khususnya sampah organik yang berasal dari sisa makanan. Kegiatan ini juga sebagai tindak lanjut compost day pada tanggal 26 Februari 2023 lalu, yang diinisiasi oleh KLHK secara serentak di 38 Provinsi, bersama Ibu Menteri LHK, Siti Nurbaya, dimana Oase Kabinet Indonesia Maju juga berpartisipasi aktif pada kegiatan compost day tersebut.

Ibu Iriana pun menyampaikan bahwa, kegiatan mengompos penting dalam upaya menyelesaikan masalah sampah organik atau sisa makanan. Penuntasan masalah sampah bukan hal yang mudah, oleh karenanya composting atau membuat kompos merupakan pendekatan penanganan sampah organik yang tidak mahal, namun banyak manfaatnya.

“Metode kompos itu mudah dan tidaklah mahal, namun hasilnya sangat bermanfaat sekali bagi lingkungan. Hanya perlu mencoba dan kemauan saja untuk memulainya. Semoga membuat kompos ini dapat terus berkelanjutan dan secara mandiri,” ujar ibu Iriana.

See also  Pertamina Eco-RunFest 2022: Festival Musik Lintas Generasi yang Aman dan Nyaman

Membuat kompos sangat penting karena kompos dapat menyuburkan tanah, menambah  kandungan organik pada tanah, serta akan meningkatkan water holding capacity butir-butir tanah yang berguna bagi kesuburan tanah melalui perbaikan tekstur dan struktur tanah.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh KLHK tahun 2022, jumlah timbulan sampah di Indonesia sebesar 68,7 juta ton/tahun dengan komposisi sampah didominasi oleh sampah organik, khususnya sampah sisa makanan yang mencapai 41,27%. Kurang lebih 38,28% dari sampah tersebut bersumber dari rumah tangga. Selain itu, sampah organik juga merupakan kontributor terbesar dalam menghasilkan emisi  gas rumah kaca jika tidak terkelola dengan baik. Berdasarkan data KLHK Tahun 2022 juga disebutkan bahwa sebanyak 65,83% sampah di Indonesia masih diangkut dan dibuang ke landfill.

Sampah organik sisa makanan yang ditimbun di landfill tersebut akan menghasilkan emisi gas metana (CH4) yang memiliki kekuatan lebih besar dalam memerangkap panas di atmosfer dibandingkan karbon dioksida (CO2). Kondisi tersebut mempertegas bahwa pengelolaan sampah organik, khususnya sampah sisa makanan adalah penting dan perlu menjadi perhatian utama.Dalam upaya mencapai target Zero Waste sudah saatnya sekarang kita meninggalkan pendekatan atau cara kerja lama kumpul-angkut-buang yang menitikberatkan pengelolaan sampah di TPA.

Dengan prinsip kerja Zero Waste, Zero Emission, pengelolaan sampah di Indonesia telah bergeser ke hulu dengan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.(*)

Berita Terkait

Hutama Karya Bangun Integrated Building di Bandara Soekarno-Hatta
Terjunkan 10 Pompa, Kementerian PU Selamatkan 300 Hektare Sawah Kekeringan di Sentra Padi Karawang
Atasi Dampak Kekeringan, Kementerian PU Salurkan 286 Ribu Liter Air Bersih ke 10 Daerah di Jawa Barat
Atasi Cuaca Tak Menentu, Inovasi Alat Pengering Pala Bantu Petani Transmigran di Papua Barat
KSP Bersama Pemprov Sumut, Kementerian PU, ATR/BPN dan Hutama Karya Bahas Penyelesaian Tol Binjai–Langsa
Komisi V DPR Dukung Kelanjutan Tol Sumsel Garapan Hutama Karya
Kementerian PU Percepat Pembangunan Fasilitas Publik untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Sumatra
Kementerian PU Pompa Air untuk 35 Hektare Sawah Terdampak Kekeringan di Lampung Selatan

Berita Terkait

Friday, 25 September 2026 - 17:38 WIB

Hutama Karya Bangun Integrated Building di Bandara Soekarno-Hatta

Thursday, 24 September 2026 - 14:22 WIB

Terjunkan 10 Pompa, Kementerian PU Selamatkan 300 Hektare Sawah Kekeringan di Sentra Padi Karawang

Thursday, 24 September 2026 - 13:59 WIB

Atasi Dampak Kekeringan, Kementerian PU Salurkan 286 Ribu Liter Air Bersih ke 10 Daerah di Jawa Barat

Thursday, 24 September 2026 - 07:38 WIB

Atasi Cuaca Tak Menentu, Inovasi Alat Pengering Pala Bantu Petani Transmigran di Papua Barat

Wednesday, 23 September 2026 - 23:53 WIB

KSP Bersama Pemprov Sumut, Kementerian PU, ATR/BPN dan Hutama Karya Bahas Penyelesaian Tol Binjai–Langsa

Berita Terbaru