Tingkatkan SDM Bidang Konstruksi, Sekolah Tinggi Teknologi Sapta Taruna Bertransformasi Menjadi Sekolah Tinggi Teknologi Pekerjaan Umum

Thursday, 11 July 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

DAELPOS.com – Dalam mendukung terwujudnya Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang konstruksi yang kompeten, profesional, berdaya saing tinggi, dan siap bekerja, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengapresiasi upaya transformasi yang dilakukan Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Sapta Taruna yang dikelola Yayasan Pendidikan Putra menjadi Sekolah Tinggi Teknologi Pekerjaan Umum. Izin penggantian nama Sekolah Tinggi Teknologi Sapta Taruna menjadi Sekolah Tinggi Teknologi Pekerjaan Umum telah ditetapkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tertanggal 25 Juni 2024.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono selaku Pembina Yayasan Pendidikan Putra terus mendorong Sekolah Tinggi Teknologi Pekerjaan Umum agar menjadi lembaga pendidikan yang kredibel dalam mendukung penyediaan sumber daya manusia konstruksi yang kompeten di Indonesia.

Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Pekerjaan Umum Arie Setiadi Moerwanto mengatakan penggantian nama STT Sapta Taruna menjadi STT PU bertujuan untuk meningkatkan minat belajar masyarakat terhadap Pendidikan teknik ke-PU-an. Penamaan Sekolah Tinggi Teknologi Pekerjaan Umum dinilai akan lebih mudah melekat kepada masyarakat.

“Kita membuka selebar-lebarnya akses ini untuk masyarakat umum. Tanpa mengurangi semangat Sapta Taruna, survei masih banyak masyarakat yang kurang mengenal Sapta Taruna, sehingga kami putuskan berganti Sekolah Tinggi Teknologi Pekerjaan Umum,” kata Arie Setiadi usai penyerahan Surat Keputusan Mendikbudristek yang dilaksanakan di Kantor Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III, Jakarta, Rabu (10/7/2024).

Menurut Arie, dengan penggantian nama Sekolah Tinggi Teknologi Pekerjaan Umum tidak akan mengubah program pendidikan yang lama yakni tetap fokus pada 3 program studi yakni; Teknik Lingkungan, Teknik Sipil, dan Teknik Informatika. Arie mengatakan porsi pendidikannya lebih banyak di lapangan, dengan alat yang sama dengan yang digunakan di bidang konstruksi.

See also  Harmoni Alam dan Peradaban Suaka Margasatwa Kateri

“Kurikulumnya yang di kelas hanya 6 semester, sisanya langsung terjun di lapangan, magang dan bekerja di semua lini yang terkait Kementerian PUPR. Kita akan lebih fokuskan pada yang dibutuhkan Kementerian PUPR, misalnya Teknik Informatika fokus pada Hidro Informatik di Bidang Sumber Daya Air, sehingga pengendalian banjir lebih efektif, termasuk pengendalian kekeringan lebih efektif,” kata Arie Setiadi.

Arie mengatakan bahwa ke depan pembangunan infrastruktur masih terus menjadi prioritas pemerintah dalam rangka mengejar daya saing infrastruktur di kancah global, di samping itu juga peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia terus dilaksanakan oleh pemerintah, termasuk melalui Sekolah Tinggi Teknologi Pekerjaan Umum.

“Kita bisa membantu Kementerian PUPR untuk menyiapkan tenaga-tenaga terampil dalam mendukung pembangunan infrastruktur untuk bangsa. Kami bekerja sama dengan Kementerian PUPR, termasuk mitra-mitra Kementerian PUPR. Saya berharap alat-alat termasuk laboratorium dan alat-alat praktik sama dengan yang dipakai pegawai Kementerian PUPR untuk bekerja di lapangan,” kata Arie. (*)

 

Berita Terkait

Komisi V DPR Dukung Kelanjutan Tol Sumsel Garapan Hutama Karya
Kementerian PU Percepat Pembangunan Fasilitas Publik untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Sumatra
Kementerian PU Pompa Air untuk 35 Hektare Sawah Terdampak Kekeringan di Lampung Selatan
Kementerian PU Terjunkan Alat Berat Pulihkan Jalan Nasional Terdampak Banjir Bandang di Solok
Hutama Karya dan IKA ITS Academy Berkolaborasi Bahas Business Streamlining BUMN Berbasis Nilai dan Tata Kelola
Bahu-Membahu Atasi Karhutla di Merauke, TEP UGM dan Warga Bupul Indah Selamatkan Permukiman
Kementerian PU Tegaskan Kelanjutan Pembangunan Gedung MRP Papua Selatan Setelah Putusan Hukum Inkrah
Petakan Tata Kelola Agraria Kawasan Transmigrasi, TEP UNHAS Inisiasi Forum Diskusi di Fakfak Timur

Berita Terkait

Wednesday, 23 September 2026 - 18:30 WIB

Komisi V DPR Dukung Kelanjutan Tol Sumsel Garapan Hutama Karya

Wednesday, 23 September 2026 - 18:02 WIB

Kementerian PU Percepat Pembangunan Fasilitas Publik untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Sumatra

Wednesday, 23 September 2026 - 06:38 WIB

Kementerian PU Pompa Air untuk 35 Hektare Sawah Terdampak Kekeringan di Lampung Selatan

Tuesday, 22 September 2026 - 18:11 WIB

Kementerian PU Terjunkan Alat Berat Pulihkan Jalan Nasional Terdampak Banjir Bandang di Solok

Monday, 21 September 2026 - 20:50 WIB

Hutama Karya dan IKA ITS Academy Berkolaborasi Bahas Business Streamlining BUMN Berbasis Nilai dan Tata Kelola

Berita Terbaru

Nasional

Komisi V DPR Dukung Kelanjutan Tol Sumsel Garapan Hutama Karya

Wednesday, 23 Sep 2026 - 18:30 WIB